Logo Lintasterkini

Polisi Diminta Tindaki Sopir Bus Trans Sulawesi yang Ugal-ugalan

Muh Syukri
Muh Syukri

Rabu, 27 November 2013 21:25

ilustrasi bus
ilustrasi bus

ilustrasi bus

MAKASSAR – Sejumlah pihak meminta polisi tidak hanya menangkap pelaku pelemparan bus Trans Sulawesi, namun juga menindak bus yang melaju kencang dan ugal-ugalan di jalan. Pasalnya sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Wakil Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulsel, Andi Baso Tenri Gowa Rabu (27/11/2013) mengatakan, tidak sedikit penyebab aksi kejahatan dan pelemparan terhadap bus dikarenakan ulah sopir itu sendiri. Warga kesal karena para sopir ugal-ugalan dalam mengemudikan kendaraannya.

“Untuk itu perlu ada tindakan tegas kepada para sopir yang ugal-ugalan. Soalnya hal itu sangat membahayakan pengguna jalan lainnya. Salah satunya bisa menyebabkan kecelakaan atau warga tersambar bus,” ujar Andi Baso.

Hal senada dikatakan Fahri, Forum Pecinta Ketertiban Lalulintas (FPKL) Sulsel. Menurutnya, banyak keluhan warga akan aksi ugal-ugalan para oknum sopir bus yang tidak bertanggung jawab.

“Mereka melaju dengan kencang pada malam hari. Selain mengganggu kenyamanan warga yang sedang beristirahat, hal itu rawan menimbulkan kecelakaan lalulintas,” terangnya.

Sehingga, sambungnya, sopir yang ugal-ugalan di jalan juga harus diberikan sanksi tegas. Ini, katanya lagi, tugas kepolisian untuk menindaknya. (er)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal20 Januari 2022 14:54
Polisi Tangkap Penyebar Video Mesum Pelajar di Tana Toraja
TORAJA – Aparat Reskrim Polres Tana Toraja melakukan penangkapan terhadap YP (22) karena diduga merekam dan menyebarkan video mesum. YP (22), ad...
News20 Januari 2022 13:30
Sampah di Jalan Deppasawi Dalam Dibersihkan, Warga Apresiasi Camat Tamalate
"Hampir setiap hari warga membuang sampah di lokasi tersebut karena melihat ada penumpukan sampah. Jadi warga mengira kalau tempat itu jadi tempat sam...
Hukum & Kriminal20 Januari 2022 10:08
Sempat Ditahan di Polres Palopo, Warga Palopo ini Minta Keadilan ke Presiden Jokowi
"Selama 56 hari dari sejak tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan tanggal 28 Februari 2021 saya ditersangkan membuat dan memalsukan surat kematian ole...
Hukum & Kriminal20 Januari 2022 01:35
Klinik Kecantikan di Makassar Ini Sudah Palsukan 100 Lembar Hasil PCR
Ia ditahan setelah disangkakan dugaan pemalsuan hasil tes PCR COVID-19. Pelaku diamankan Polrestabes Makassar di klinik miliknya pada Jumat (14/1/2022...