Logo Lintasterkini

Hasanuddin Leo Ajak Warga Mengetahui Hak dan Kewajiban dalam Perda Penyelenggaraan Pendidikan

Muh Syukri
Muh Syukri

Sabtu, 19 Februari 2022 22:24

Hasanuddin Leo Ajak Warga Mengetahui Hak dan Kewajiban dalam Perda Penyelenggaraan Pendidikan

MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo mengawali kegiatan kedewanan tahun 2022 dengan menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) angkatan 1 tahun anggaran 2022.

Sosialisasi Perda yang dilakukan Hasanuddin Leo terkait Perda Kota Makassar Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel Travellers Phinisi Makassar, Jalan Lamadukelleng Buntu, Sabtu (19/2/2022).

Menurutnya, Perda tersebut masih sangat perlu lebih lanjut untuk di sosialisasikan karena mengatur tentang hak dan kewajiban apakah sebagai guru, orang tua dan selaku masyarakat secara keseluruhan.

“Ini juga menjadi hal yang wajar untuk diketahui karena kita adalah objek sekaligus subjek. Sesungguhnya setiap peraturan ada dua hal yang selalu di bahas dan dibicarakan yaitu persoalan hak dan persoalan kewajiban,” ujarnya.

Legislator PAN Makassar tiga periode ini berharap dengan sosialisasi ini adanya kesepahaman antara orang tua, terkait dengan bagaimana sebenarnya bentuk penyelenggaraan pendidikan itu sendiri sehingga bisa paham apa yang menjadi hak dan kewajibannya.

“Oleh karena itu, banyak hal yang bisa menjadi catatan untuk pemerintah, utamanya adalah terkait dengan keluhan sarana, termasuk kurikulum. Pemerintah juga harus tau kemampuan orang tua secara keseluruhan, karena ada orang yang sama sekali tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya, nah disitulah pemerintah hadir disitu,” terangnya.

Dalam sosialisasi Perda kali ini menghadirkan dua narasumber, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Aminuddin Tarawe dan Akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Andi Tamsil.

Menurut Aminuddin dalam Perda penyelenggaraan pendidikan ini yang dibahas cuma dua yaitu hak dan kewajiban. Jadi ada hak dan kewajiban peserta didik, orang tua, masyarakat dan pemerintah.

“Jadi setiap peserta didik berhak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, pendidikan agama sesuai yang dianut, pendidikan khusus bagi yang memiliki kekurangan fisik dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara, Andi Tamsil menambahkan dalam hasil penelitian yang ditemukan tiga tahun lalu, bahwa Kedepan profesi yang pertama kali ditinggal adalah guru dan dosen.

“Karena efek kecanggihan teknologi semua yang dikerjakan oleh tenaga pendidik, itu semua ada di google. Makanya di era sekarang banyak orang tua kelabakan dalam mendidik anaknya. Makanya sangat tepat itu apa yang telah disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa setiap orang guru dan setiap tempat adalah sekolah,” pungkas Tamsil. (*)

 Komentar

 Terbaru

News25 September 2022 20:04
Yasir Machmud: Anggaran KONI Sulsel Sesuai Peruntukannya
MAKASSAR – Sebanyak Rp 5 Milyar anggaran KONI Sulsel untuk tahun 2022 yang dipertanyakan oleh anggota DPRD Sulsel, ditanggapi oleh Yasir Machmud...
Hukum & Kriminal25 September 2022 17:12
Bekuk Pengedar Narkoba Asal Sidrap, Polisi Nyamar Jadi Pembeli
SIDRAP – Aparat kepolisian berhasil menangkap seorang pengedar narkoba asal Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial AM alias Bidin (52). P...
Wisata dan Budaya25 September 2022 16:39
Sunset Keren di Pantai Indah Bosowa yang Eksotik
MAKASSAR – Pantai Indah Bosowa selalu memberikan keindahan yang eksotik. Apalagi pada sore hari kalian bisa sunset keren di tempat ini. Suasana ...
News25 September 2022 13:29
Satpolair Polres Bontang Amankan Pria Asal Barru Serta 30 Kg Daging Penyu
BONTANG – Aparat Satpolair Polres Bontang menangkap pelaku perburuan penyu dilindungi berinisial R (50), Jumat (23/9/2022). Dari tangan pria asa...