Logo Lintasterkini

Pemerintah Rapat Internal Bahas Nasib Tenaga Honorer

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Jumat, 21 September 2018 22:29

Rapat internal Pemerintah membahas nasib tenaga honorer.
Rapat internal Pemerintah membahas nasib tenaga honorer.

JAKARTA – Guna menjaga komitmen perwujudan sistem merit dalam birokrasi Pemerintah Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PP P3K). Itu ditegaskan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko usai rapat internal dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK).

Rapat internal ini turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syarifuddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro. Pertemuan tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5/2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menyebutkan bahwa ASN terdiri dari dua, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Saat ini, Pemerintah tengah melakukan penataan SDM Aparatur, dengan tujuan mewujudkan ASN yang profesional dan berdaya saing.

“Karena itu, maka rekrutmen CPNS yang dilakukan tahun 2018 ini diarahkan untuk mencari putra-putri terbaik bangsa, yang dilakukan melalui seleksi yang terbuka, adil, obyektif, transparan, dan bebas dari KKN,” tutur Moeldoko.

Kata Moeldoko, saat ini terdapat masalah ketidakjelasan status mereka yang saat ini bekerja di birokrasi, tetapi bukan berstatus PNS. Contoh kasus di bidang pendidikan terdapat 735.825 guru non PNS yang bekerja di sekolah negeri tanpa ada kepastian status (honorer).

Contoh kasus lainnya, adanya sebanyak 12.500 Tenaga Penyuluh Kontrak Kementerian Pertanian, yang disebut Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) yang bernasib sama dengan guru honorer. Tenaga-tenaga fungsional itu telah mengabdi hingga belasan tahun tanpa ada kepastian terhadap nasib mereka di kemudian hari.

“Hal ini dapat diselesaikan antara lain dengan opsi status PPPK yang dari aspek tertentu lebih fleksibel dibandingkan dengan PNS,” ujur Moeldoko, yang juga memiliki gelar Doktor Bidang Ilmu Administrasi Negara dari Universitas Indonesia.

Selain itu, terdapat 5.359 dosen dan tenaga pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) yang hak keuangannya masih di bawah Upah Minimum Regional. Selain untuk guru, Penyuluh THL-TBPP serta honorer lainnya, Peraturan Pemerintah ini juga bisa menjadi jawaban untuk gaji layak bagi dosen PTNB.

“Sehingga kedepan, kualitas pendidikan tinggi kita bisa semakin berdaya saing. Masa orang dengan gelar Master atau Doktor kita gaji di bawah UMR. Ini kita perbaiki,” tegas Moeldoko. (*)

Penulis : Slamet

 Komentar

 Terbaru

Wujudkan Zona Integritas, Kapolres Takalar Cek Pelayanan Terpadu Polres
News26 Januari 2021 23:12
Wujudkan Zona Integritas, Kapolres Takalar Cek Pelayanan Terpadu Polres
"Kita telah mencanangkan Polres Takalar untuk menjadi zona integritas WBK-WBBK, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin prima," ujar Kapolres Tak...
Gudang Toko Sepeda di Makassar Terbakar
Peristiwa26 Januari 2021 22:56
Gudang Toko Sepeda di Makassar Terbakar
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Diduga kuat, api berasal dari arus pendek listrik di dalam bangunan itu....
Kasus Covid-19 Tembus Sejuta, Gawat, Tempat Tidur Pasien Hampir Penuh
Bersama Melawan Covid-1926 Januari 2021 22:41
Kasus Covid-19 Tembus Sejuta, Gawat, Tempat Tidur Pasien Hampir Penuh
"Saat ini BOR (Bed Occupancy Rate) atau tingkat keterisian tempat tidur kita sudah pada posisi 80% ke atas. Sehingga ada kemungkinan beberapa masyarak...
Peduli Unismuh Fokus Pemulihan Psikososial Anak Usia Sekolah di Sulbar
Dunia Kampus26 Januari 2021 22:32
Peduli Unismuh Fokus Pemulihan Psikososial Anak Usia Sekolah di Sulbar
"Saat konsultasi, Pak Rektor mengingatkan untuk saling membantu sesama manusia, penghuni jagat raya ini. Beliau mengingatkan betapa pentingnya saling ...