Logo Lintasterkini

JK Berharap Pelaksanaan Ibadah Haji Bisa Normal Kembali

Maulana Karim
Maulana Karim

Sabtu, 06 November 2021 15:16

Jusuf Kalla saat menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia
Jusuf Kalla saat menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia

JAKARTA– Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), H M Jusuf Kalla (JK) berharap pelaksanaan ibadah haji bisa kembali normal di tengah pandemic Covid-19.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) masa bakti 2021-2026 di asrama haji pondok gede,jakarta timur, pada Sabtu (06/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menyebutkan, pelaksanaan ibadah haji dua tahun terakhir memang tak segampang dengan pelaksanaan haji-haji sebelumnya. Selain karena pandemi, juga berpengaruh kepada kuota calon jamaah haji Indonesia yang masuk dalam daftar tunggu.

“Olehnya itu kita sangat berharap mulai tahun depan, pelaksanaan ibadah haji bisa kembali berjalan normal,” harap Mantan Wapres RI tersebut.

JK menyadari, animo masyarakat Indonesia untuk melaksanakan haji masih sangat tinggi. JK menyebutkan, setiap tahun, sekira 200 ribu penduduk Indonesia menjadi pendaftar baru untuk melaksanakan rukun Islam kelima tersebut. Namun sayangnya, dalam dua tahun terakhir ini pelaksanaan haji menghadapi kendala karena pandemi.

JK berpandangan, fasilitas haji di Makkah saat ini jauh lebih baik dibanding pelaksanaan haji sebelumnya. Sehingga ia berharap, kuota haji bisa bertambah 4 hingga 5 juta setiap tahunnya dibanding kuota haji sebelumnya. Penambahan kuota tersebut akan berdampak pada waiting list calon jamaah haji Indonesia.

Seperti diketahui, lanjut JK, jumlah waiting list atau daftar tunggu haji di Indonesia rerata 30 tahun. “Kalau di jawa rata-rata 20 tahun menunggu. Tapi di Sulawesi sampai 40 tahun menunggu. Jadi kalau mendaftar di usia 20 tahun. Nanti naik hajinya setelah berusia 60 tahun,” kata JK lagi.

Lebih lanjut JK menilai, salah satu syarat utama dari pelaksanaan haji adalah persoalan kuota. Jika kuota tak bisa dipenuhi oleh Arab Saudi, maka persyaratan lainnya tetap tidak bisa menjadi jaminan untuk naik haji. “Ada empat syarat untuk naik haji, yakni keimanan, keuangan, kesehatan dan terakhir kuota. Walaupun tiga syarat terpenuhi tapi kuotanya penuh tetap tak bisa naik haji,’ imbuh JK

Pada kesempatan sama, JK memiliki harapan besar kepada pengurus IPHI yang baru. JK berpesan agar IPHI harus menjadi organisasi yang bermanfaat bagi para calon jamaah haji Indonesia. JK yang menceritakan pengalaman hajinya itu menilai bahwa pelaksanaan ibadah haji semakin baik.

Namun yang paling penting bahwa berhaji juga perlu menjaga keselamatan. Sehingga berhaji butuh persiapan, baik kesehatan maupun persiapan soal pengetahuan. “Tentu saja kita berharap IPHI bisa menjalankan tugasnya untuk memberikan pengalamannya dan pengetahuannya kepada calon-calon haji disamping agar jamaah bisa jadi haji mabrur,” tutup JK.

 Komentar

 Terbaru

News29 November 2021 23:43
Sejumlah ASN Pemkab Pinrang Teridentifikasi Menerima Bansos
PINRANG — Berdasarkan data yang telah dirilis Kemensos, terdapat 31.624 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut menerima Bantuan Sosial (Bansos) y...
Peristiwa29 November 2021 23:26
Empat Pekerja Tambang Pasir Di Pinrang Terseret Arus Sungai Saddang
PINRANG – Nasib naas menimpa empat pekerja tambang pasir di Kabupaten Pinrang. Pasalnya, keempat warga Lasape Desa Katomporang Kecamatan Duampan...
Hukum & Kriminal29 November 2021 23:17
Palu Sidang Diketok, Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara
Sidang untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap terdakwa Nurdin Abdullah akhirnya masuk pada pembacaan vonis, Senin (29/11/2021). Majelis hak...
News29 November 2021 23:03
Peringati HUT Ke – 58, Yonif 721 Mks Gelar Khitanan Massal
PINRANG — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 58, Batalyon Infanteri (Yonif) 721 Makassau (Mks) menggelar kegiatan Bakti...