Logo Lintasterkini

Diperlukan Kerjasama Lintas Sektoral Hadapi Berbagai Potensi Ancaman

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Kamis, 25 Maret 2021 18:45

Foccus Group Discussion (FGD) Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan (Rakorniskes) TNI tahun anggaran 2021 di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur.
Foccus Group Discussion (FGD) Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan (Rakorniskes) TNI tahun anggaran 2021 di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur.

JAKARTA — Menghadapi potensi ancaman kedaruratan nasional dan global di bidang penyakit infeksi baru, zoonosis, maupun ancaman penyalahgunaan agen biologi, diperlukan kerjasama dan kolaborasi lintas sektoral.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dalam sambutannya yang dibacakan Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H, M.H., M.Tr. (Han). Sambutan Panglima TNI disampaikan pada acara Foccus Group Discussion (FGD) Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan (Rakorniskes) TNI tahun anggaran 2021 di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa dalam berbagai kesempatan, TNI telah terlibat dalam berbagai kerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait. Kerja sama itu dalam upaya penanggulangan dampak bencana alam seperti banjir dan bencana non alam, yakni respon tanggap darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit.

Selain itu, mandat untuk meningkatkan kerjasama sipil dan militer dalam bidang pelayanan kesehatan dan pengendalian penyakit juga tertuang dalam hasil konferensi internasional dan table top exercise tentang Global Health Security yang disebut sebagai The Jakarta Call to Action (WHO, 2017).. Dikatakan, upaya peningkatan kerjasama militer dengan institusi sipil juga menjadi mandat dan komitmen militer regional Asia Tenggara, khususnya dalam hal pencegahan dan pengendalian ekstrimis dan aksi terorisme yang tertuang dalam ‘Joint Statement of Special ASEAN Defense Ministries’ Meeting on Countering Violent Extremism, Radicalization and Terrorism.

Menurut Hadi Tjahjanto, peran TNI dalam pencegahan penyalahgunaan agen biologi secara implisit dapat dikaitkan dengan Keputusan Presiden Nomor 63 tahun 2004 tentang pengamanan obyek vital nasional, pasal 1 ayat 1. Merujuk pada pasal 2 Keputusan Presiden tersebut, laboratorium biologi berpotensi dijadikan sebagai objek vital nasional.

“Karena ancaman atau sabotase terhadap laboratorium biologi dapat mengakibatkan bencana non alam, yaitu tersebarnya mikroorgansime patogen yang dapat menyebabkan wabah penyakit infeksi dan kematian banyak orang,” papar Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Jenderal TNI berpangkat 4 bintang ini menyampaikan bahwa berkaitan dengan ancaman bisa dikelompokkan menurut jenisnya menjadi ancaman Militer yang didukung kecanggihan teknologi informasi, senjata kimia, biologi, radiologi, nuklir dan bahan peledak 5 (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear and Explosive/CBRNE). Ancaman tersebut dapat digunakan untuk menyerang sasaran terpilih maupun sebagai pemusnah massal.

“Ancaman Non-Militer khususnya Bencana Alam dan Bencana Non-Alam dapat memiliki dampak yang sangat luas seperti bencana alam karena perubahan iklim, pandemi yang disebabkan oleh Virus atau bakteri seperti penyakit yang ditimbulkan Corona dan turunannya,” jelasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal20 Januari 2022 14:54
Polisi Tangkap Penyebar Video Mesum Pelajar di Tana Toraja
TORAJA – Aparat Reskrim Polres Tana Toraja melakukan penangkapan terhadap YP (22) karena diduga merekam dan menyebarkan video mesum. YP (22), ad...
News20 Januari 2022 13:30
Sampah di Jalan Deppasawi Dalam Dibersihkan, Warga Apresiasi Camat Tamalate
"Hampir setiap hari warga membuang sampah di lokasi tersebut karena melihat ada penumpukan sampah. Jadi warga mengira kalau tempat itu jadi tempat sam...
Hukum & Kriminal20 Januari 2022 10:08
Sempat Ditahan di Polres Palopo, Warga Palopo ini Minta Keadilan ke Presiden Jokowi
"Selama 56 hari dari sejak tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan tanggal 28 Februari 2021 saya ditersangkan membuat dan memalsukan surat kematian ole...
Hukum & Kriminal20 Januari 2022 01:35
Klinik Kecantikan di Makassar Ini Sudah Palsukan 100 Lembar Hasil PCR
Ia ditahan setelah disangkakan dugaan pemalsuan hasil tes PCR COVID-19. Pelaku diamankan Polrestabes Makassar di klinik miliknya pada Jumat (14/1/2022...