Logo Lintasterkini

Ada Apa dengan Moge?

Herwin Bahar
Herwin Bahar

Selasa, 20 September 2022 12:56

Ilustrasi- Moge dan Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda
Ilustrasi- Moge dan Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda

PUBLIK saat ini sedang mengomentari soal ada Kasat Lantas di Kota Makassar yang meminta maaf usai memberikan statement terkait dengan Motor Gede (Moge). Statement itu dibuat di Mapolrestabes Makassar usai melakukan razia terhadap knalpot brong atau bersuara bising di beberapa lokasi di Makassar, Minggu (18/9/2022) malam lalu.

Lalu apa yang salah hingga harus minta maaf? Ternyata, polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP ) ini sempat memberikan statement bahwa bukan hanya motor biasa yang akan ditindak soal brong, tetapi juga akan menindak Motor Gede (Moge).

Terutama Moge yang tidak teregistrasi di Samsat. Masih di statement itu, AKBP Zulanda – Kasat Lantas Polrestabes Makassar – ini juga memberikan ultimatum 7×24 jam kepada pemilik Moge untuk segera meregistrasi kendaraan mereka dan juga membayar pajak.

Sebenarnya, apa yang salah dengan statement itu? Statemen tegas itu sebenarnya sudah tepat, untuk memberikan persepsi masyarakat bahwa polisi tidak pandang bulu dalam menindak pelanggaran lalulintas.

Hal itu sudah berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia. Dasar hukumnya terdapat di Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 74. Disebutkan, kendaraan bermotor yang telah diregistrasi dapat dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor atas dasar: a. permintaan pemilik Kendaraan Bermotor; atau b. pertimbangan pejabat yang berwenang.

Sementara pada ayat 2 Pasal 74 disebutkan, penghapusan registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dapat dilakukan jika kendaraan bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan atau pemilik Kendaraan Bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

Polri juga menerbitkan Peraturan Kepolisian 7 tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Peraturan ini mencabut Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penomoran Kendaraan Bermotor; dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 209),

Peraturan Kepolisian ini menegaskan bahwa setiap Ranmor wajib diregistrasikan. Meliputi: Registrasi Ranmor baru; Registrasi perubahan identitas Ranmor dan pemilik; Registrasi perpanjangan Ranmor; dan/atau Registrasi pengesahan Ranmor.

Registrasi Ranmor dilakukan melalui Regident Ranmor. Dilaksanakan pada unit pelaksana Regident Ranmor di Korlantas Polri; unit pelaksana Regident kepemilikan Ranmor di Polda atau Polres; dan unit pelaksana Regident pengoperasian Ranmor di Samsat.

Lalu apa yang salah hingga harus minta maaf? Apakah salah jika seorang perwira kepolisian yang notabene Kasat Lantas mengingatkan dan menegakkan suatu aturan? Lalu kenapa beliau harus minta maaf dengan alasan tidak mengetahui informasi terbaru terkait Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Sebenarnya publik sudah cerdas menyikapi hal ini. Bukan tidak mungkin, belasan hingga puluhan telepon sudah masuk ke ponsel sang Kasat Lantas ini. Entah mendukung penegakan aturan ataukah malah memintanya untuk menarik statement yang dilontarkan terkait ketegasannya terhadap Moge.

Ada apa dengan Moge? Giliran tegas dengan Moge, harus minta maaf?

Terlepas dari itu semua, aturan tetap harus ditegakkan. Siapa pun harus menegakkan aturan tanpa terkecuali. Dipihak lain, polisi sebagai penegak hukum wajib menegakkan hukum secara merata dan juga tanpa pandang bulu.

Jika memang ada Moge yang kedapatan tidak teregistrasi atau tidak membayar pajak lebih dari 2 tahun, sudah kewajiban polisi untuk menindak dan menegakkan aturan dengan baik. Polisi yang menegakkan aturan harus didukung dan diapresiasi. Sebaliknya jika tidak menegakkan aturan secara adil, patut dicurigai ada apa-apanya….!!!

 Komentar

 Terbaru

News29 September 2022 16:13
Fatma Wahyudin Minta Ojol Day Setiap Selasa Ditinjau Ulang
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyudin meminta penerapan Ojol Day setiap Selasa untuk ditinjau ulang. Khususnya pemberlakuannya u...
News29 September 2022 15:21
Operasi Zebra 2022, Ini Tujuh Prioritas Pelanggaran
MAKASSAR – Polri kembali melaksanakan operasi Zebra 2022. Pelaksanaannya mulai pada 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022, serentak di seluruh Indone...
Hukum & Kriminal29 September 2022 14:04
Dikejar OTK Pakai Busur, Dua Remaja di Makassar Luka Serius
MAKASSAR – Nasib nahas menimpa dua remaja yakni RR (18) dan W (18). Keduanya mengalami luka akibat terjatuh dari motor setelah dikejar OTK (oran...
News29 September 2022 08:26
Pemkot Makassar Siapkan 53 Unit Kendaraan Damtor
MAKASSAR – Pemkot Makassar bakal menyediakan kendaraan pemadam kebakaran motor (damtor). Penyediaannya melalui Dinas Pemadam kebakaran dengan ma...