Logo Lintasterkini

Anggota Komisi III DPR RI Frederik Kalalembang Minta Jaksa Agung Perkuat Criminal Justice System agar Penegak Hukum Tak Saling Berkompetisi

Muh Syukri
Muh Syukri

Rabu, 21 Januari 2026 14:39

RDPU Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung dan sejumlah Kajati se Indonesia di ruang rapat Komisi III di Senayan Jakarta
RDPU Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung dan sejumlah Kajati se Indonesia di ruang rapat Komisi III di Senayan Jakarta

JAKARTA – Sorotan terhadap soliditas penegakan hukum nasional mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Kejaksaan Agung. Dalam forum tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang, secara tegas meminta penguatan kembali Criminal Justice System (CJS) agar seluruh aparat penegak hukum berjalan dalam satu sistem yang utuh dan saling melengkapi. RDPU tersebut digelar di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dalam forum yang dihadiri langsung Jaksa Agung RI ST Burhanuddin tersebut, Frederik menegaskan bahwa CJS sejatinya dibangun untuk menciptakan kerja bersama antarlembaga penegak hukum, bukan untuk melahirkan rivalitas kewenangan. Menurutnya, ketika sistem berjalan terpisah dan dilandasi ego sektoral, keadilan justru menjadi korban.

“Dulu kita kompak betul karena Criminal Justice System itu sangat aktif berjalan,” tutur Frederik, yang lima tahun lalu pensiun dari institusi kepolisian. Ia menilai, kekompakan antarlembaga penegak hukum pada masa lalu menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Frederik kemudian menyoroti dinamika hubungan institusi penegak hukum saat ini. Ia mencontohkan peristiwa dalam persidangan mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Selatan, di mana jaksa menghadirkan tentara untuk melakukan pengawalan hingga ke ruang sidang. Menurutnya, langkah tersebut memicu respons luas dari masyarakat.

“Bukan saya bilang itu salah, tapi adanya tentara sampai masuk ke ruang sidang itu mendapat protes habis-habisan dari publik,” ujar politikus Partai Demokrat itu. Ia menekankan pentingnya sensitivitas institusional agar setiap langkah penegakan hukum tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Frederik mendorong aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan dan kepolisian, untuk terus membangun komunikasi yang intens dan konstruktif. Ia menegaskan bahwa kedua institusi tersebut tidak dapat dipisahkan karena hampir setiap hari bersinggungan langsung dalam proses penanganan perkara pidana.

“Kadang-kadang ada perkara yang bolak-balik dari polisi ke jaksa maupun sebaliknya. Apalagi dengan pemberlakuan KUHP yang baru, ini menuntut penyelesaian perkara di atas meja dengan sebaik-baiknya. Kalau saling ngotot-ngototan, tidak akan selesai. Yang kalah jadi abu dan yang menang jadi arang,” imbuh Frederik.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang saat menyerahkan berkas aduan masyarakat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, di ruang rapat gedung DPR RI, Jakarta

Dalam kesempatan yang sama, Frederik juga menyampaikan laporan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, terkait aduan masyarakat mengenai dugaan hilangnya barang bukti dalam penanganan suatu perkara. Ia berharap laporan tersebut ditindaklanjuti secara profesional dan transparan sebagai bagian dari komitmen memperkuat integritas Criminal Justice System dan menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. (*)

 Komentar

 Terbaru

News22 Januari 2026 21:46
Luwu–Toraja Satu Rumpun Peradaban, Frederik Kalalembang: Sudah Saatnya Disatukan
JAKARTA — Gagasan pembentukan provinsi baru selalu berangkat dari akar sejarah, kebutuhan objektif daerah, serta kesiapan sosial masyarakatnya. Dala...
Nasional22 Januari 2026 18:48
Panglima TNI Tinjau Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut, Jawa Barat
GARUT – Panglima TNI melaksanakan peninjauan ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 890/Gardha Sakti di Desa Cijayana, Kecamata...
Ekonomi & Bisnis22 Januari 2026 10:17
Best Western Plus Makassar Beach Hadirkan Best January Culinary Stay Paket Menginap Nyaman dengan Sajian Kuliner Istimewa
MAKASSAR – Mengawali tahun 2026, Best Western Plus Makassar Beach menghadirkan penawaran spesial bertajuk Best January Culinary Stay, sebuah pak...
Ekonomi & Bisnis22 Januari 2026 10:09
Phinisi Hospitality Indonesia Hadirkan Beyond the Moment, Early Season Wedding Promo di HoRe Expo PHRI 2026 Claro Makassar
MAKASSAR – Phinisi Hospitality Indonesia (PHI), grup perhotelan nasional yang menaungi Claro Makassar, The Rinra Makassar, Dalton Makassar, dan ...