Logo Lintasterkini

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Poslantas Makassar

Muh Syukri
Muh Syukri

Senin, 31 Maret 2025 12:41

Tig orang diamankan diduga pelaku pelemparan molotov ke pos lantas
Tig orang diamankan diduga pelaku pelemparan molotov ke pos lantas

MAKASSAR – Polisi berhasil menangkap tiga pelaku pelemparan bom molotov di Pos Lalu Lintas (Poslantas) 705, yang terletak di perempatan Jalan AP Pettarani-Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Ketiga pelaku berinisial MRP alias Opah (19), MS alias Dans (19), dan FSD alias Nyong (18), ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Beruang, Makassar, dan Kabupaten Gowa, pada Jumat, 28 Maret 2025.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan bahwa motif para pelaku adalah menciptakan kerusuhan di Kota Makassar, terinspirasi oleh kerusuhan di beberapa kota lain akibat isu nasional.

“Para pelaku memang berniat membuat kekacauan. Mereka merencanakan aksi ini sambil mengonsumsi minuman keras,” ujar Arya dalam konferensi pers di Kantor Polrestabes Makassar, Minggu, 30 Maret 2025.

Peran Masing-Masing Pelaku

Menurut Arya, hanya dua pelaku yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat pelemparan terjadi, yakni Dans sebagai pengendara motor dan Nyong sebagai eksekutor bom molotov. Sementara itu, Opah, yang diduga sebagai otak dari aksi tersebut, tetap berada di rumah.

“Kami perlihatkan ketiga pelaku ini agar masyarakat tahu bahwa ada pihak yang berupaya mengganggu keamanan Kota Makassar. Jika aksi mereka berhasil memicu kerusuhan, mereka justru akan bersenang-senang,” tegasnya.

Barang Bukti dan Dugaan Keterkaitan dengan Anarko

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua tas, pakaian para pelaku, serta satu unit sepeda motor yang digunakan dalam aksi. Salah satu tas pelaku juga ditemukan memiliki simbol “A” yang diduga terkait dengan kelompok Anarko.

“Kami masih menyelidiki lebih lanjut keterkaitan mereka dengan jaringan Anarko. Setiap tindakan anarkis yang terorganisir harus diwaspadai,” tambah Arya.

Ancaman Hukuman

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 187, 406, dan 170 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

Sebelumnya, pada Sabtu dini hari, 22 Maret 2025, sekitar pukul 01.30 WITA, Poslantas 705 di Jalan AP Pettarani-Alauddin sempat menjadi sasaran serangan bom molotov oleh orang tak dikenal. Kejadian ini menambah daftar insiden serupa yang mengancam stabilitas keamanan di Kota Makassar. (*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis20 April 2025 16:07
Hotel Cahaya Berkah Penginapan Nyaman dan Terjangkau di Kabupaten Pangkep
PANGKEP – Bagi anda yang sedang berkunjung ke Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan dan mencari tempat menginap yang nyaman namun tetap ramah di kanto...
Pemerintahan20 April 2025 15:57
Bupati Husniah Apresiasi Langkah KKSS Bangun Sekolah Unggulan Pertama di Gowa
GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah mengapresiasi langkah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) memilih dan membangun sekolah unggulan pertam...
Pemerintahan20 April 2025 15:51
Pimpin Pelepasan Jenazah Ruslan Mahmud, Munafri: Selamat Jalan Sahabatku
MAKASSAR – Suasana haru menyelimuti halaman Kantor DPRD Kota Makassar, saat pelepasan jenazah Ruslan Mahmud, Minggu (20/4/2025) siang. Jenazah R...
News20 April 2025 09:52
Munafri Merasa Kehilangan, Pejuang Militan MULIA Berpulang ke Rahmatullah
MAKASSAR,- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas wafatnya anggota DPRD Kota Makassar, fraksi Golka...