Logo Lintasterkini

Gawat, Tak Ada Lagi Zona Hijau Covid-19 di Sulsel

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Minggu, 27 Desember 2020 20:51

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

MAKASSAR —Dalam pekan ini, angka kasus Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan signifikan.

Data yang dirilis Tim Satgas Penanaganan Covid-19 Sulsel menyebut total kasus di provinsi ini sebanyak 29.125 kasus, pasien yang sembuh sebanyak 24.233 kasus, dan yang meninggal dunia ada 578 kasus.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito di Makassar, Sabtu, (26/12/2020) mengungkapkan, sejak tanggal 20 Desember 2020, Sulsel tidak lagi memiliki wilayah zona hijau, Padahal sebelumnya, Palopo dan Tana Toraja termasuk dalam kategori zona hijau.

Dikatakan dia, kini mayoritas kabupaten/kota di Sulsel berada di zona oranye. Kata dia, Pinrang dan Tana Toraja berada di zona kuning dan justru Palopo yang bergeser ke zona merah.

“Mencermati kondisi tersebut, kami meminta pemerintah daerah untuk lebih serius melakukan pengendalian. Apalagi, ada tren lonjakan kasus setelah Pilkada serentak digelar pada 9 Desember 2020,” pesan Wiku.

[NEXT]

Diungkapkan Wiku, berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 28 kabupaten/kota yang menyebar di sejumlah provinsi di Indonesia, kini berada di zona oranye. Artinya, jika Pemda lengah sedikit daerah tersebut akan masuk zona merah.

“Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa skornya sudah mendekati zona merah,” sebut Wiku.

Wiku berharap kepala daerah dan masyarakat harus benar-benar serius menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Zonasi risiko yang sudah mendekati zona merah menandakan kondisi makin memburuk.

“Jangan lengah dalam penanganan Covid-19. Kalau masuk zona merah, maka semakin banyak masyarakat terancam keselamatannya,” katanya.

Wiku menginginkan pemda dan masyarakat bisa belajar dari situasi sebelumnya. Dimana saat pasca libur panjang, selalu terjadi lonjakan kasus.

Saat ini, kata Wiku, ada libur Natal dan Tahun Baru 2021 yang harus diwaspadai. Berkaitan hal tersebut, diharapkan Pemda melakukan pengetatan mobilitas warga dengan regulasi wajib tes swab antigen dan tes PCR antibody, demi mengantisipasi pemudik pada libur Natal dab Tahun Baru

 Komentar

 Terbaru

Melepas dan Menyimpan Masker Harus Memperhatikan Higienitas
Bersama Melawan Covid-1927 Februari 2021 02:51
Melepas dan Menyimpan Masker Harus Memperhatikan Higienitas
"Kedua hal ini dapat menjadi sumber infeksi bagi orang sekitarnya, maupun terpapar droplet dan aerosol dari lingkungan, dan dapat terhirup dan menjadi...
Vaksinasi COVID-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dimulai
Bersama Melawan Covid-1927 Februari 2021 02:47
Vaksinasi COVID-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dimulai
JAKARTA — Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah dimulai untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Jabodetabek pada 24 Februari 2021. Mekani...
TPP 19 OPD di Makassar Belum Cair, Termasuk Satpol PP, ini Alasannya
News26 Februari 2021 21:03
TPP 19 OPD di Makassar Belum Cair, Termasuk Satpol PP, ini Alasannya
Soal gaji ratusan pegawai kontrak lingkup Satpol PP, Rahmat menyebut, jika persediaan anggarannya sudah ada....
Arqam Azikin: DP Harus Evaluasi Kinerja dan Keuangan di Era Pj Wali Kota
News26 Februari 2021 19:04
Arqam Azikin: DP Harus Evaluasi Kinerja dan Keuangan di Era Pj Wali Kota
Selain itu, Arqam yang akrab disapa "Kaks" ini juga bilang, agar Danny-Fatma segera melakukan konsolidasi internal....