Logo Lintasterkini

Pelanggaran Prokes di Kecamatan Tamalate akan Terpantau Kamera CCTV

Budi S
Budi S

Kamis, 15 April 2021 18:10

Master Recover Tamalate Pimpin Bimtek
Master Recover Tamalate Pimpin Bimtek

MAKASSAR – Berbagai upaya dilakukan Pemkot Makassar untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Baru-baru ini, program Makassar Recover dicanangkan.

Di Kecamatan Tamalate, ribuan warga dilibatkan dalam Tim Detektor. Mereka telah dibekali bimbingan teknis. Nantinya melakukan sensus kesehatan di 11 wilayah kelurahan.

Makassar Recover diketahui adalah program multi inovasi. Danny-Fatma juga akan memulihkan kondisi perekonomian di masa pandemi saat ini.

Dipercaya menjadi Master Recover Tamalate, Fahyuddin berupaya menjalankan amanah itu. Memulihkan ekonomi masyarakat.

Yang kata dia, ke depan tidak ada lagi pembatasan jam malam atau aktivitas masyarakat dan tempat usaha.

“Aktivitas akan dipantau melalui CCTV. Utamanya di tempat usaha agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan (Prokes),” kata Fahyuddin, Kamis (15/04/2021).

Pantauan pelanggaran prokes lewat CCTV itu, akan terkoneksi dengan ruangan War Room di Kantor Kecamatan Tamalate.

Saat ini, pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke para pelaku usaha.

“Seluruh pelaku bisnis usaha telah mendapat surat edaran berisi imbauan agar melaporkan kegiatan di tempat usahanya yang berpotensi mempertemukan orang banyak. Baik itu lokasinya dalam gedung restoran, cafe, maupun aula perkawinan,” ucapnya.

“Di kantor Kecamatan Tamalate, kami sudah siapkan satu unit layar monitor yang diperuntukan memonitor kegiatan tempat usaha. Kami harapkan pelaku usaha dapat bekerja sama. Melaporkan kegiatan pertemuan yang berlangsung di tempat usahanya baik rapat biasa hingga perkawainan,” lanjut Fahyuddin.

Setiap pertemuan yang terlapor lanjut Fahyuddin, juga bakal dimonitor melalui aplikasi Zoom yang tersambung di Warr Room.

“Selama kegiatan pertemuan berlangsung, maka selama itu pula kami pantau pelaksanaannya. Pemantauannya dengan aplikasi Zoom. Sejauh ini belum ada undangan yang masuk dari pelaku usaha,” tuturnya.

Fahyuddin menambahkan, upaya ini juga melibatkan unsur TNI/Polri. Pelaku usaha yang tidak ingin menerapkan prokes bakal ditindaktegas. Sanksinya hingga pencabutan izin usaha.

“Bagi pelaku usaha atau pemilik tempat pertemuan tidak melaporkan aktivitas kegiatan sudah pastinya akan kami tegur. Bila masih belum bekerjasama, kami akan sanksi. Ini kami bekerja Tripika melibatkan TNI dan Polri,” tegasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Lindungi Masyarakat dari Pandemi, Godrej Indonesia Keluarkan Produk Saniter
Bersama Melawan Covid-1907 Mei 2021 23:07
Lindungi Masyarakat dari Pandemi, Godrej Indonesia Keluarkan Produk Saniter
"Kami menggabungkan keduanya menjadi satu elemen fungsi utama untuk mempercepat inovasi dalam upaya memastikan pengembangan produk secara progresif de...
Inginkan Seluruh Anak Bersekolah, Danny Dukung Sekolah Penggerak
Pendidikan07 Mei 2021 22:58
Inginkan Seluruh Anak Bersekolah, Danny Dukung Sekolah Penggerak
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto menerima kunjungan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Jumat (07/05/2021)....
Harga Gabah di Pinrang Anjlok, Petani Gigit Jari, Bupati Harap Solusi
News07 Mei 2021 22:37
Harga Gabah di Pinrang Anjlok, Petani Gigit Jari, Bupati Harap Solusi
Permasalahan ini langsung mendapat tanggapan dari anggota DPRD Pinrang....
Pertama Kali Diterapkan, Dilarang Bersenggolan di Pasar Senggol
News07 Mei 2021 22:28
Pertama Kali Diterapkan, Dilarang Bersenggolan di Pasar Senggol
"Ini aturan yang pertama kali mau diterapkan di Pasar Senggol supaya pengunjung tidak lagi baku senggol-senggolan mi," ucap Yusran....