Logo Lintasterkini

Jaringan Internasional Pemilik 258 Kg Sabu Terancam Hukuman Mati, 3 Masih Buron

Budi S
Budi S

Selasa, 09 Februari 2021 15:30

Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

DEPOK – Indonesia sepertinya menjadi target peredaran narkotika jaringan internasional. Sudah banyak kasus yang terungkap. Narkoba itu didatangkan dari luar negeri.

Kembali, polisi menggagalkan peredaran 258 kilo gram (kg) sabu-sabu di Depok, Jawa Barat. Ratusan kilo gram sabu itu asal negeri jiran, Malaysia.

Kasus ini terbongkar bermula dari penangkapan 6 tersangka dengan barang bukti 25 gram sabu. Setelah dikembangkan, akhirnya polisi mengungkap jaringan besar dengan barang bukti yang fantastis itu.

Hal itu diungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran. Yang juga turut mengapresiasi kinerja Polres Depok.

“Ini membuktikan bahwa ketika kita bekerja dengan serius dan bersungguh-sungguh, pengungkapan kasus besar bisa dimulai dari pengungkapan kasus kecil,” tutur jenderal bintang dua ini di Mapolres Depok, Selasa (09/02/20210).

“Dari penangkapan enam tersangka, kemudian dikembangkan ke Kota Padang. Akhirnya Satuan Res Narkoba Polres Depok berhasil menangkap satu tersangka atas nama Edi Pranoto dan satu orang masih DPO, berhasil disita 44 kg sabu,” lanjut Irjen Pol Fadil mengurai.

Terus dikembangkan, kemudian tiga tersangka kembali diringkus di Pekanbaru, Riau, pada 1 Februari 2021 belum lama ini. Dengan barang bukti 258 kilo gram sabu.

“(Ada) tiga tersangka lainnya DPO. Dan saat ini masih dikembangkan dan dilakukan pengejaran,” ujar Irjen Pol Fadil.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus memastikan jika para tersangka memang merupakan jaringan internasional. Barang buktinya disamarkan dalam kemasan teh.

“Modus operandi yang dilakukan adalah menyamarkan dalam bentuk teh. Ini adalah biasanya dari Malaysia, China kemudian Malaysia dan ini adalah jaringan internasional yang masuk ke Indonesia baik itu melalui pelabuhan-pelabuhan yang ada, pelabuhan-pelabuhan tikus biasanya melalui Pekanbaru dari Malaysia. Malaysia-Pekanbaru tuh sangat dekat, kemudian sampai ke Indonesia baru lewat darat, gitu,” jelas polisi berpangkat tiga bunga melati ini.

Atas pengungkapan kasus ini, polisi berhasil menyelamatkan 2 juta jiwa lebih penduduk Indonesia terhindar dari penyalahgunaan narkotika.

Para tersangka pun dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati. (*)

 Komentar

 Terbaru

Bersama Melawan Covid-1902 Agustus 2021 10:53
Jaga Prokes, Petugas Gabungan Razia di Perbatasan Makassar-Gowa
Setiap pengendara yang tidak memakai masker diberhentikan petugas. Mereka diminta untuk memakai masker yang benar. Tidak hanya itu, petugas juga menge...
News01 Agustus 2021 21:52
Yusran Jusuf Bangun Yayasan TernaKita Satu Kambing untuk Satu Anak Yatim
MAROS — Mantan Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf rupanya tidak hanya kembali ke dunia akademisi untuk mengabdikan dirinya kepada mahasiswa. Tetapi...
Gaya Hidup01 Agustus 2021 19:20
Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat Bisa Cegah Kanker
“Didasari dengan prinsip-prinsip hidup sehat kita bisa mencegah terjadinya kasus baru," kata Cut. "Ini perlu ditekankan karena gaya hidup dan pola m...
Hukum & Kriminal01 Agustus 2021 17:45
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Warga Gowa Ini Melapor ke Propam Polres Gowa
Untuk diketahui, oknum polisi yang bertugas di Polres Gowa berinisial Gun dilaporkan ke Propam Polres Gowa. Oknum polisi berpangkat Briptu itu dilapor...