Logo Lintasterkini

Aksi Nur Jannah Gunting Kain Kakbah Bisa Menyesatkan

Muh Syukri
Muh Syukri

Kamis, 06 Maret 2014 11:50

ist
ist

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI), menganggap Hajjah Nur Jannah binti Amiin (56), tidak paham tata cara ibadah umrah. Aksinya menggunting kiswah (kain sutra penutup Kakbah) tak dibenarkan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, pada prinsipnya jamaah haji atau umrah yang hendak melaksanakan ibadah harus memahami seluruh rangkaian manasik. Sebab, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekedar tur, tapi untuk ibadah.

“Selain mengenali lokasi, jamaah juga harus memahami apa yang boleh dilakukan di lokasi itu. Jamaah penting memahami apa yang harus dilakukan dan tidak boleh, khususnya untuk kepentingan berdoa dan ritual keagamaan lainnya,” kata dia, Rabu (5/3/2014).

Kemudian, lanjutnya, memanjatkan doa di Kakbah harus sesuai dengan tuntunan dan kententuan yang benar. Jangan sampai alih-alih mendapatkan pahala, malah jadi sia-sia karena tata caranya tidak benar.

Menurut Asrorun, Nur Jannah memotong kain kiswah bisa saja karena pemahamannya mengenai tata cara ibadah umrah tidak benar.

“Pemotongan itu akibat ketidakpahaman dan kesalahpahaman terkait ajaran agama. Motivasi memperoleh karomah tapi tidak disertai dengan ilmu jadi sesat,” pungkasnya.

Kasus pengguntingan kain suci itu terjadi pada Kamis 27 Februari 2014. Kepolisian Khusus Masjidil Haram (Al Maktab As Surtah Al Masjidil Haram) lalu, melaporkan bahwa jajarannya menangkap jamaah umrah asal Sulawesi Selatan itu.

Setelah menjalani proses penyelidikan, WNI itu pun dibebaskan. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melakukan pendekatan dengan Kantor Badan Investigasi dan Penuntut Hukum Makkah untuk membebaskan tersangka dari tuntutan dan proses hukum.

Pada Selasa, 4 Maret 2014 Tim KJRI mendampingi Nur Jannah di Kantor Badan Investigasi dan Penuntut Umum Mekkah. Dalam pemeriksaan, Nur Jannah mengungkapkan alasannya menggunting kain Kakbah.

“Nur Jannah mengemukakan bahwa tindakan menggunting kain kiswah dimaksudkan untuk memperoleh berkah dan kesembuhan cucunya di Indonesia yang saat ini berusia empat tahun, namun masih belum bisa berbicara,” begitu keterangan dari KJRI Jeddah. (trk)

 Komentar

 Terbaru

Nasional29 Juli 2021 17:47
Kopel Minta Setop Fasilitas Isoman bagi Anggota DPR
MAKASSAR — Fasilitas Isolasi Mandiri (Isoman) untuk anggota DPR yang terpapar Covid-19 disorot Komite Pemantau Legislatif (Kopel). Terlalu diistimew...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 17:33
Diduga Gegara Dendam, Seorang Warga Maroneng Pinrang Tewas Ditebas Parang
PINRANG –La Saleng, warga Desa Marineng Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang tewas mengenaskan setelah ditebas senjata tajam jenis Parang oleh ...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 16:01
Saksi Sebut NA Tak Terlibat di Bantuan Dana CSR Masjid
"Selesai peletakan batu pertama, Saya makan siang bersama. Pak Petrus sampaikan bahwa dia sumbangkan Rp100 juta untuk masjid, Saya spontan bilang saya...
News29 Juli 2021 13:54
Gerakan Peduli PKL, Ditlantas Polda Sulsel Borong Dagangan dengan Harga 10 Kali Lipat
Aksi kepedulian ini di motori Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel AKBP M Yusuf Usman setelah mendapat instruksi langsung dari Dirlantas Polda Sul...