Logo Lintasterkini

Nunung Dasniar Gelar Sosialiasi Perda Pengelolaan Sampah

Muh Syukri
Muh Syukri

Senin, 15 November 2021 10:04

Anggota DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2011 tentang pengelolan sampah di Hotel Grand Maleo, Sabtu (13/11/2021).
Anggota DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2011 tentang pengelolan sampah di Hotel Grand Maleo, Sabtu (13/11/2021).

MAKASAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2011 tentang pengelolan sampah di Hotel Grand Maleo, Sabtu (13/11/2021).

Politisi Gerindra ini, memberikan apresiasi terhadap pemerintah yang menghadirkan banyak inovasi. Hanya saja, kadang dalam perjalanan terkesan program yang digagas tak berjalan baik. Termasuk penyelesaian masalah sampah.

“Inovasi terkait bank sampah itu sangat baik. Tapi hanya diawal tidak ada tindaklanjutnya,” ucap Nunung Dasniar.

Sehingga, kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar ini, dirinya mendorong pemerintah untuk mengembalikan program Bank Sampah. Di mana, target pencanangan setiap RW ada memiliki bank sampah.

“Bicara sampah ini, kita minta pemkot bisa kembalikan atau menjalankan program ini,” katanya.

Nunung menyampaikan, sampah terbesar yang diproduksi berasal dari rumah tangga. Sehingga, dirinya berharap dan mengajak masyarakat untuk bijak soal sampah.

“Kita ingin peserta yang hadir membantu menyebarluaskan perda ke lingkungan masing-masing. Lebih dari itu, warga harus bijak terkait pengelolaan sampah ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, persoalan sampah tidak hanya pemerintah tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Bahkan, dalam konteks agama bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.

“Kalau hanya pemerintah diharap untuk mengambil peran soal sampah. Saya yakin dan percaya kota ini tidak akan bersih makanya dituntut semua kalangan mengambil peran terkait penanganan sampah,” paparnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Muh Reza menyampaikan, perda ini telah ada sejak 2011 lalu. Artinya, regulasi yang membahas persoalan sampah dianggap penting sebab jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah besar.

“Regulasi ini penting untuk disebarluaskan. Masyarakat harus betul-betul memahami Perda ini sehingga perlu disosialisaikan ke lingkungan masing-masing peserta,” jelasnya.

Kata dia, perda ini dinilai lengkap sebagai acuan menjalankan pengelolaan sampah. Sebab, semua telah diatur mulai penjelasan terkait sampah, jenis sampah hingga sanksi diberikan bagi mereka yang melanggar.

“Saya kira ini cukup baik. Semua diatur di dalam soal pengelolaan sampah. Termasuk, tugas dan fungsi pemerintah begitu juga hal dan kewajiban masyarakat soal sampah ini,” ungkapnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal20 Mei 2022 19:32
Ciduk Tiga Pelaku Narkoba, Barang Bukti Dua Bal Sabu
PiNRANG — Tiga pelaku narkoba, HR, IR dan HD tak berkutik saat diciduk personel Satuan Resnarkoba Polres Pinrang di dua lokasi (TKP) berbeda bel...
Ekonomi & Bisnis20 Mei 2022 17:29
Hotel Royalbay Lepas dari Fox Lite, Hadirkan Banyak Paket Menarik
MAKASSAR – Hotel Royalbay kini tidak lagi berada dibawah naungan management Fox lite, tetapi diatur dan di manage oleh management lokal Royalbay...
News20 Mei 2022 16:09
Pokdar Kubar Gelar Silaturahmi dan Halal Bihalal
KUTAI BARAT – Kelompok Sadar Ketertiban dan Keamanan ( Pokdar) Kabupaten Kutai Barat dibawa pimpinan Mathias Genting, SH mensponsori pertemuan S...
Liputan Khusus20 Mei 2022 14:14
Tempat Cetak Pelat Palsu Berkeliaran di Makassar, Polisi Razia Pelat Modifikasi – Bagian 2, Selesai
MAKASSAR – Guna mengurangi penggunaan pelat modifikasi dan pelat palsu, pihak Subdit Gakum Ditlantas Polda Sulsel, Jumat (20/5/2022), menggelar ...