Logo Lintasterkini

Dengarkan Keluh Kesah Pelaku UMKM, Bupati Pinrang Janji Evaluasi Pembatasan Aktivitas Malam Hari

Aroelk Lintas Terkini
Aroelk Lintas Terkini

Jumat, 12 Februari 2021 12:08

Dengarkan Keluh Kesah Pelaku UMKM, Bupati Pinrang Janji Evaluasi Pembatasan Aktivitas Malam Hari

PINRANG — Buntut adanya aksi turun ke jalan yang dilaksanakan Aliansi UMKM Kabupaten Pinrang terkait surat edaran Bupati Pinrang yang membatasi aktifitas pelaku UMKM di malam hari sejak tanggal 16 Januari 2021 lalu yang hanya diperbolehkan beraktifitas hingga pukul 19.00 Wita, Bupati Pinrang Irwan Hamid berjanji akan segera mengevaluasi hal tersebut. Hal itu dilontarkan Irwan Hamid saat menerima beberapa perwakilan UMKM Kabupaten Pinrang di ruang rapat Kantor Bupati Pinrang, Kamis (11/2/2021) kemarin.

Pada kesempatan itu, Irwan menjelaskan jika langkah pembatasan terpaksa diambil guna menekan jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang yang mulai tidak terkendali.
“Kita harap pemahaman dari teman-teman pelaku UMKM di Kabupaten Pinrang, langkah pembatasan itu terpaksa kita ambil. Alhamdulillah, memasuki Pebruari ini, jumlah kasus Covid-19 juga mulai melandai, Insya Allah pembatasan itu juga segera kita evaluasi. Kita tentunya juga tidak mau melihat perekonomian kita terpuruk,” kata Irwan Hamid didampingi Dandim 1404/Pinrang dan Kapolres Pinrang.
Namun Irwan berharap, setelah ada kelonggaran nantinya, para pelaku UMKM juga bisa mentaatinya. “Jika kita saling memahami dan semua bisa taat aturan, itu tentunya akan meringankan tugas teman-teman petugas yang melaksanakan Operasi Yustisi. Saya juga berharap, jangan lagi ada aksi turun ke jalan karena itu tidak memberikan solusi. Semuanya jauh lebih jika melalui cara sharing seperti ini, dan Insya Allah kita pasti memberikan solusi terbaik,” tandasnya.
Sebelumnya, Aidil, salah satu perwakilan UMKM yang hadir mengeluhkan jika pembatasan aktivitas malam membuat usahanya terancam gulung tikar.
“Kami berharap adanya kelonggaran pembatasan agar usaha kami juga bisa hidup dan bertahan. Kalau begini terus, dipastikan hanya tinggal menunggu waktu saja usaha kami akan bangkrut dan dampaknya juga berimbas ke karyawan yang kami pekerjakan,” akunya.
Aidil berjanji, jika memang kelonggaran diberikan, pihaknya siap mentaatinya dan jika ada yang melanggar, siap diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku. (*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal20 Januari 2022 14:54
Polisi Tangkap Penyebar Video Mesum Pelajar di Tana Toraja
TORAJA – Aparat Reskrim Polres Tana Toraja melakukan penangkapan terhadap YP (22) karena diduga merekam dan menyebarkan video mesum. YP (22), ad...
News20 Januari 2022 13:30
Sampah di Jalan Deppasawi Dalam Dibersihkan, Warga Apresiasi Camat Tamalate
"Hampir setiap hari warga membuang sampah di lokasi tersebut karena melihat ada penumpukan sampah. Jadi warga mengira kalau tempat itu jadi tempat sam...
Hukum & Kriminal20 Januari 2022 10:08
Sempat Ditahan di Polres Palopo, Warga Palopo ini Minta Keadilan ke Presiden Jokowi
"Selama 56 hari dari sejak tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan tanggal 28 Februari 2021 saya ditersangkan membuat dan memalsukan surat kematian ole...
Hukum & Kriminal20 Januari 2022 01:35
Klinik Kecantikan di Makassar Ini Sudah Palsukan 100 Lembar Hasil PCR
Ia ditahan setelah disangkakan dugaan pemalsuan hasil tes PCR COVID-19. Pelaku diamankan Polrestabes Makassar di klinik miliknya pada Jumat (14/1/2022...