Logo Lintasterkini

Nurdin Abdullah: Saya Ganti Mesin Lama dan Beli Jetski Pakai Uang Pribadi

Andi Nur Isman
Andi Nur Isman

Selasa, 17 Agustus 2021 21:05

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nonaktif, Nurdin Abdullah (NA) yang didudukkan sebagai terdakwa atas dugaan gratifikasi proyek Infrastruktur Tahun 2020-2021 lingkup Pemprov Sulsel menegaskan pembelian mesin Speedboat dan Jetski (motor cepat) menggunakan dana pribadi.

“Saya punya kapal cepat (speedboat) jauh sebelum jadi bupati. Saya ganti mesin lama dan beli jetski pakai uang pribadi yang mulia. Di Sulsel punya 336 pulau dan kami sedang menggalakkan program air bersih bagi warga pulau,” kata Nurdin Abdullah saat diberi kesempatan berbicara oleh Ketua Hakim, Ibrahim Palino dalam sidang lanjutan, Kamis, 12 Agustus 2021.

Dalam sidang tersebut, JPU KPK hadirkan lima orang saksi diantaranya M Fathul Fauzi Nurdin (Putera Nurdin Abdullah), Erik Horas (Anggota DPRD Gerindra Makassar), Irham Samad, Asriadi Koordinator Teller Bank Mandiri, dan Nurul Hidayah.

Para saksi diminta memberi keterangan sekaitan dengan adanya transaksi pembelian unit mesin kapal speedboat dan jetski oleh Nurdin Abdullah.

Fathul atau Uji saat memberi kesaksian, diminta oleh ayahnya untuk membeli jetski untuk peruntukan pribadi pada akhir Desember 2020. Dia kemudian menghubungi Irham Samad agar menyediakan dua unit jetski untuk dibeli.

Selanjutnya terkait pembelian unit mesin tempel Speedboat oleh NA, juga melalui Uji. Uji membeli mesin kapal ayahnya di PT Marina Makmur Bahari, perusahaan bidang alat kapal milik Erik Horas.

Selanjutnya Uji diminta oleh ayahnya (Nurdin Abdullah) untuk berkomunikasi dengan Ardi selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Panakukang dan dilakukan pembayaran unit tersebut melalui transfer langsung dari Bank Mandiri ke rekening penjual Jetski dan mesin Speedboat.

“Tapi saya tidak pernah melihat uang itu. Saya hubungi saja pak Ardi bahwa nanti berhubungan dengan pak Irham Samad untuk transaksi pembelian jetski. Saya hanya menghubungkan mereka untuk berkomunikasi,” jawab Uji.

“Untuk pembelian dua unit jetski seharga Rp797 juta dan Rp555 juta mesin kapal untuk pribadi bapak (Nurdin Abdullah) dipakai olahraga dan meninjau pulau-pulau,” ujar Uji saat dimintai nominal transaksi oleh JPU.

JPU Kembali menanyakan peruntukan Jetski dan mesin Speedboat tersebut, apakah untuk keperluan pemerintah atau pribadi.

“Untuk Olahraga bapak, dan juga dipakai untuk meninjau kondisi warga pulau-pulau. Setahu saya bapak jual mesin lama (bekas) dari speedboatnya, uangnya lalu ditambahi untuk beli baru yang mulia,”tambah Uji saat ditanya sumber keuangannya.

Sementara Erik Horas selaku pemilik usaha bermerk PT Marina Makmur Bahari yang menjual mesin kapal membenarkan ihwal transaksi pembelian unit oleh Nurdin Abdullah yang dilakukan dengan cara transfer dari Bank Mandiri.

Hal itu ia ungkap saat memberi kesaksian.”Benar yang mulia, pembayaran dilakukan melalui transfer,” terangnya.

Irham Samad juga memberikan keterangan serupa, pembayaran dua unit jetski yang dibeli Nurdin Abdullah melalui putra bungsunya tersebut dilakukan via transfer ke rekening bisnis milik Jetski Safari.

Kembali ke dakwaan JPU KPK terkait uang Rp2 miliar di Bank Mandiri. Penasehat Hukum (PH) Nurdin Abdullah, Arman Hanis menilai dakwaan tersebut belum bisa dipastikan benar atau tidaknya. Pasalnya, Nurdin Abdullah mengaku tidak tahu-menahu.

Dalam kesaksian Teller Bank Mandiri, Asriadi menerangkan uang Rp2 Miliar tersebut diarahkan ke Nurdin Abdullah. Meski ia lupa siapa yang mengantarkan uang tersebut.

Arman Hanis meragukan kesaksian Koordinator Teller Bank Mandiri Cabang Panakkukang, Asriadi terkait uang Rp2 miliar tersebut. Menurutnya, keterangan Asriadi berubah-ubah.

“Saya tidak bisa pastikan tetapi saya sampaikan ke majelis bahwa saya duga Asriadi bohong. Keterangan Asriadi tidak meyakinkan,” tutupnya.(*)

 Komentar

 Terbaru

Peristiwa23 September 2021 12:35
Polres Bantaeng Periksa Remaja Perempuan yang Video Perkelahiannya Viral di Medsos
Video viral menampilkan perkelahian dua remaja perempuan yang beredar di media sosial (medsos) kini telah ditangani aparat Polres Bantaeng. Saat ini, ...
Peristiwa23 September 2021 12:09
Viral, Video Perkelahian Dua Remaja Perempuan Diduga Terjadi di Bantaeng
Video itu berdurasi 1 menit 32 detik dan memperlihatkan seorang remaja perempuan memakai kerudung hitam dikeroyok dua remaja perempuan lainnya. Dia di...
Bersama Melawan Covid-1923 September 2021 11:41
Makassar Kini Zona Kuning Penyebaran Covid-19
Setelah sebelumnya msuk zona merah Covid-19, kini Kota Makassar berada dalam lingkaran zona kuning penyebaran virus Covid-19. Hal ini melalui perjalan...
News22 September 2021 21:15
HUT Lantas Ke-66, Bupati Pinrang Resmikan Kampung Tertib Lalu Lintas
PINRANG – Buoati Pinrang Irwan Hamid meresmikan Kampung Aluupang Desa Padakkkalawa Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang sebagai Kampung Tertib L...