Logo Lintasterkini

Pulang Mengerjakan Skripsi, Mahasiswa Unibos Ditembak Polisi

Muh Syukri
Muh Syukri

Sabtu, 07 Oktober 2017 00:50

Korban saat mendapat perawatan medis
Korban saat mendapat perawatan medis

MAKASSAR – Dua mahasiswa Fakultas Hukum Unibos‎ masing -masing bernama Nur Parawansyah dan Riadi mengaku menjadi korban kekerasan dan penembakan oleh oknum polisi saat melintas di Jalan Urip Sumoharjo tepatnya di depan gedung DPRD Provinsi Sulsel, Jumat (6/10/2017) dini hari.

Menurut ‎pengakuan Nur Parawansyah, dirinya bersama rekannya bernama Rialdi bergerak dari arah kota hendak menuju Asrama Mahasiswa Maros di Kompleks Unhas. Namun tiba -tiba saja ia dicegat oleh oknum polisi dari Sabhara Polda Sulsel dan kemudian dipukuli menggunakan balok dan bambu.

“Sewaktu saya mengendarai motor membonceng Ariadi Kemal tiba -tiba saya dicegat. Saya langsung cemas ‎karena setahu diri saya oknum polisi itu memukuliku pakai balok dan kayu. Saya pun merasa panik, sehingga tancap gas. Ketika motor berjalan kencang oknom polisi langsung menembaki kami dan mengenai punggung belakang teman saya,” beber Nur Parawansyah.

‎Lebih lanjut mahasiswa Fakultas Hukum Unibos semester akhir in mengungkapkan, dirinya sedang mengendarai motor berboncengan bersama rekannya baru saja mengerjakan tugas skripsinya di Jalan Sunu.

“Usai saya kerjakan tugas skripsi di Jalan Sunu, selanjutnya saya beranjak dari jalan Sunu hendak menuju Asrama Mahasiswa Maros di Kompleks Unhas. Namun pada saat saya sudah tepatnya didepan Gedung DPRD Provinsi Sulsel Jalan Urip disitulah saya dicegat oleh oknum polisi itu karena rekan saya Ariadi tidak mengenakan helm,” tandasnya.

Setibanya di sekretariat Asrama, rekan -rekannya melihat Ariadi dalam kondisi lemas langsung melakukan pertolongan dengan mengeluarkan peluru karet yang bersarang di punggung kiri Ariadi.

Ketua PP Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros, Chaerul Syahab mengatakan, insiden menimpa rekannya telah dilaporkan ke Pihak Propam Polda Sulsel. Korban juga telah dilakukan visum di rumah sakit.

“Kami telah membawa korban melakukan visum dan mendampingi korban‎ melaporkan peristiwa dialaminya di Propam Polda Sulsel. Kami mendesak pihak Polda agar mengusut tuntas kasus penembakan yang dialami rekan kami. Pasalnya tindakan penambakan yang dilakukan oknum polisi Polda Sulsel tersebut tidak sesuai dengan Standar Operasional (SOP),untuk itu kasus ini harus ditindak lanjuti agar tidak terjadi lagi korban berikutnya,” tegas Chaerul

Terpisah Kepala Bidang Hubungan Mayarakat (Kabid Humas), Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengatakan, kasus menimpa dua orang masiswa yang mengaku jadi korban pemukulan dan penembakan dalam proses penyelidikan oleh pihak Propam Polda Sulsel.

Perwira tiga bunga melati di pundaknya itu mengungkapkan, insiden penembakan dilakukan oknum petugas kepolisian yang saat itu sedang memantau balapan liar dan aksi begal di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

“Jadi kejadian itu bermula saat petugas kepolisian sedang memantau balapan liar dan begal yang kerap terjadi dilokasi tempat kejadian perkara (TKP), ” ungkapnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News30 September 2022 15:09
Serangan Hoaks Makin Masif, AMSI Gelar Training Prebunking di Manado
MANADO – Serangan hoaks selalu masih setiap menjelang Pemilihan Umum, khusus Pemilihan Presiden atau Pilpres. Mengantisipasi serangan Hoaks yan...
Kuliner30 September 2022 13:22
Kuliner Baru di Makassar, Warung Ayam Krispy Lemmak
MAKASSAR – Banyak cara untuk menikmati suasana hati dengan senang, salah satunya, bisa mencoba kuliner baru. Kuliner ini biasa di temui, namun m...
News30 September 2022 09:36
Inovasi Terbaru, Program Menu Hemat On The Go Meals GoFood
MAKASSAR – Layanan pesan-antar makanan online terkemuka di Asia Tenggara GoFood kembali menghadirkan inovasi terbaru bagi pelanggan melalui prog...
News30 September 2022 08:58
Pemilik Travel yang Fotonya Dipasang di Billboard Lapor Polisi
MAKASSAR – Pemasangan baliho dengan foto pemilik travel atau perusahaan penyelenggara perjalanan tur yang dicari konsumen di Makassar berbuntut ...