Logo Lintasterkini

Pelemparan Molotov di Kost Putri Diduga Persoalan Pribadi

Muh Syukri
Muh Syukri

Kamis, 10 Desember 2015 19:15

Barang bukti bom molotov yang diamankan Polsek Rappocini.
Barang bukti bom molotov yang diamankan Polsek Rappocini.

MAKASSAR – Pelaku pelemparan bom molotov di Perumahan BTN Agraria Blok H/9 pada Selasa (8/12/2015) lalu masih diselidiki aparat Polsek Rappocini. Diduga kuat, aksi pelemparan bom itu ada kaitannya dengan persoalan pribadi salah seorang penghuni kost dengan teman kampusnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, salah seorang penghuni kost bernama Anti bermasalah dengan rekan satu kampusnya di Kampus Penerbangan Jalan Sultan Alauddin. Saat ini Anti yang kini menghilang dan tidak berada di kostnya pernah memukul teman kampusnya itu.

Menurut beberapa teman kost Anti yang ditemui Kamis (10/12/2015), pemukulan itu sendiri diduga buntut dari penyebaran video mesum via bbm yang dilakukan rekan kampus Anti. “Pernah Anti cerita ke saya, kalau dia merasa tidak senang dan mau membunuh temannya. Lantaran ada video mesumnya yang disebarkan teman kuliahnya melalui bbm,” ujar Watini Zaitun (19), mahasiswi Poltekkes tetangga kamar Anti.

Sementara penjaga kost bernama Diana (32) mengatakan, jika Anti belum membayar uang kost selama seminggu. “Dia (Anti) masuk kost pada akhir bulan November. Namun saat saya tagih dia belum mau bayar dengan alasan setelah lulus dalam ajang pencarian bakat pada audisi academy 3 Indosiar,” urai Diana.

Sebelum kejadian pelemparan bom molotov, ungkapnya, ada enam orang mendatangi tempat kost putri tersebut dengan wajah yang diliputi kemarahan mencari Anti. Saat ini diduga Anti menghilang dan diperkirakan melarikan diri di kampung halamannya di daerah Palopo di rumah orangtuanya.

Kuat dugaan para pelaku pelemparan bom molotov ada kaitannya dengan persoalan Anti bersama rekan kampusnya di Kampus Penerbangan jalan Sultan Alauddin.

Sejauh ini pihak aparat Polsek Rappocini masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait kasus tersebut. “Kami masih terus mengembangkan kasus ini. Adapun informasi yang ada didata dari para saksi akan ditampung untuk dianalisa lebih lanjut,” ujar Panit II Reskrim Ipda Nurtjhayana. (*)

 Komentar

 Terbaru

News21 Januari 2026 14:39
Anggota Komisi III DPR RI Frederik Kalalembang Minta Jaksa Agung Perkuat Criminal Justice System agar Penegak Hukum Tak Saling Berkompetisi
JAKARTA – Sorotan terhadap soliditas penegakan hukum nasional mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Kejaks...
Nasional21 Januari 2026 14:27
Jusuf Kalla Tekankan Peran Universitas dalam Hadapi Tantangan Ekonomi dan Teknologi dengan Inovasi dan Kreatifitas
JAKARTA— Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya peran universitas dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang ber...
Ekonomi & Bisnis21 Januari 2026 11:21
Siap Huni & Free Biaya-Biaya, Bukit Baruga Tawarkan Kemudahan Miliki Hunian Impian di Pameran Xplor Xhibit
MAKASSAR – Bukit Baruga, penyedia hunian eksklusif terkemuka di Makassar, turut berpartisipasi dalam pameran Xplor Xhibit yang digelar di Main C...
News21 Januari 2026 10:47
Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang 200 Meter Berhasil Dievakuasi via Heli Basarnas
MAKASSAR — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi korban kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan Maros–Pangkep. Pada Rabu pagi (22/...