PINRANG – Puluhan orangtua siswa di kabupten Pinrang ‘menyerbu’ SMPN 1 Pinrang, Kamis (20/7/2017). Kedatangan para orangtua tersebut terkait status anak mereka yang tidak lulus menempuh pendidikan SMPN 1 Pinrang.
Para orangtua itu menemui pihak sekolah untuk meminta kebijakan agar anaknya masih bisa disekolahkan di SMP tersebut. Namun permintaan terebut ditolak dengan tegas oleh pihak sekolah dengan alasan kuota murid sudah full dan tidak bisa di tambah lagi jumlahnya.
Salah satu orangtua siswa, Ancu Ma’rufi mengatakan, kedatangannya bersama puluhan orangtua siswa lainnya untuk mengklarifikasi kepada pihak sekolah akan banyaknya siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah tetapi tidak lulus.
Baca Juga :
“Karena itu, kami meminta kebijakan pihak sekolah untuk memasukkan siswa yang tidak lulus tersebut,” kata Ancu kepada awak media.
Terkait hal itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Pinrang, Abdul Rahim mengatakan, pihak sekolah tidak bisa menerima permintaan orangtua tersebut.
“Kuotanya cuma 11 kelas dengan jumlah 32 siswa perkelas. Itu tidak bisa lagi ditambah, Kalau misalkan dikurangi itu bisa,” jelas Rahim.
Rahim menambahkan, terkait masalah zona domisili, untuk tingkat SMP belum diterapkan.
“Untuk zona, baru diberlakukan untuk tingkat SMA. Untuk yang mendaftar di sekolah kami ini, jumlahnya sekitar 700-an, namun yang bisa diterima cuma 352 siswa,” pungkasnya. (*)
Komentar