Logo Lintasterkini

Pelarangan WNA Masuk Indonesia Diperpanjang

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Jumat, 15 Januari 2021 00:31

Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo .
Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo .

JAKARTA —- Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memperpanjang pelarangan Warga Negara Asing (WNA) untuk masuk ke Indonesia. Aturan pelarangan bagi Warga Negara Asing (WNA) tersebut, termasuk juga bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru tiba dari luar negeri sebagai upaya mencegah penularan virus SARS CoV-2 varian baru B117.

Perpanjangan pelarangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Aturan ini berlaku sejak 15-25 Januari 2021 dan dapat diubah sesuai dengan perkembangan situasi.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, upaya ini dilakukan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penyebaran berkembangnya virus SARS COV-2 varian B117. Diketahui virus corona varian baru ini lebih mudah dan cepat menular.

“Kami memperpanjang pelarangan WNA masuk ke Indonesia dan mengatur WNI yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri dengan mengatur lebih rinci mengenai ketentuan karantina bagi WNA, “ ujar Doni.

Pelarangan bagi WNA untuk masuk ke Indonesia ini dikecualikan bagi pemegang izin tinggal diplomatik dan tinggal dinas. Juga dikecualikan bagi pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) serta WNA dengan pertimbangan dan izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

Perpanjangan regulasi bagi pelaku perjalanan dari luar negeri ini semula dikeluarkan untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat pada periode liburan Natal dan Tahun Baru 2021 menyusul temuan virus SARS CoV-2 varian baru B117 di Inggris.

[NEXT]

Adapaun bagi WNA yang dikecualikan maupun WNI yang baru tiba dari luar negeri, wajib menjalani beberapa ketentuan sebagai berikut:

Pertama, seluruh perjalanan internasional yang berstatus WNI maupun WNA dari luar negeri yang memasuki Indonesia, baik langsung maupun transit, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambul kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Pada saat kedatangan, harus dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan.

Kedua, diwajibkan menjalani karantina selama 5 hari baik bagi WNA yang dikecualikan maupun WNI yang tiba dari luar negeri. WNI dapat menjalankan karantina di tempat akomodasi khusus yang disediakan Pemerintah.

WNA harus menjalankannya dengan biaya mandiri di tempat akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina dari Kementerian Kesehatan.

Kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing. Diplomat asing lainnya dapat melakukan karantina di tempat yang disediakan pemerintah.

Ketiga, WNA dan WNI yang telah melakukan karantina selama 5 hari terhitung pada saat kedatangan, wajib melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR. Apabila menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung pemerintah dan bagi WNA dengan biaya mandiri. Sementara bagi mereka yang menunjukkan hasil negatif diperkenankan melanjutkan perjalanan. (*)

 Komentar

 Terbaru

9 Fraksi di Komisi III DPR RI Setuju Komjen Listyo Jabat Kapolri
Nasional20 Januari 2021 17:27
9 Fraksi di Komisi III DPR RI Setuju Komjen Listyo Jabat Kapolri
Rabu (20/01/2021) tadi, Komjen Listyo mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan di Komisi III DPR RI....
CSC Indonesia Turut Bantu Korban Gempa Sulbar
News20 Januari 2021 17:06
CSC Indonesia Turut Bantu Korban Gempa Sulbar
Sebelum bantuan itu diberangkatkan lanjut Deby, pihaknya terus berkoordinasi dengan relawan dokter IDI Makassar...
Kabur ke Hutan, Dua Pencuri Tabung Gas di Barru Dibekuk
Hukum & Kriminal20 Januari 2021 16:40
Kabur ke Hutan, Dua Pencuri Tabung Gas di Barru Dibekuk
Aksi keduanya juga terungkap, tidak hanya di Barru. Juga pernah melakukan aksi serupa di Pangkep baru-baru ini....
Jambret di Bulukumba Ditembak, Penadah Ikut Diringkus
Hukum & Kriminal20 Januari 2021 16:10
Jambret di Bulukumba Ditembak, Penadah Ikut Diringkus
Dayat adalah terduga jambret. Betis kaki kanannya ditembak saat polisi melakukan pengembangan....