Logo Lintasterkini

50 Ribu Pelajar Makassar Berbagi dengan Disabilitas

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Sabtu, 15 Oktober 2016 13:52

Walikota Makassar Danny Pomanto akan melibatkan 50.000 pelajar mendukung program literasi nasional.
Walikota Makassar Danny Pomanto akan melibatkan 50.000 pelajar mendukung program literasi nasional.

MAKASSAR – Sedianya sebanyak 50.000 pelajar Makassar akan memenuhi tantangan berbagi buku dengan penyandang disabilitas (tuna netra). Kegiatan tersebut sekaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-409 Kota Makassar dan Hari Pahlawan pada 10 November nanti.

Hal itu terungkap saat Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bertemu Country Manager CSR IBM Santi Diansari Hargianto di Rumah Jabatan Walikota, Jumat, (14/10/2016). Program literasi nasional dengan kepedulian terhadap penyandang disabilitas dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2016 di Makassar.

Sekitar 50.000 pelajar Makassar akan mengetik ulang buku ke dalam huruf braile sehingga dapat dibaca oleh penyandang tuna netra. Dikatakan Santi, Kota Makassar sangat luar biasa rasa kepedulian yang begitu tinggi terhadap penyandang disabilitas.

Ia bahkan bangga dengan apresiasi yang ditunjukkan oleh Walikota Danny Pomanto, sebutan akrab Mohammad Ramdhan Pomanto. Country Manager CSR IBM ini memuji Danny yang mempunyai suatu pemikiran, suatu gerakan bersama masyarakat Kota Makassar untuk peduli terhadap literasi kaum disabilitas.

Menurut Santi, 50.000 pelajar Makassar yang terlibat sebagai relawan tantangan berbagi buku dengan tuna netra adalah pahlawan-pahlawan Makassar untuk Bangsa Indonesia. Antusiasme yang ditunjukkan oleh Walikota Danny Pomanto diapresiasi Santi dengan menyebut orang nomor satu Makassar itu sebagai tokoh yang pemikirannya sangat dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia.

“Pemikiran Walikota Danny yang tidak dimiliki semua orang, mampu membangkitkan gairah warga Makassar yang harus ditularkan ke seluruh Indonesia,” ucap Santi.

Minimnya ketersediaan buku bagi tunanetra harus dijawab dengan gerakan nasional yang bersifat massif. Setiap tahunnya di Indonesia diterbitkan 30.000 buku, hanya 2.800 diantaranya buku braile dan 2.500 buku audio yang tersedia untuk tunanetra.

Kondisi itu tak sebanding dengan penyandang tunanetra yang mencapai 3,5 juta jiwa di Indonesia. Olehnya itu, Santi menilai gerakan ini sangat perlu untuk membantu para penyandang tunanetra mengakses pengetahuan lebih banyak lagi melalui buku.

Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dari unsur pengusaha, penulis juga Pemerintah Kota dibutuhkan untuk menjawab tantangan literasi bagi penyandang disabilitas. Pemikiran Walikota Danny Pomanto menggerakkan 50.000 pelajar Makassar  dalam gerakan literasi bagi penyandang disabilitas didasarkan pada kesadaran jika setiap orang berhak memperoleh  pengetahuan termasuk penyandang disabilitas.

“Literasi sangat penting bagi peradaban bangsa. Tanggungjawab Pemerintah untuk mencerdaskan warganya, termasuk penyandang disabilitas dengan menyediakan buku bacaan yang berkualitas,” kata Danny. (*)

 Komentar

 Terbaru

News23 Mei 2024 09:20
10 Tanda Orang Cemburu pada Kehidupanmu
LintasTerkini.com – Cemburu adalah emosi manusia yang umum dirasakan, namun ketika orang di sekitar kita merasa cemburu pada kehidupan kita, hal...
News23 Mei 2024 08:15
Pj Gubernur Zudan Bersama Istri Sapa Pasien di RSKD Dadi Makassar
MAKASSAR – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Zudan Arif Fakrulloh, bersama istri, Ninuk Triyanti Zudan, meninjau pelayanan ...
News22 Mei 2024 21:33
Pj Bupati Pinrang Ikuti Rakornas Pengawasan Intern 2024 via VC
PINRANG — Penjabat (Pj) Bupati Pinrang H.Ahmadi Akil,SE,MM berkesempatan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern tahun ...
News22 Mei 2024 19:35
Satlantas Polres Sidrap Beri Edukasi Lalulintas ke Anak TK Negeri Pertiwi
SIDRAP – Kasat Lantas AKP Nawir, SE diwakili oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Sidrap AIPTU Suryadi menerima kunjungan Anak TK Negeri Pertiwi ...