Logo Lintasterkini

Jelang Ramadan, Polrestabes Makassar Akan Intens Razia Petasan

Muh Syukri
Muh Syukri

Jumat, 20 Mei 2016 02:53

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono.

MAKASSAR –  Jelang Bulan Ramadan, yang jatuh pada awal Juni mendatang, Pihak Polrestabes Makassar dalam waktu dekat ini akan mulai intens menggelar razia, guna mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat.

Apalagi, Bulan Suci Ramadan kerap disemarakkan dengan hingar bingar ledakan petasan dan mulai menjamurnya pedagang petasan. Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Besar (Kapolrestabes) Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono, yang dikonfirmasi kemarin.

Dengan demikian, kata dia, pihaknya akan mengsterilkan wilayah hukum Kota Makassar dari petasan jelang Bulan Suci Ramadan.

‎”Kami akan sterilkan makassar melalui razia petasan di tengah masyarakat menjelang datangnya Bulan Ramadan 2016,guna meng‎antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, apalagi berupa petasan‎, dan jika ada petasan ditemukan maka langsung disita, apalagi tak mengantongi izin penjualan,” kata Rusdi.

Menurut dia, dalam razia nanti akan diturunkan personil dari Polrestabes Makassar, begitupun Polsek, juga akan menggelar razia di wilayahnya masing-masing.

Hal itu dilakukan agar Makassar aman dari gangguan letusan petasan, serta gangguan kamtibmas lainnya.”Terkecuali kembang api itu tak menjadi masalah, Tapi jika petasan maka tentunya akan diproses,” tegas Rusdi.

‎Razia yang akan digelar tambahnya, tak sampai dibeberkan dan personil turun secara tiba-tiba.”Yang jelas kami akan razia dan itu kami lakukan secara tiba-tiba dan menyasar penjual petasan yang berada di wilayah hukum kami,” tandasnya.

Biasanya, kata dia, modus operandi para pedagang petasan itu dilakukan secara diam-diam tanpa memajang produk petasannya secara terbuka kepada konsumen.

“Biasanya yang dipajang cuma kembang api saja, yang kira-kira tidak bahaya. Namun belakangan saat pembelinya meminta petasan iapun baru mengeluarkan petasannya,” jelas Rusdi.

Dikatakan pihaknya saat ini masih mengintensifkan patroli untuk merazia produk petasan yang dianggap berbahaya dan mengusik suasana Ramadan.

“‎Pelaku yang terbukti bersalah memperjualbelikan petasan, akan dijerat UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang menyimpan bahan peledak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun,” kuncinya.(*)

 

 Komentar

 Terbaru

Nasional20 Februari 2024 23:54
Ini Harapan AMSI Terhadap Pengesahan Perpres Publishers Rights
JAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 ...
News20 Februari 2024 22:56
Puncak Acara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidenreng Rappang, Forkopimda Kompak Hadir
SIDRAP – Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah, S.I.K.M.H bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap Ny Siska Erwin Syah hadiri Puncak Acara Peringatan H...
Peristiwa20 Februari 2024 21:05
Mobil Bak Terbuka Kecelakaan di Gowa, 1 Tewas
GOWA – Lantaran berusaha menghindari kendaraan lain dari arah berlawanan, sebuah mobil bak terbuka yang mengangkut delapan penumpang masuk jurang se...
Hukum & Kriminal20 Februari 2024 20:29
Miris, Santri di Makassar Meregang Nyawa Dianiaya Temannya
MAKASSAR – Nasib malang menimpa AR (14), seorang santri di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Imam Ashim Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel)....