Logo Lintasterkini

Kiat Cepat Sembuh, Tanamkan Pikiran Positif Selama Jalani Perawatan Covid-19

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Sabtu, 03 Oktober 2020 17:33

Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA–Para tenaga medis yang tengah berjuang memerangi pandemi Covid-19 di garis terdepan menitip pesan agar para penderita Covid-19 tetap semangat dan menanamkan pikiran positif selama menjalani perawatan.

Hal itu disampaikan dalam perbincangan yang dipandu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/10/2020). Reisa pun mengajak masyarakat untuk mendengar langsung pengalaman dua tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19.

Salah satunya dr Debryna yang menjadi relawan tim dokter pertama di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran berbagi cerita. Ia mengaku melihat secara langsung bahwa pasien dengan pikiran positif lebih cepat sembuh.

“Imunitas yang baik itu akan tercipta dari suasana hati. Baru kali ini benar-benar melihat, kalau pasien yang pikirannya bisa positif, pasien yang bisa dibawa enjoy, itu beneran cepat banget sembuhnya. Bahkan gejalanya saja bisa hilang dengan cepat,” cerita Debryna, dirilis covid19.go.id.

Debryna mengaku, jika dalam menjadi relawan Covid-19, mulanya orang tua tidak setuju. Namun ia terus memberikan pemahaman bahwa yang ia lakukan untuk kemanusiaan dan memastikan keselamatan generasi penerus bangsa.

Bahkan ia tak terlalu mengharapkan balasan, meskipun pemerintah telah memberikan instentif atau tunjangan bagi para relawan. “Basis kami kerelawanan, itu tujuan utama kami. Dengan adanya insentif dan lain-lain, itu plus dan terimakasih sekali,” ujarnya.

Selain itu Debryna sempat merasa sedih ketika ada teman dekatnya terkena Covid-19. Padahal temannya itu menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat. “Tapi namanya manusia, keluputan pasti ada, sehingga terinfeksi dan masuk ICU dan waktu itu keadaannya buruk,” ujarnya.

Karenanya ia berpesan pada masyarakat yang masih meragukan pandemi Covid-19, agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam kesehariannya. “Pesan kami pakai masker dan jaga jarak. Jadi nggak peduli kalian sangat percaya atau sangat tidak percaya, intinya kalian lakukan 2 hal itu saja,” pesannya.

[NEXT]

Pengalaman tak jauh berbeda dibagikan Kepala Perawat ICU RS dr Kanujoso Balikpapan Rustina Susanti. Ia harus mengenakan baju alat pelindung diri (APD) selama 8 jam sehari saat bertugas di ruang ICU. Meski demikian saat bertugas, ia tak lupa mengingatkan agar pasiennya berpikiran positif dan banyak tertawa agar suasana hati menjadi bahagia.

Tetapi kepada keluarganya, ia harus memberikan pemahaman pada anak-anaknya tentang tanggung jawab mulia yang diembannya. “Mungkin ini imunisasi alami buat kita semua. Yang penting kita semua jaga diri, pakai masker, minum vitamin dan makan teratur, istirahat, semoga kita dijaga oleh Allah SWT,” ia menceritakan.

Sama dengan Debryna, Rustina juga bekerja secara ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan. Namun ia mengaku mendapatkan insentif atau tunjangan dari pemerintah terhitung sejak Maret lalu. “Alhamdulillah menjadi imun, dan imun buat teman-teman penyemangat,” katanya.

Perjuangannya memerangi Covid-19 tidaklah mudah, ada pukulan berat yang sempat dirasakannya. Seorang teman sejawat sesama tenaga medis harus meninggal di ruang ICU tempatnya bertugas, karena terpapar Covid-19. “Ini benar-benar kaya telibat drama, bikin lemas, di saat itu secara otomatis kami yang ada di ruang ICU lemas semuanya,” kenang Rustina.

Ia pun juga berpesan agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Terutama 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

“Takut boleh, tapi waspada wajib. Kalau takutnya berlebihan, imun kita jadi turun, akhirnya kita menurunkan daya tahan tubuh. Satu pesan saya, kalau ada yang masih tidak percaya, saya antar kita tur ke ruangan saya, saya perlihatkan orang yang sedang berjuang antara hidup dan mati,” pesan Rustina.

Setelah mendengar pengalaman para tenaga medis itu, dr Reisa yang memandu perbincangan itu memberikan apresiasinya. Ia berharap dengan suka duka pengalaman para tenaga medis yang bertugas di lapangan, masyarakat yang pesimis akan sadar bahaya Covid-19.

“Setelah kita menyimak perbincangan yang menyentuh hati tadi, kita harus menyadari bahwa garda terdepan untuk menghadapi Covid-19 justru adalah kita semua, masyarakat Indonesia yang benar-benar harus disiplin, melaksanakan 3M. Hanya dengan 3M kita mampu memutus mata rantai penyebaran,” Reisa kembali mengingatkan. (*)

 Komentar

 Terbaru

News10 Februari 2026 19:42
Pemprov Sulsel Bersama Bulog, Polda Sulsel, dan Bapanas Matangkan Persiapan Rakorda Satgas Saber Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan
MAKASSAR  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama Perum Bulog, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel), dan ...
Nasional10 Februari 2026 14:16
Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja
LAHAT – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan generasi muda agar tidak bertahan pada kemampuan lama. Menurutnya, anak muda yang enggan mena...
News10 Februari 2026 13:55
Pemkot Tertibkan Lapak Kambing di Dekat MAN Makassar, Fungsikan Trotoar Bagi Pejalan Kaki
MAKASSAR – Langkah Pemerintah Kota Makassar, dalam menghadirkan suasana kota yang estetis, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga terus dilakukan...
Ekonomi & Bisnis09 Februari 2026 22:58
Padivalley Golf Club Hadirkan Paket Buka Puasa dengan Aktivitas Golf
GOWA – Padivalley Golf Club menghadirkan program spesial Ramadhan bertajuk “Stay Cheers in Ramadhan Iftar with Golf Experience”, yang menawarkan...