Logo Lintasterkini

Federasi Serikat Guru Minta Pemerintah Tunda Sekolah Tatap Muka

Andi Nur Isman
Andi Nur Isman

Rabu, 23 Juni 2021 09:27

Federasi Serikat Guru Minta Pemerintah Tunda Sekolah Tatap Muka

JAKARTA — Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk tidak ngotot menerapkan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru nanti.

 

Pelonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pascalibur Lebaran menjadi pertimbangan mereka.

Satgas Covid-19 mencatat kasus konfirmasi positif secara nasional bertambah 14.536 pada Senin (21/6/2021). Total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.004.445 kasus.

Dari angka tersebut, 12,5 persen yang terinfeksi Covid-19 adalah usia anak.

Adapun angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia sudah tertinggi di dunia, yaitu tiga sampai lima persen, di mana delapan kasus yang positif covid di Indonesia, satu adalah usia anak.

Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan, melonjaknya kasus seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk segera menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah daerah yang positivity rate-nya di atas 5 persen.

“Penghentian harus segera dilakukan agar jumlah anak yang berpotensi terinfeksi Covid-19 dapat ditekan, termasuk pendidik (guru) wajib juga dilindungi dari penularan Covid-19,” kata Heru di Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Dia menegaskan, jika kasus terus melonjak dan sulit dikendalikan, maka pemerintah daerah wajib menunda pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022 yang dimulai 12 Juli 2021.

Mengingat, kasus sangat tinggi dan positivity rate di sejumlah daerah di atas 5 persen, bahkan ada yang mencapai 17 persen.

Kondisi tersebut menurut Heru, sangat tidak aman untuk membuka sekolah tatap muka.

Sementara itu, Wakil Sekjen FSGI Mansur menyebut, untuk wilayah dengan positivity rate di bawah 5 persen, Pemda bisa saja membuka PTM apabila mereka memiliki mekanisme kontrol yang langsung ke sekolah.

Mansur mengemukakan, data faktual tentang kesiapan sekolah harus tersedia dengan benar.

Data lokasi/zona sekolah dan kondisi geografis lingkungan sekolah diperoleh, terangnya, barulah pemerintah bisa memberikan izin sekolah untuk tatap muka terbatas (bisa uji coba 25 persen atau 50 persen).

“Selama pelaksanaan uji coba itulah dilakukan pemantauan langsung untuk bisa melanjutkan PTM,” pungkas Mansur.(*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal26 Juli 2021 23:52
Dalam Sepekan, Satuan ResNarkoba Polres Pinrang Ungkap Empat Kasus
PINRANG – Dalam sepekan, Satuan ResNarkoba Polres Pinrang berhasil mengungkap 4 kasus penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Dari pengungkapan te...
News26 Juli 2021 23:36
Gempa Bumi Susulan Kembali Guncang Sulteng, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
TOJO UNA-UNA– Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan berkekuatan magnitudo 6,5 pada h...
Hukum & Kriminal26 Juli 2021 20:40
Tak Terima Diputuskan, Dua Pemuda di Makassar Bakar Mobil Milik Mantan Pacarnya
MAKASSAR– Seorang pria berinisial MA (25) terpaksa harus meringkuk dibalik jeruji besi Mapolrestabes Makassar lantaran nekat membakar mobil mili...
News26 Juli 2021 20:18
PPKM Level 4 di Makassar: Kegiatan di Rumah Ibadah Tidak Dibolehkan
MAKASSAR — Aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Makassar sudah dikeluarkan. Rumah ibadah belum dibolehkan berk...