Logo Lintasterkini

Kalangan Berada di Tiongkok Lebih Pilih Pakai Dua Produk Ini Dibanding iPhone

Andi
Andi

Senin, 17 Mei 2021 12:48

Ilustrasi
Ilustrasi

MAKASSAR — Apple yaitu iPhone dikenal sebagai produk berkualitas tinggi. Penggunanya pun banyak disebut-sebut merupakan kalangan menengah ke atas.

Namun, lembaga riset bernama MobData, menemukan sebuah fakta berbeda. Para pengguna produk itu di negara Tiongkok, mayoritas berasal dari kalangan “invisible Poor” atau menengah ke bawah.

Pandangan bahwa produk Apple selelu memiliki tingkat eksklusivitas tinggi dan mewah sepertinya tak berlaku di negeri tirai bambu itu. Penggunanya bukan mayoritas kalangan menengah ke atas.

Label ekslusifitas dan mewah ini di mata masyarakat ini, kemungkinan karena harga produk Apple yang terbilang sangat tinggi. Hal ini dimungkinkan membuat Apple memiliki citra sebagai brand kelas atas.

Menurut laporan South China Morning Post pada Minggu (16/5/2021), citra Apple di mata global tidak berlaku di negara Tiongkok tersebut. Pasalnya lembaga riset, menyebutkan pengguna Apple tidak berasal dari kalangan atas di Tiongkok.

Maksud dari MobData dengan pengguna Invisible Poor tersebut, adalah di mana orang yang dikategorikan menengah ke bawah ini tertutup karena penampilan dan gayanya yang tidak mencerminkan seseorang tidak mampu secara finansial.

Menurut laporan lembaga riset tersebut, pemilik iPhone di Tiongkok disebut berasal dari kalangan perempuan yang belum menikah dengan usia 18-34 tahun dan hanya memiliki strata pendidikan SMP atau SMA, ekonomi sulit, dan tidak banyak memiliki aset.

Pendapatan pengguna Apple di Tiongkok dirata-ratakan dalam sebulan maksimal 3.000 yuan atau Rp6,3 juta.

Hal ini berbanding terbalik dengan pemilik merek ponsel lain, misalnya Huawei atau Xiaomi.

Menurut hasil penelitian tersebut, pengguna dua ponsel produksi Tiongkok itu cenderung berasal dari kalangan berada. Pengguna dua merek ponsel ini berasal dari kalangan laki-laki menikah dengan rentang usia 25-34 tahun.

Mereka mengenyam pendidikan diploma atau sarjana dan memiliki pendapatan antara 5.000-20.000 Yuan atau Rp10,5 juta hingga Rp 42,2 juta.

Kemudian para pengguna Xiaomi dan Huawei rata-rata sudah memiliki rumah tinggal dan mobil pribadi. Kemudian yang lebih mengejutkan lagi bahwa kalangan pengguna smartphone Oppo dan Vivo di China rata-rata berpenghasilan 3.000-10.000 Yuan atau Rp 6,3 juta hingga Rp 21 juta.

Hal ini tentunya mengubah pandangan mengenai Apple di beberapa negara. Di Indonesia sendiri iPhone atau produk Apple lainnya masih dinilai sebagai produk yang sangat berkelas.

Tak heran Apple sering sekali disandingkan kepada kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi, dan juga disebut orang yang berintelektual serta mengerti kualitas.(*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis13 Juli 2024 23:00
Bukit Baruga Serah Terima Kunci Rumah Jasmine Residence Sebanyak 31 Unit
MAKASSAR – Bukit Baruga sukses menggelar seremonial serah terima kunci kepada sejumlah user untuk pembelian unit hunian terbaru, yaitu Tipe Prim...
Pemerintahan13 Juli 2024 11:02
Gowa Semakin Dilirik, Investasi Capai Rp400 Miliar di Bidang Pariwisata 
GOWA – Beautiful Malino 2024 kembali digelar dengan mengangkat tema “Harmony of Malino” yang memiliki makna keseimbangan dan dibuka ...
News13 Juli 2024 10:52
PT GMTD Bagikan 100 Paket Nasi Box di Sekitaran Kawasan Tanjung Bunga
MAKASSAR – PT GMTD Tbk melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membagikan 100 paket nasi kotak di sekitaran kawasan T...
Peristiwa13 Juli 2024 10:38
Dua Remaja Maros yang Tenggelam di Air Terjun Jami Ditemukan Meninggal
MAKASSAR – Kurang dari 24 jam setelah melaksanakan upaya pencarian terhadap dua warga Maros. Tim Sar gabungan menemukan kedua korban setelah mel...