Logo Lintasterkini

Terdakwa Kasus Narkoba 57 kg di Makassar Dituntut Hukuman Mati

Muh Syukri
Muh Syukri

Selasa, 05 April 2022 00:01

Ilustrasi Narkoba. (shutterstock).
Ilustrasi Narkoba. (shutterstock).

MAKASSAR – Terdakwa kasus narkoba 75 kilogram dan 39.000 butir pil ekstasi yang diamankan Polda Sulsel dituntut hukuman mati. Hal itu terungkap saat sidang tiga terdakwa yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (4/4/2022).

Sidang ini berlangsung dengan agenda mendengarkan bacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU). Mereka yang didakwa yakni Syarifuddin, Faturahman, dan Andi Baso hadir secara virtual.

“Syarifuddin tuntutan hukuman mati,” ujar Jaksa Penuntut Umum Zharoel, Senin (4/4/2022) dikutip dari detikcom.

Sementara kedua terdakwa lainnya memiliki tuntutan hukuman yang berbeda-beda. Faturahman dituntut hukuman penjara seumur hidup dan Andi Baso dituntut 10 tahun penjara.

“Faturahman dituntut penjara seumur hidup, Andi Baso dituntut 10 tahun penjara subsider 1 tahun penjara, denda Rp 8 miliar,” kata Zharoel.

Ketiga terdakwa diketahui terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Zharoel menjelaskan Syarifuddin dituntut hukuman mati karena tidak hanya sekali ini mengantarkan sabu-sabu. Sebelumnya terdakwa kerap menjual sabu-sabu dan hasil setiap kali mengantar mencapai ratusan juta rupiah.

“Syarifuddin itu mengakui ia sebelumnya di luar 40 kg ini. Saya tanyakan apa yang kamu punya menjual sabu-sabu, dia sampaikan saya sudah punya rumah, mobil, uang tunai, dan setiap pengantaran dia dapat keuntungan Rp 400 juta,” jelas Zharoel.

Sementara Faturahman diketahui baru saja mencoba untuk melakukan pekerjaan tersebut dan akhirnya tertangkap. “Faturahman belum ada asset seperti Syarifuddin,” sebutnya.

Kemudian Andi Baso yang mendapatkan tuntutan hukuman paling rendah yakni hanya dituntut 10 tahun karena dia hanya bertugas menjadi sopir yang membawa sabu dan ekstasi itu. Hasil tes urinenya juga postif pengguna narkoba.

“Andi Baso dia sebatas sopir, tapi di fakta persidangan dia sudah kenal lama Syarifuddin. Jadi kalau sebatas sopir, kita gali dan urin Andi Baso urinenya positif,” ungkap Zharoel.

Sebelumnya diberitakan, polisi dua kali menggerebek sindikat narkoba di Kota Makassar. Sedikitnya total 75 kg sabu dan 39 ribu pil ekstasi disita sebagai barang bukti.

“Saya membenarkan saja (total sudah 75 kg sabu disita),” kata Dirnarkoba Polda Sulsel Kombes Laode Aries Fathar saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/8/2021) lalu.

 Komentar

 Terbaru

News06 Desember 2022 16:22
Perumda Pasar Karya Terapkan Kawasan Tanpa Rokok Bagi Seluruh Pegawai, Berlaku Mulai Awal Desember
MAKASSAR – Perumda Pasar Makassar Raya (Karya) mulai menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bagi seluruh pegawai di kantor Perumda Pasar. Hal itu...
News06 Desember 2022 14:01
Kapolda Sulbar : Pentingnya Modernisasi Sarana dan Prasarana Bagi Polairud
MAMUJU – Kapolda Sulbar Irjen Pol Drs Verdianto I. Bitticaca, M.Hum menjadi inspektur upacara dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kepo...
Politik06 Desember 2022 14:00
Bawaslu Pinrang Gelar Rakor Mitra Penanganan Pelanggaran Pidana Pemilu
PINRANG — Bawaslu Kabupaten Pinrang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Mitra Penanganan Pelanggaran Pemilu dengan tema “Sinergitas Penegak...
Ekonomi & Bisnis06 Desember 2022 12:04
Warning, Ada yang Beda di Perayaan tahun Baru di MaxOne Hotel & Resort Makassar
MAKASSAR – Moment tutup tahun ada waktu yang selalu di nanti nantikan oleh setiap orang. Sebaba moment tersebut selalu dijadikan waktu untuk be...