Logo Lintasterkini

AMSI Rumuskan Strategi Dorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Online

Budi S
Budi S

Minggu, 24 Januari 2021 17:26

Rakernas AMSI Indonesia 2021 berlangsung virtual.
Rakernas AMSI Indonesia 2021 berlangsung virtual.

JAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021. Berlangsung secara virtual, Sabtu (23/01/2021) diikuti 65 peserta.

Rakernas kali ini merumuskan program kerja yang akan dilaksanakan dalam setahun ke depan. Para peserta yang merupakan perwakilan wilayah dalam kesempatan ini, diminta memaparkan kondisi internal dan eksternal.

Menurut Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut, pembahasan internal organisasi itu sangat penting. Agar ke depan lebih profesional.

Sedangkan pembahasan eksternal itu, untuk mendorong ekosistem digital yang lebih sehat.

“Lanskap media saat ini lebih rumit, sisi bisnis dan distribusi menjadi komoditi terbesar yang tidak seluruhnya dikuasai oleh media tapi menjadi ceruk bisnis bagi platform. AMSI harus membantu menjaga agar ekosistem digital ini lebih fair untuk media online,” kata Wenseslaus yang juga Chief Content Officer Kapan Lagi Youniverse ini.

Seraya yang dikatakan Sekjen AMSI, Wahyu Dhyatmika. Dia menyatakan pentingnya pembahasan internal dan eksternal guna membangun persepsi yang sama antara pengurus pusat dan wilayah.

“Menyinkronkan kebutuhan program AMSI nasional dan AMSI wilayah diperlukan agar terbangun persepsi yang searah dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai,” ujar Pemimpin Redaksi Majalah Tempo ini.

Sementara itu, perwakilan Majelis Etik, Yosep Adi Prasetyo berharap agar AMSI dapat mengubah cara berpikir sebagai organisasi perusahaan pers.

“AMSI perlu mengubah cara berpikir dari wartawan menjadi cara berpikir pebisnis untuk kesejahteraan pers. Karena itu diperlukan Panduan dan Prinsip Etika Bisnis perusahaan-perusahaan media siber,” imbuhnya.

Yosep yang merupakan mantan Ketua Dewan Pers ini juga bilang, jika panduan organisasi kelak, tidak hanya berisi nilai-nilai. Tetapi juga mencakup kebijakan, etika hingga prinsip bisnis anggota AMSI.

Termasuk mengurai soal sanksi. “AMSI perlu panduan dan prinsip etika bisnis yang mempertajam etika AMSI sebagai asosiasi perusahaan pers. Pada dasarnya AMSI adalah organisasi non profit, namun juga perlu meluaskan misi agar profitable,” harap dia.

Dalam sempatan ini juga, Perwakilan Badan Pertimbangan dan Pengawas AMSI, I’in Yumiyanti angkat bicara. Dia mengatakan, sebagai organisasi pers, AMSI perlu melakukan inisiatif-inisiatif baru sebagai rintisan. Bertujuan untuk memperkuat organisasi.

Baginya, langkah strategis tersebut penting dilakukan untuk membantu anggota agar survive dari krisis akibat Pandemi COVID-19. Dan tetap bisa menjalankan marwah pers yang independen, serta dapat dipercaya publik.

“Penguatan kapasitas anggota mencakup segi editorial, cek fakta, dan bisnis, perlu diluaskan sampai anggota yang berada di wilayah-wilayah. Agar tercapai pemerataan kualitas media dan keberlangsungan bisnis media anggota AMSI,” tutur I’in.

I’in menambahkan, untuk meningkatkan kredibilitas dan program eksisting, Cek Fakta AMSI harus menjadi brand “member Cek Fakta AMSI”. Sehingga ke depan menjadi kuat sebagai jaminan mutu anggota AMSI.

Selain itu, I’in menekankan AMSI perlu memberi perhatian serius terhadap kesejahteraan dan masalah-masalah penting wartawan.

“Meskipun AMSI beranggotakan perusahaan pers bukan beranggotakan wartawan, perlu diingat wartawan merupakan pilar utama pers,” pungkas Wakil Direktur Detiknetwork ini.

Rakernas yang berlangsung selama 9 jam ini, berhasil merumuskan langkah-langkah strategis organisasi untuk penguatan internal dan eksternal organisasi.

Tim Internews membantu proses persiapan, serta Erwien Djayoesman (M&E Specialist) dan Firmansyah Syamsi (Media Engagement Specialist) menjadi fasilitator utama rakernas tahun ini.

 Komentar

 Terbaru

LPPM ITB Kalla Dorong Komitmen Kolaborasi Riset Dosen Pemula
Dunia Kampus08 Maret 2021 20:01
LPPM ITB Kalla Dorong Komitmen Kolaborasi Riset Dosen Pemula
Untuk itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB Kalla menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Penelitian bagi Dosen Pemula ...
Dukung Ojol Day, Dirut Bantah Tarif Parkir Rp150 Ribu
News08 Maret 2021 19:58
Dukung Ojol Day, Dirut Bantah Tarif Parkir Rp150 Ribu
Sebagai pihak terkait, Haji Ilo mengaku telah berkomunikasi dengan Danny Pomanto. Membahas kesiapan regulasi pelaksanaannya....
Wali Kota Makassar Siap Berkantor Gunakan Jasa “Ojol Day” Tiap Selasa
News08 Maret 2021 17:23
Wali Kota Makassar Siap Berkantor Gunakan Jasa “Ojol Day” Tiap Selasa
Saat ini Danny Pomanto masih terus mengkaji secara teknis regulasi untuk menerapkan Ojol Day....
Kuasai Ribuan Obat Daftar “G”, Buruh Bangunan Dibekuk di Atap Rumah
Hukum & Kriminal08 Maret 2021 16:55
Kuasai Ribuan Obat Daftar “G”, Buruh Bangunan Dibekuk di Atap Rumah
Turut disita uang tunai Rp250 ribu di dalam laci lemari. Diduga merupakan hasil penjualan barang haram tersebut....