Logo Lintasterkini

Penguatan 3M, 3T dan Vaksinasi Kunci Pengendalian Pandemi

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Minggu, 14 Februari 2021 03:34

Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA — Dalam upaya pengendalian pandemi COVID-19, pemerintah melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) dan melakukan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment).

Intervensi kesehatan untuk mempercepat pengendalian juga diupayakan melalui vaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok dengan target sasaran 181,5 juta penduduk.
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menyampaikan, pemerintah telah memvaksinasi tenaga kesehatan sampai 1 juta lebih.

“Untuk menekan pandemi COVID-19, pemerintah tidak hanya menghimbau melalui penegakan disiplin 3M namun juga memperkuat 3T,” terang dr. Siti Nadia Tarmizi, Kamis (11/2/2021).

Lebih lanjut, dr. Siti Nadia menjelaskan, saat ini Indonesia sudah mempunyai 630 laboratorium pemeriksa tes PCR, tapi ini tidak merata di seluruh Indonesia, sehingga harus meningkatkan tes. Kata dia, WHO sendiri sudah merekomendasikan screening menggunakan tes rapid Antigen untuk mendiagnosa COVID-19.

“Sebenarnya 3M dan 3T ini saling berhubungan dan berkesinambungan. Maka 3M dan 3T serta vaksinasi ini harus dilakukan bersama.” kata dr. Siti Nadia Tarmizi.

Sementara itu, dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D, Ahli Epidemiologi FKM UI menjelaskan, tes rapid Antigen memang disetujui WHO sebagai alat diagnosis dalam keadaan tertentu. Sensitivitas tes rapid antigen juga di atas 80% dan spesifitas di atas 97%.

“Saya memandang ini suatu terobosan Kemenkes. Tujuan penggunaan tes rapid Antigen ini membantu secara cepat mendeteksi penularan dan dengan begitu pemerintah bisa dengan cepat menelusuri kontak-kontak pasien,” jelasnya.

dr. Syahrizal juga menyampaikan,, strategi melakukan tes dengan lebih cepat itu sangat bagus. Alasannya, karena kalau tidak menemukan kasus secepat mungkin maka wabah tidak cepat bisa dikendalikan.

“Kuncinya bukan sekadar puskesmas memiliki tes rapid Antigen tapi bagaimana puskesmas juga mampu menelusuri kontak dengan baik,” dr. Syahrizal berpesan.

Dalam situasi seperti ini, kata dr. Syahrizal lagi, masyarakat tetap harus mengikuti protokol 3M. Terutama untuk kerumunan penting sekali dihindari.

Pemerintah juga tentunya memperkuat 3T. Selain itu juga, harus mengikuti langkah-langkah pemerintah terutama pada saatnya nanti, masyarakat harus siap divaksinasi. (*)

 Komentar

 Terbaru

Nasib PDAM Pinrang, dari Gaji Karyawan Tak Terbayar Hingga Tunggakan Rp3 M
News09 Maret 2021 03:14
Nasib PDAM Pinrang, dari Gaji Karyawan Tak Terbayar Hingga Tunggakan Rp3 M
Kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sawitto Pinrang sangat memprihatinkan saat ini...
Tim Rescue Animal Damkar Makassar Evakuasi Sarang Tawon
News09 Maret 2021 02:19
Tim Rescue Animal Damkar Makassar Evakuasi Sarang Tawon
Kerja-kerja petugas pemadam kebakaran di Makassar tidak hanya berkaitan dengan kebakaran. Mempunyai fungsi lain....
Danny Pomanto Tegas Meminta Pembayaran TPP Segera Dicairkan
News09 Maret 2021 01:55
Danny Pomanto Tegas Meminta Pembayaran TPP Segera Dicairkan
Di hadapan Danny Pomanto, Plt Kepala BPKA Makassar, Helmi Budiman menyatakan jika anggaran TPP tersebut sudah siap....
Makassar Raih Penghargaan Ekonomi Kreatif di Forum Pinisi Sultan
News09 Maret 2021 01:34
Makassar Raih Penghargaan Ekonomi Kreatif di Forum Pinisi Sultan
Penghargaan itu diterima langsung Danny Pomanto. Yang menurutnya, itu tidak terlepas dari kerja-kerja pemerintahan terdahulu....