Logo Lintasterkini

Alami Krisis Ekonomi, Garuda Indonesia Tunda Bayar Gaji Karyawan Rp 327.93 Miliar

Maulana Karim
Maulana Karim

Kamis, 10 Juni 2021 10:05

Ilustrasi: Pramugari Garuda Indonesia saat sedang bertugas. (Int).
Ilustrasi: Pramugari Garuda Indonesia saat sedang bertugas. (Int).

JAKARTA– Krisis keuangan yang sedang dialami maskapai plat merah Garuda Indonesia berimbas pada penundaan pembayaran kewajibannya . Salah satunya, menunda pembayaran gaji kepada para pegawainya di seluruh lapisan jabatan.

 

Dalam laporannya di keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (9/6/2021), Garuda Indonesia belum membayar tunjangan gaji karyawan sebesar 23 juta dollar AS atau setara Rp327,93 miliar (kurs Rp 14.258) per 31 Desember 2020.

 

“Estimasi dari jumlah tunjangan gaji yang saat ini ditunda/belum dibayarkan per 31 Desember adalah sebesar USD 23 juta,” kata manajemen Garuda Indonesia

 

Manajemen menjelaskan, penundaan pembayaran gaji tersebut sebagai respons terhadap tekanan kinerja imbas dari pandemi covid-19 yang terhitung dari April 2020 hingga November 2020.

 

Garuda Indonesia juga mempercepat penyelesaian kontrak untuk pegawai dengan status kontrak/PKWT, mempercepat program pensiun kepada karyawan dengan kriteria pendaftar 45 tahun ke atas yang dilaksanakan di tahun 2020, dan kebijakan penyesuaian mekanisme kerja untuk Pegawai (WFH/WFO).

 

Untuk membiayai operasional perusahaan, Garuda mengandalkan pendapatan yang minim dan hasil negosiasi dengan sejumlah pihak.

“Kesepakatan restrukturisasi kewajiban usaha antara perseroan dengan beberapa BUMN dan juga lessor tentunya turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan operasional perseroan dapat terjaga,” ungkap manajemen.

 

Berikut adalah besaran penundaan pembayaran tunjangan gaji untuk setiap tingkat jabatan:
1. Direksi dan Komisaris : 50 persen
2. Vice President, Captain, First Office, dan Flight Service Manager: 30 persen
3. Senior Manager: 25 persen
4. Flight Attendant, Expert dan Manager: 20 persen
5. Duty Manager dan Supervisor: 15 persen
6. Staff (Analyst, Officer atau setara) dan Siswa : 10 persen. (*)

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

News15 Juni 2021 18:04
Danny Pomanto Target Lelang Investasi Proyek PLTSa Makassar Dilakukan Desember 2021
MAKASSAR — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengungkapkan kesiapan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa menerima investasi Pembangkit Listr...
News15 Juni 2021 17:39
Sahruddin Said: 2020 Lalu Ada Operator PPDB Masukkan Data Fiktif
MAKASSAR — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Makassar tahun ini mendapat perhatian khusus dari legislator. Termasuk potensi permaian yang terjadi...
Advetorial15 Juni 2021 16:32
Pengumuman: Kantor PD BPR KMUP Pindah dari Jalan Gunung Bawakaraeng ke Pusat Niaga Daya
MAKASSAR — Kantor PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) KMUP kini berpindah ke Pusat Niaga Daya Blok F 5 B/10. Dari sebelumnya berada di Jalan Gunung Baw...
Hukum & Kriminal15 Juni 2021 16:04
Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran Pria di Maros Diduga Sindikat Penjualan Anak di Bawah Umur
MAROS– Jajaran Polres Maros diback up Resmob Polda Sulsel akhirnya berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan dan pembakaran mayat di Bukit Kemi...