Logo Lintasterkini

Indonesia Miliki Pengalaman Jalankan Program Vaksinasi

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Selasa, 01 Desember 2020 19:27

ilustrasi.
ilustrasi.

JAKARTA — Masyarakat perlu untuk mengetahui bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki kerentanan pada perubahan suhu. Oleh karena itu umumnya vaksin perlu tersimpan pada suhu 2-8 derajat celcius, dan suhu ini harus terjaga dari pabrik sampai ke puskesmas.

Proses menjaga suhu vaksin di kondisi ideal dari awal sampai akhir inilah yang disebut cold chain (rantai dingin). Dengan begitu masyarakat menjadi tahu bahwa vaksin terjaga kualitasnya sejak awal sampai ke pemberian vaksinasi.

dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, seorang pakar imunisasi menjelaskan, darimanapun asal vaksin, akan melalui pabrik vaksin milik Indonesia di PT Bio Farma. BUMN Bidang Kefarmasian ini sudah mempunyai armada untuk menerima dan mendistribusikan vaksin.

“Jadi kita sudah punya depo-depo vaksin. Kemudian Provinsi sudah memiliki cold room, atau lemari penyimpanan khusus,” tutur dr. Elizabeth Jane Soepardi, Senin (30/11/2020).

Kata dokter ini lagi, Indonesia telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam melaksanakan program vaksinasi. Proses distribusi vaksin di Indonesia bisa dilakukan dari Aceh sampai Papua dan sudah menggunakan sistem cold chain yang baik, hingga ke pelosok negeri.

Lemari penyimpan berpendingin khusus yang ada di Provinsi, bisa menyimpan vaksin untuk jangka waktu 3-6 bulan dengan suhu terjaga di angka 2-8 derajat celcius. Pengiriman ini kemudian dilakukan secara bertahap ke level Kabupaten/Kota hingga ke rumah sakit dan puskesmas.

Saat keluar dari cold room, vaksin pun harus cepat dimasukkan ke kotak sementara yang dirancang khusus untuk menjaga temperaturnya dalam perjalanan. Mengingat vaksinasi harus dilakukan dengan teratur agar terjaga kualitasnya, lebih lanjut lagi dr. Elizabeth menerangkan, idealnya pemberian vaksin itu harus terjadwal, kapan, jam berapa, dan di mana lokasinya.

Baik petugas yang memberi pelayanan maupun masyarakat harus tahu. Sehingga pada waktunya nanti pemberi pelayanan dan yang dilayani bertemu dengan teratur.

“Dengan menyusun jadwal jauh-jauh hari sebelumnya, diharapkan proses pelayanan berlangsung dengan lebih cepat. Maksimum satu orang hanya memerlukan 10 menit untuk dilayani dari pendaftaran hingga vaksinasi,” tutur dr. Elizabeth. (*)

 Komentar

 Terbaru

Jadi Tahanan KPK, Nurdin Abdullah : Saya Ikhlas
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 08:50
Jadi Tahanan KPK, Nurdin Abdullah : Saya Ikhlas
Nurdin sempat mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa dalam kasus tersebut. "Saya tidak tau kalau staf saya lakukan transaksi," tambahnya....
KPK Ungkap Suap untuk Nurdin Abdullah dari Anggu Lewat Edy Rahmat
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 08:37
KPK Ungkap Suap untuk Nurdin Abdullah dari Anggu Lewat Edy Rahmat
"AS (Anggu) telah lama kenal baik dengan NA (Nurdin Abdullah) berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan TA ...
KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Suap
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 02:39
KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Suap
Firli lalu bilang, KPK akan mengusut kasus dugaan korupsi lainnya atas informasi yang diterima dari masyarakat....
Kontraktor yang Terjaring OTT Disebut Dekat dengan Nurdin Abdullah
News28 Februari 2021 01:18
Kontraktor yang Terjaring OTT Disebut Dekat dengan Nurdin Abdullah
Hal itu diungkap Kadir Halid, yang saat itu menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket 2019....