Logo Lintasterkini

Proyek Jalur Pedestrian Metro Tanjung Bunga Rp39 M Jadi Temuan BPK

Andi
Andi

Rabu, 09 Juni 2021 16:15

Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin pada peresmian Jalur Pedestrian Jalan Metro Tanjung Bunga.
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin pada peresmian Jalur Pedestrian Jalan Metro Tanjung Bunga.

MAKASSAR — Proyek prestisius Jalur Pedestrian Metro Tanjung Bunga jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nilainya sebesar Rp39 miliar.

Temuan tersebut lantaran proyeknya dikerjakan bukan di atas lahan milik Pemkot Makassar. Sehingga dinilai sebagai temuan sebab dikerjakan tak sesuai regulasi.

Rencana awal, proyek tersebut akan dikerjakan sepanjang 1,3 kilomter. Tetapi kontraktor hanya mampu menyelesaikan pengerjaannya sepanjang 250 meter.

Pengerjaan yang diselesaikan sudah termasuk ampiteater dan lapak yang rencananya diperuntukkan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar.

Kepala Inspektorat Makassar, Zaenal Ibrahim tidak menampik temuan tersebut. Kata dia, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK proyek pembangunan pedestrian Metro Tanjung Bunga dibangun bukan di atas lahan milil Pemkot Makassar.

“Ini yang kemudian dipermasalahkan BPK, alas haknya. Ini yang kemudian rawan beralih ke pihak ketiga,” ungkap dia.

Akan tetapi, Zaenal belum ingin berkomentar lebih jauh terkait temuan tersebut. Dia mengaku masih akan mendalami dan melihat temuan tersebut lebih dahulu.

Menanggapai hal tersebut, Sekretatis Komisi C DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak mungkin berani membangun jalan di atas lahan yang bukan miliknya. Meski diakui, proyek prestisius ini sempat mengalami kendala terkait status lahan.

“Harus diketahui dulu temuan BPK itu sebelah mana, tidak bisa secara gelondongan kita artikan proyek Metro Tanjung Bunga. Tidak mungkin Pemkot Makassar dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) berani membangun jalan di atas lahan yang bukan milik pemerintah,” kata Fasruddin Rusli, kemarin.

Rencananya, pihaknya akan melakukan klarifikasi kepada Pemkot Makassar terkait status lahan proyek pembangunan Jalan Metro Tanjung Bunga.

Sebab yang dia ketahui, dari 1,3 kilometer target awal pengerjaan hanya 250 meter saja yang boleh dikerjakan. Sedangkan sisanya terkendala status lahan.

Persoalan lain yang menghambat proyek ini, kata Acil yakni jaringan listrik. Bahkan, pihaknya sudah meminta PLN untuk segera memindahkan jaringan listrik di kawasan tersebut.

Itu pun juga pemindahannya butuh waktu dua sampa tiga bulan. Sedangkan sisa waktu yang dimiliki untuk menuntaskan proyek itu tidak mencukupi.

“Setahu saya pemkot sudah ketemu dengan pemilik lahan untuk mencari mufakat, dalam hal ini menghibahkan atau tidak dibeli oleh pemerintah kota,” ungkap dia.

“Jadi, kita boleh menyurat ke BPK kalau pengerjaan di Metro Tanjung Bunga itu masih dalam kawasan lahan milik Pemkot Makassar. Karena sangat tidak mungkin, sangat naif, sangat bodoh kalau orang Dinas PU mau mengambil resiko untuk pembangunan Jalan Metro Tanjung Bunga,” papar Acil.

Legislator PPP itu bahkan meminta Pemkot Makassar untuk melanjutkan ikon baru di Kota Makassar tersebut. Terlebih saat ini, masyarakat tidak bisa lagi menikmati ikon Stadion Olahraga Mattoanging.

“Saya pribadi meminta kiranya jalan tersebut dilanjutkan dan dicarikan solusi bagaimana teknisnya untuk kelanjutannya,” pintanya.(*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis07 Januari 2026 20:04
KALLA-PMI Distribusikan 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera Melalui Kapal Kemanusiaan Gelombang II
JAKARTA – KALLA kembali berkontribusi dalam penditribusian bantuan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera melalui Ka...
Ekonomi & Bisnis07 Januari 2026 19:59
Tutup Tahun 2025 dengan Luar Biasa, Kalla Toyota Kembali Hadirkan yang Spesial di Awal Tahun 2026
MAKASSAR – Di tengah dinamika industri otomotif yang menantang, Kalla Toyota berhasil menunjukkan resiliensi dan dominasi yang luar biasa di tah...
News07 Januari 2026 19:55
Sekolah Kolong Rumah di Dusun Bara Resmi Dibuka
MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meresmikan pembangunan gedung Sekolah Kolong–SDN 238 Bontoparang...
News07 Januari 2026 18:15
Kakorlantas Polri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Tekankan Tanggung Jawab dan Profesionalisme Personel Lalu Lintas
JAKARTA — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho memimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat personel Korps Lalu Lintas Polri ...