Logo Lintasterkini

Tilang Manual Dihapus, Tapi Jangan Bahagiah Dulu Yah

Herwin Bahar
Herwin Bahar

Senin, 24 Oktober 2022 10:37

ilustrasi - polisi
ilustrasi - polisi

JAKARTA – Tilang manual secara resmi dihapus oleh pihak kepolisian. Hanya saja, para pelanggar jangan langsung bahagia dengan aturan tilang manual yang dihapus.

Untuk diketahui, tilang manual dihapus berdasarkan Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

Dalam surat telegram itu mengatur agar jajaran Korlantas memaksimalkan penindakan melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforvement (ETLE) baik statis maupun Mobile. Kapolri juga meminta seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan prima serta menerapkan 3S (senyum, sapa, dan salam).

Hal tersebut dilakukan saat memberikan pelayanan mulai dari sentra loket Samsat, Satpas, penanganan kecelakaan lalu lintas, hingga pelanggaran lalu lintas.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan tidak adanya tilang manual pelanggaran tak kasatmata bisa ter-capture semua oleh ETLE atau masih bisa lolos?

Menanggapi hal itu, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan mengatakan, pelanggaran tak kasatmata ke depan akan tercapture semua oleh ETLE.

“Diharapkan dengan teknologi elektronik, proses penindakan hukum pelanggar lalu lintas bisa dilakukan dengan lebih cepat dan mudah, yaitu dengan memanfaatkan kamera ETLE yang aktif 24 jam penuh,” kata Brigjen Pol Aan (21/10/2022).

Sasaran penindakan ETLE di antaranya melanggar dengan tidak memakai sabuk pengaman, penggunaan pelat ganjil genap yang tidak sesuai aturan, menerobos lampu merah.

Kemudian melanggar rambu lalu lintas termasuk batas kecepatan di jalan tol, pelanggaran batas kecepatan kendaraan, kelebihan daya angkut dan dimensi.

Kendaraan yang melawan arus, tidak menggunakan helm, menggunakan ponsel saat berkendara, berboncengan lebih dari tiga orang.

Lalu, kendaraan yang menggunakan pelat nomor palsu serta tidak menyalakan lampu di siang hari untuk motor.

Dengan begitu, pelanggaran seperti knalpot brong, merokok di jalan, tidak menggunakan kaca spion dan sebagainya juga akan ditindak melalui ETLE.

Aan berharap ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas dapat meningkat sehingga keamanan serta kenyamanan berkendara semakin tercipta.

Pengendara yang terkena tilang lewat ETLE juga akan didenda dengan tetap mengikuti peraturan yang dalam Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Bagi kendaraan yang tidak menyalakan lampu di siang hari untuk motor didenda maksimal Rp 100.000. Pelanggaran ganjil genap, denda maksimal Rp 500.000. (*)

 Komentar

 Terbaru

News23 Mei 2024 09:20
10 Tanda Orang Cemburu pada Kehidupanmu
LintasTerkini.com – Cemburu adalah emosi manusia yang umum dirasakan, namun ketika orang di sekitar kita merasa cemburu pada kehidupan kita, hal...
News23 Mei 2024 08:15
Pj Gubernur Zudan Bersama Istri Sapa Pasien di RSKD Dadi Makassar
MAKASSAR – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Zudan Arif Fakrulloh, bersama istri, Ninuk Triyanti Zudan, meninjau pelayanan ...
News22 Mei 2024 21:33
Pj Bupati Pinrang Ikuti Rakornas Pengawasan Intern 2024 via VC
PINRANG — Penjabat (Pj) Bupati Pinrang H.Ahmadi Akil,SE,MM berkesempatan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern tahun ...
News22 Mei 2024 19:35
Satlantas Polres Sidrap Beri Edukasi Lalulintas ke Anak TK Negeri Pertiwi
SIDRAP – Kasat Lantas AKP Nawir, SE diwakili oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Sidrap AIPTU Suryadi menerima kunjungan Anak TK Negeri Pertiwi ...