Logo Lintasterkini

Satgas Penanganan Covid-19 Perpanjang Aturan Perjalanan

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Sabtu, 09 Januari 2021 18:22

Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo .
Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo .

JAKARTA — Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperpanjang dan memperketat aturan mengenai pembatasan perjalanan orang di dalam negeri mulai 9-25 Januari 2021. Aturan itu termuat dalam surat edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi COVID-19.

Surat Edaran ini juga didasarkan atas peningkatan penularan COVID-19 yang masih tinggi. Angka penularan yang tinggi ini ditandai dengan tingginya positivity rate, kasus aktif dan penambahan kasus positif secara nasional.

Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo menjelaskan, perpanjangan ini dimaksudkan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19. Potensi penyebaran virus ini berpotensi meningkat akibat perjalanan orang dari satu wilayah ke wilayah yang lain.

“Peraturan ini berlaku bagi seluruh pengguna moda transportasi pribadi maupun umum, baik melalui udara, perkeretaapian, darat maupun laut.” ujar Doni.

Seluruh pengguna moda transportasi pribadi maupun umum, wajib menjalankan protokol kesehatan sebagai berikut:

Pertama, setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan hindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

[NEXT]

Kedua, pengetatan protokol kesehatan sepanjang perjalanan yang perlu dilakukan berupa penggunaan masker wajib secara benar menutupi hidung dan mulut dengan jenis masker kain 3 lapis atau masker medis.

Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum.

Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam. Hal ini dikecualikan bagi individu yang wajib mengonsumsi obat untuk keselamatan dan kesehatannya.

Ketiga, pelaku perjalanan dalam negeri harus mengikuti sejumlah ketentuan:

a. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku;

b. Untuk perjalanan ke Pulau Bali, pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 2 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Sementara untuk pengguna moda transportasi darat atau laut, baik pribadi maupun umum, wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan;

c. Untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa (antar provinsi/kabupaten/kota), pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 3 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Sementara untuk pengguna moda transportasi laut dan kereta api antarkota wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan;

[NEXT]

d. Untuk perjalanan ke daerah lainnya, pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 3 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Sementara untuk pengguna moda transportasi laut, wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatannya.

Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi menuju ke daerah di dalam maupun luar Pulau Jawa diimbau melakukan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Tes acak rapid test antigen akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Daerah bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi umum darat apabila diperlukan.

Pengisian e-HAC Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api.

e. Bagi siapapun yang memalsukan keterangan hasil rapid tes antigen maupun RT-PCR akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan. (*)

 Komentar

 Terbaru

Tahun ini, Ratusan Hunian Baru Dibangun untuk Korban Banjir Luwu Utara
Pemerintahan20 Januari 2021 02:46
Tahun ini, Ratusan Hunian Baru Dibangun untuk Korban Banjir Luwu Utara
Di 2020 lalu, Kabupaten Lutra dilanda bencana alam. Meluluhlantakkan sebagian besar bangunan di sana....
Temui NA, IDP Undang Hadiri Hari Jadi Luwu Sekaligus Bahas Penanganan Banjir
Pemerintahan20 Januari 2021 02:29
Temui NA, IDP Undang Hadiri Hari Jadi Luwu Sekaligus Bahas Penanganan Banjir
Peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perjuangan Warga Luwu berpusat di Lutra, pada 23 Januari 2021 pekan ini....
Ini Ciri-ciri Seseorang Terinfeksi Virus Corona !
Bersama Melawan Covid-1920 Januari 2021 01:23
Ini Ciri-ciri Seseorang Terinfeksi Virus Corona !
LINTASTERKINI.COM — Wabah virus corona mulai masuk ke Indonesia sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo tanggal 1 Maret 2020 lalu. Ka...
Pemprov Sulsel Siapkan Hunian Bagi Pengungsi Korban Gempa Sulbar
News20 Januari 2021 01:02
Pemprov Sulsel Siapkan Hunian Bagi Pengungsi Korban Gempa Sulbar
Sebelum tiba di Makassar, kesehatan para pengungsi terlebih awal diperiksa di Pangkalan Lanud Hasanuddin....