Logo Lintasterkini

Anwar Faruq Paparkan Tujuan Perda Kepemudaan

Muh Syukri
Muh Syukri

Senin, 10 Juli 2023 21:54

Anwar Faruq.
Anwar Faruq.

MAKASSAR – Pemuda merupakan aset suatu bangsa. Indonesia bahkan dianggap mendapat bonus demografi di 2045 dimana menjadi salah satu negara memiliki pemuda terbanyak di dunia.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq saat menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 6 tahun 2019 tentang Kepemudaan, di Hotel Grand Asia, Senin (10/7/2023).

Kata dia, perda tentang kepemudaan merupakan inisiasi DPRD. Tujuannya, untuk melahirkan pemuda yang beriman, berkreasi dan berakhlak.

“Jadi tujuan perda ini, pemerintah ingin membentuk pemuda yang tangguh dengan katakteristik religius, berkreasi atau berinovasi,” jelas Anwar Faruq.

Apalagi, kata Politisi PKS Makassar ini, Indonesia mendapat bonus melimpah terkait anak muda. Sehingga, tak hanya pemerintah saja tapi juga keluarga diharapkan mampu berkontribusi dengan membentuk anaknya menjadi pemuda berkualitas.

“Orang tua inilah yang menjadi dasar atau contoh membentuk anak muda. Sebab, kita ketahui anak muda ini generasi pelanjut dari pemimpin kita,” tandasnya.

Kata dia, pemerintah harus melakukan persiapan sejak dini anak muda. Mereka ini merupakan generasi yang akan memimpin negeri ini sehingga sangat penting regulasi ini disebarluaskan.

“Saya berharap, pemuda tetap tertib dan bisa berperan demi kemajuan negara,” ujarnya.

Sementara, Narasumber Kegiatan, Kasman menyampaikan, perda kepemudaan merupakan turunan dari Undang-Undang tahun 2009. Tak banyak pemerintah daerah di Indonesia menindaklanjuti undang-undang ini.

“Berdasarkan regulasi, pemuda itu berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggungjawab hingga aktualisasi. Siapa itu pemuda, warga Indonesia yang berusian 16-30 tahun,” katanya.

Sambung Kasman, pemuda memiliki klasifikasi mulai generasi tua atau biasa disebut generasi x. Lalu, generasi milenial atau generasi Z.

“Generasi X ini mereka yang lahir diatas tahun 1946. Sebagian besar, mereka cerdas namun anti-kritik,” papar Kasman.

Sementara, sambung Kasman, generasi Z yakni mereka lahir di tahun 90an dan dianggap memiliki kreatifitas. Hanya saja, mereka di kategori ini terkesan malas dan baperan.

“Generasi Z mereka lebih banyak bermain gadget karena memang zamannya. Cuman, mereka ini harus diberi perhatian dan diarahkan sebab mereka ini calon pemimpin,” tegasnya. (***)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 08:11
Penjualan Unit Toyota Agya, Calya dan Rush Awali Tahun 2026 dengan Tren Positif di Kalla Toyota
MAKASSAR – Kalla Toyota mengawali tahun dengan capaian penjualan yang positif pada Januari 2026, khususnya untuk tiga model andalan: Toyota Agya...
Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 07:46
Hotel Santika Makassar Luncurkan Paket Buka Puasa Turkish Escape, Hadirkan Nuansa Ramadan Berbeda di 2026
MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H / 2026, Hotel Santika Makassar kembali menghadirkan program tahunan paket buka puasa bersama. Tah...
Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 07:36
Selama Ramadan, The Rinra Makassar Siapkan 200 Varian Menu Iftar 
MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, The Rinra Makassar kembali menghadirkan program tahunan bertajuk Harmony of Ramadhan dengan men...
News12 Februari 2026 22:07
Camat Bontoala–Perumda Pasar Makassar Perkuat Kolaborasi Penataan Pasar dan Pengelolaan Sampah
MAKASSAR – Upaya menciptakan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman terus diperkuat melalui sinergi lintas wilayah. Camat Bontoala, Fataullah, AP., M...