Logo Lintasterkini

Polda Sulteng Ungkap Penyalahgunaan Gas Bersubsidi

Maulana Karim
Maulana Karim

Rabu, 14 Juli 2021 19:15

Polda Sulteng Ungkap Penyalahgunaan Gas Bersubsidi

PALU– Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menangkap 4 orang yang diduga telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan minyak dan gas bumi, Rabu (14/07/2021)

Dir Krimsus Polda Sulteng, Kombes Pol Afrisal, mengatakan, pihaknya berhasil meringkus pelaku tindak pidana penyalahgunaan minyak dan gas bumi berjenis elpiji 3 kilogram bersubsidi.

“Pengungkapan ini bermula pada hari jumat tanggal 09 april 2021 di Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat. Personil Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng menemukan sebuah kios yang bukan merupakan pangkalan resmi menjual tabung gas 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET),” Kombes Pol Afrisal, kepada Lintasterkini, Rabu (14/7/21).

Terpisah, Wadir Krimsus Polda Sulteng, AKBP Bagus Setiawan, menjelaskan, dari hasil penangkapan tersebut, petugas kemudian langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan empat orang tersangka.

“Petugas berhasil mengamankan empat pelaku yakni, AM Alias PY, A alias PA, HT alias B, dan HKST Alias HK dan barang bukti 211 tabung gas LPG 3 kilogram, 2 unit kendaraan roda empat,serta beberapa dokumen,” kata Bagus saat merilis kasus tersebut.

Adapun modus operandi para tersangka, kata Bagus, mereka sengaja menjual gas LPG 3 Kg diatas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp.18.000 (delapan belas ribu rupiah).

“Tersangka menjual dengan harga Rp.33.000 (tiga puluh tiga ribu rupiah) sampai Rp.35.000 (tiga puluh lima ribu rupiah) pertabung dan memperoleh keuntungan sebesar Rp.15.000 (lima belas ribu rupai) sampai dengan Rp.17.000 (tujuh belas ribu rupiah) pertabung,” terangnya.

Kasubid Penmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari mengatakan, perbuatan para tersangka tentunya akan dijerat sesuai ketentuan hukum yakni pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (f) UU RI nomor 08 tahun 1999 tentang perlindungangan konsumen dan Pasal 55 Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Tersangka terancam pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 60.000.000.000,- (enam puluh milyar rupiah),” terangnya.

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

Bersama Melawan Covid-1930 Juli 2021 00:02
Sinergitas dengan Kampus, Kapolrestabes Makassar Ajak Mahasiswa Vaksin
Witnu juga menambahkan bahwa semoga vaksin yang disalurkan untuk mahasiswa STMIK Handayani akan mencover sehingga tidak mudah untuk terpapar pandemi c...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 23:48
Polda Sulsel Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RS Batua Makassar
MAKASSAR– Kasus dugaan korupsi proyek RS Batua Makassar terus berlanjut dalam penyelidikan polisi. Kali ini, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel ki...
News29 Juli 2021 23:09
Plt Gubernur Apresiasi Kakek 67 Tahun di Makassar yang Bersepeda Belasan Kilo demi Vaksinasi
MAKASSAR– Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menemui seorang kakek yang rela bersepeda untuk mendapatkan vaksin. Perjuangannya diapres...
News29 Juli 2021 22:53
Wali Kota Makassar Bakal Naikkan Insentif Satgas Pengangkut Jenazah Corona
MAKASSAR– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto akan menaikkan insentif tim satgas pengangkut jenazah covid-19. Tingginya kasus kemati...