PINRANG – Guna mengantisipasi terjadinya aksi kekerasan terhadap siswa, khususnya saat berada di lingkungan sekolah, SMA Negeri 11 unggulan Pinrang membentuk Tim Pencegah Kekerasan Siswa (TPKS). Tim ini melibatkan sembilan siswa dan siswi dari SMA Negeri 11 Unggulan Pinrang yang ditunjuk sebagai pelopor anti kekerasan siswa di sekolah.
Bentuk kekerasan yang bisa dilaporkan TPKS yakni, baik kekerasan verbal maupun fisik. Kesembilan pelajar ini didampingi empat tenaga pendidik di sekolah itu.
Kordinator TPKS Syaifuddin Muhiddin mengatakan, tim yang dibentuk ini akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah lainnya, guna meminimalisir angka kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah di Kabupaten Pinrang.
Baca Juga :
“Tim ini nantinya akan membentuk tim yang sama di setiap sekolah yang dikunjunginya,” ungkap Syaifuddin kepada lintasterkini.com, Minggu (4/12/2016).
Ada pun materi penyuluhan yang akan dilakukan di sekolah yang dikunjungi tim itu nantinya lanjut Syaifuddin, diantaranya bullying (berkomentar di media sosial yang bisa membuat orang tersinggung) yang kerap menjadi pemicu adanya aksi kekerasan baik secara verbal maupun fisik. Dia menambahkan, dalam struktur kepengurusan TPKS yang telah dibentuk, juga melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) yang nantinya akan ikut memberikan materi penyuluhan. (*)


Komentar