Logo Lintasterkini

Kematian dr Andra di Tempat Pengabdian Jadi Perhatian Publik

Muh Syukri
Muh Syukri

Jumat, 13 November 2015 09:57

Almarhum dr Andra
Almarhum dr Andra

AMBON – Nasib tragis yang dialami dr Dionisius Giri Samudera yang meninggal dunia di tengah penugasannya sebagai dokter di pelosok negeri, di Kepulauan Aru, mengundang perhatian publik.

Dikutip dari Kompas.com, kematian Andra—demikian dia biasa disapa—menjadi sorotan saat cerita tersebut diunggah melalui jejaring media sosial. Betapa dokter yang mengabdikan dirinya untuk warga mengembuskan napas terakhir akibat keterbatasan alat kesehatan dan sarana transportasi.

Namun, terlepas dari cerita memilukan itu, sesungguhnya banyak warga di pedalaman yang mengalami nasib serupa, tetapi luput dari perhatian.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meikyel Pontoh mengungkapkan hal itu di Kantor Dinas Kesehatan, Ambon, Kamis (12/11/2015), saat menyinggung kasus meninggalnya Andra.

“Kasus ini juga diharapkan jadi perhatian bagi pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Ini satu dokter saja yang meninggal. Sebenarnya banyak warga di sana juga meninggal dengan kondisi yang sama karena kesulitan transportasi saat sakit,” ungkap Pontoh.

Pontoh mengaku, banyak warga yang sakit di wilayah tersebut tidak bisa dibawa keluar dari Aru dan daerah-daerah perbatasan di wilayah Maluku. Padahal, mereka membutuhkan perawatan layak di rumah sakit yang memadai.

Sistem transportasi di sejumlah wilayah di Maluku masih sangat memprihatinkan.

“Masyarakat yang mengalami masalah seperti dr Andra ini setiap hari ada, cuma selalu luput dari perhatian dan jarang diperhatikan,” kata dia lagi.

“Ada 3-4 warga yang meninggal karena tidak bisa dirujuk ke RS. Apakah ada perhatian dengan mereka?” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, dr Andra meninggal dunia di RSUD Cendrawasih, Dobo, Kepulauan Aru, Rabu (11/11/2015) sekitar pukul 18.20 WIT.

Dia menjalani perawatan sejak hari Minggu sebelumnya. Tidak adanya sarana transportasi udara di Dobo membuat Andra tidak dapat dirujuk ke luar pulau.

Kini, setelah meninggal dunia, jasad Andra pun sulit dipindahkan karena masalah yang sama, yakni masalah transportasi.

Jenazah Andra hanya bisa dibawa menggunakan kapal feri menuju Maluku Tenggara, dengan waktu tempuh sekitar tujuh jam.

Setelah itu, jenazah baru akan diterbangkan lagi ke Bandara Pattimura, Ambon, sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga. (*)

 Komentar

 Terbaru

News22 Januari 2026 21:46
Luwu–Toraja Satu Rumpun Peradaban, Frederik Kalalembang: Sudah Saatnya Disatukan
JAKARTA — Gagasan pembentukan provinsi baru selalu berangkat dari akar sejarah, kebutuhan objektif daerah, serta kesiapan sosial masyarakatnya. Dala...
Nasional22 Januari 2026 18:48
Panglima TNI Tinjau Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut, Jawa Barat
GARUT – Panglima TNI melaksanakan peninjauan ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 890/Gardha Sakti di Desa Cijayana, Kecamata...
Ekonomi & Bisnis22 Januari 2026 10:17
Best Western Plus Makassar Beach Hadirkan Best January Culinary Stay Paket Menginap Nyaman dengan Sajian Kuliner Istimewa
MAKASSAR – Mengawali tahun 2026, Best Western Plus Makassar Beach menghadirkan penawaran spesial bertajuk Best January Culinary Stay, sebuah pak...
Ekonomi & Bisnis22 Januari 2026 10:09
Phinisi Hospitality Indonesia Hadirkan Beyond the Moment, Early Season Wedding Promo di HoRe Expo PHRI 2026 Claro Makassar
MAKASSAR – Phinisi Hospitality Indonesia (PHI), grup perhotelan nasional yang menaungi Claro Makassar, The Rinra Makassar, Dalton Makassar, dan ...