Logo Lintasterkini

Luwu–Toraja Satu Rumpun Peradaban, Frederik Kalalembang: Sudah Saatnya Disatukan

Muh Syukri
Muh Syukri

Kamis, 22 Januari 2026 21:46

Anggota Komisi 3 DPR RI, Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang
Anggota Komisi 3 DPR RI, Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang

JAKARTA — Gagasan pembentukan provinsi baru selalu berangkat dari akar sejarah, kebutuhan objektif daerah, serta kesiapan sosial masyarakatnya. Dalam konteks Luwu dan Toraja, wacana penyatuan kedua wilayah ini dinilai memiliki dasar yang kuat karena tumbuh dari satu rumpun peradaban yang sama dan hubungan antardaerah yang telah terbangun sejak lama.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang, menegaskan bahwa penyatuan Luwu dan Toraja bukanlah gagasan emosional, melainkan pemikiran yang berangkat dari fakta sejarah dan realitas sosial di lapangan.

“Saya sependapat jika Luwu dan Toraja bersatu dalam satu provinsi. Ini bukan sekadar wacana pemekaran, tetapi upaya mengembalikan satu kesatuan wilayah yang sejak dulu memiliki ikatan kuat,” ujar Frederik yang juga merupakan Ketua Umum IKatan Keluarga Toraja Nusantara (IKaTNUS).

Ia menjelaskan, dalam sejarah Sulawesi Selatan, Tana Toraja dikenal sebagai wilayah penyangga Kedatuan Luwu, kerajaan tertua di kawasan tersebut. Masyarakat Toraja yang disebut To Riaja atau orang gunung merupakan bagian penting dari struktur sosial dan sistem kekuasaan Luwu pada masa lalu.

“Toraja dan Luwu itu tidak bisa dipisahkan dari sisi sejarah. Toraja adalah bagian dari sistem peradaban Luwu sejak masa Kedatuan,” tegasnya.

Memiliki Kesamaan Akar Budaya

Kesamaan akar budaya menjadi penguat utama gagasan tersebut. Frederik menyebut Sureq La Galigo sebagai fondasi nilai dan mitologi yang sama-sama hidup di tengah masyarakat Luwu dan Toraja. Selain itu, keberadaan rumah adat Tongkonan di Bastem, Kabupaten Luwu, menjadi bukti nyata kesamaan struktur sosial dan budaya.

“La Galigo dan Tongkonan adalah bukti bahwa Luwu dan Toraja memiliki akar budaya yang sama, bukan dua kebudayaan yang terpisah,” terangnya.

Dari sisi sosial, hubungan kekerabatan lintas wilayah telah terjalin lama, khususnya di daerah perbatasan seperti Walenrang, Lamasi, Bastem, dan Masamba. Kedua wilayah juga memiliki sejarah perlawanan yang sama terhadap penjajahan Belanda.

“Ikatan keluarga antara masyarakat Luwu dan Toraja itu nyata dan masih hidup sampai sekarang. Ini modal sosial yang sangat kuat,” lanjut Frederik.

Ia juga menyoroti keterhubungan ekonomi tradisional antara wilayah pesisir Luwu dan dataran tinggi Toraja. Sejak dulu, kedua wilayah saling bergantung dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan jalur perdagangan.

“Wilayah pegunungan dan daratan rendah itu saling melengkapi. Kalau disatukan dalam satu provinsi, kekuatan ekonominya justru akan lebih seimbang,” jelasnya.

Terkait wacana pemekaran wilayah, termasuk rencana pembentukan Kabupaten Toraja Barat di Tana Toraja dan Toraja Utara, Frederik menilai hal tersebut dapat tetap berjalan. Namun, ia menekankan bahwa persatuan Luwu–Toraja dalam satu provinsi akan memperkuat sinergi pembangunan antardaerah.

“Pemekaran boleh jalan, tetapi visi besarnya tetap persatuan. Provinsi Luwu–Toraja akan menjadi ruang bersama bagi wilayah pegunungan dan pesisir untuk tumbuh saling mendukung,” pungkasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Nasional22 Januari 2026 18:48
Panglima TNI Tinjau Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut, Jawa Barat
GARUT – Panglima TNI melaksanakan peninjauan ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 890/Gardha Sakti di Desa Cijayana, Kecamata...
Ekonomi & Bisnis22 Januari 2026 10:17
Best Western Plus Makassar Beach Hadirkan Best January Culinary Stay Paket Menginap Nyaman dengan Sajian Kuliner Istimewa
MAKASSAR – Mengawali tahun 2026, Best Western Plus Makassar Beach menghadirkan penawaran spesial bertajuk Best January Culinary Stay, sebuah pak...
Ekonomi & Bisnis22 Januari 2026 10:09
Phinisi Hospitality Indonesia Hadirkan Beyond the Moment, Early Season Wedding Promo di HoRe Expo PHRI 2026 Claro Makassar
MAKASSAR – Phinisi Hospitality Indonesia (PHI), grup perhotelan nasional yang menaungi Claro Makassar, The Rinra Makassar, Dalton Makassar, dan ...
News21 Januari 2026 14:39
Anggota Komisi III DPR RI Frederik Kalalembang Minta Jaksa Agung Perkuat Criminal Justice System agar Penegak Hukum Tak Saling Berkompetisi
JAKARTA – Sorotan terhadap soliditas penegakan hukum nasional mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Kejaks...