Logo Lintasterkini

Kasus Stunting di Sulsel Kini Turun Signifikan

Maulana Karim
Maulana Karim

Minggu, 14 November 2021 19:58

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

MAKASSAR– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya dalam menekan angka stunting pada anak. Upaya itu kini membuahkan hasil.

Dari data ePPGBM Elektronik Pencatatan & Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, hingga Agustus 2021, angka stunting di Sulsel mencapai di angka 9,08 persen.

 

Kabar baik itu pun menjadi salah satu pencapaian baik di momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November 2021. Apalagi angka itu pun bahkan melampaui target pemerintah pusat untuk menekan angka stunting pada tahun 2024 menjadi 14 persen.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, keberhasilan ini atas sinergi bersama hingga di tingkat pemerintah desa/kelurahan.

“Alhamdulillah, angka stunting di Sulsel turun signifikan hingga 9.08 persen. Ini melampaui target Nasional 14 persen untuk tahun 2024,” ujarnya, dilansir dari Humas.sulselprov.go.id, Minggu (14/11/2021).

Ia menuturkan, capaian ini merupakan kerja bersama. “Alhamdulillah, membuahkan hasil. Semoga penurunan stunting ini menjadi pemacu semangat kita bersama untuk terus bekerja dalam terus menekan angka stunting di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Andi Sudirman mengakui, dengan menekan angka stunting merupakan sebuah investasi untuk masa depan yang lebih baik. “Dengan menekan angka stunting, sama halnya kita menyelamatkan generasi bangsa. Ini adalah investasi sumber daya manusia, bahkan diatas investasi infrastruktur. Dengan investasi SDM ini, maka kedepan mereka bisa membangun atau menjadi pemimpin yang lebih baik untuk daerah kita,” terangnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, terus mendorong program dalam mengentaskan angka stunting dan gizi buruk. Salah satunya, menetapkan lokus-lokus untuk menekan angka stunting dengan pendampingan oleh tenaga kesehatan.

Dalam menekan stunting, lanjutnya, turut serta dibantu oleh ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel hingga PKK tingkat kabupaten, serta PKK tingkat kecamatan maupun desa/kelurahan.

“Kita harap tidak ada lagi bayi lahir dalam keadaan stunting. Olehnya itu, pentingnya pendampingan kepada keluarga seribu hari pertama kehidupan dan memberikan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil,” harap Andi Sudirman.

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal20 Mei 2022 19:32
Ciduk Tiga Pelaku Narkoba, Barang Bukti Dua Bal Sabu
PiNRANG — Tiga pelaku narkoba, HR, IR dan HD tak berkutik saat diciduk personel Satuan Resnarkoba Polres Pinrang di dua lokasi (TKP) berbeda bel...
Ekonomi & Bisnis20 Mei 2022 17:29
Hotel Royalbay Lepas dari Fox Lite, Hadirkan Banyak Paket Menarik
MAKASSAR – Hotel Royalbay kini tidak lagi berada dibawah naungan management Fox lite, tetapi diatur dan di manage oleh management lokal Royalbay...
News20 Mei 2022 16:09
Pokdar Kubar Gelar Silaturahmi dan Halal Bihalal
KUTAI BARAT – Kelompok Sadar Ketertiban dan Keamanan ( Pokdar) Kabupaten Kutai Barat dibawa pimpinan Mathias Genting, SH mensponsori pertemuan S...
Liputan Khusus20 Mei 2022 14:14
Tempat Cetak Pelat Palsu Berkeliaran di Makassar, Polisi Razia Pelat Modifikasi – Bagian 2, Selesai
MAKASSAR – Guna mengurangi penggunaan pelat modifikasi dan pelat palsu, pihak Subdit Gakum Ditlantas Polda Sulsel, Jumat (20/5/2022), menggelar ...