Logo Lintasterkini

Antisipasi Libur Panjang 28 Nopember, Pemerintah Ingatkan Protokol Kesehatan

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Rabu, 21 Oktober 2020 21:21

Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito.

JAKARTA — Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus pada periode libur panjang sekaligus cuti bersama tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020 mendatang. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan keluar rumah, ke tempat kerumunan, atau pulang kampung saat periode libur panjang pekan depan guna menekan kasus penyebaran Covid-19.

“Namun jika mendesak harus keluar rumah, sangat diharapkan agar masyarakat menegakkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir,” Prof. Wiku mengingatkan.

Dalam konferensi pers virtual tentang ‚ÄúPerkembangan Penanganan Covid-19″ di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Selasa (20/10/2020), dirilis covid19.go.id, Prof. Wiku mengungkapkan data yang dikaji berdasarkan persentase angka periode liburan Idul fitri pada tanggal 22-25 Mei 2020 terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekitar 69% sampai 93% sejak hari libur lebaran dengan rentang waktu 10 hari-14 hari.

Begitu juga pada libur panjang tanggal 20-23 Agustus 2020, juga terjadi kenaikan jumlah kasus harian sebanyak 58% hingga 118% sejak libur panjang pekan ketiga bulan Agustus 2020 dengan rentang waktu 10 hari sampai 14 hari. Juga terjadi angka kenaikan absolut pada tes dengan hasil positif yang naik mencapai 3,9% dalam dua minggu di tingkat nasional.

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 ini mengatakan Tim Satgas Penanganan Covid-19 mendorong agar perkantoran dan perusahaan melakukan antisipatif bagi karyawan yang hendak berpergian ke luar kota pada masa periode libur panjang. Perusahaan didorong untuk meminta karyawan melaporkan ke kantor, terutama yang pergi ke zona oranye dan merah.

“Selain itu perusahaan mendorong karyawannya menjalani isolasi mandiri jika mengalami gejala demam, gangguan pernafasan, atau hilang indera perasa dan penciuman setelah libur panjang. Karyawan yang berpergian pun ke zona oranye dan merah harus melaporkan ke perusahaan,” tegas Prof. Wiku. (*)

 Komentar

 Terbaru

TPP 19 OPD di Makassar Belum Cair, Termasuk Satpol PP, ini Alasannya
News26 Februari 2021 21:03
TPP 19 OPD di Makassar Belum Cair, Termasuk Satpol PP, ini Alasannya
Soal gaji ratusan pegawai kontrak lingkup Satpol PP, Rahmat menyebut, jika persediaan anggarannya sudah ada....
Arqam Azikin: DP Harus Evaluasi Kinerja dan Keuangan di Era Pj Wali Kota
News26 Februari 2021 19:04
Arqam Azikin: DP Harus Evaluasi Kinerja dan Keuangan di Era Pj Wali Kota
Selain itu, Arqam yang akrab disapa "Kaks" ini juga bilang, agar Danny-Fatma segera melakukan konsolidasi internal....
BPKA Makassar Harap Pejabat Kuasai Kendaraan Dinas Kooperatif
News26 Februari 2021 18:20
BPKA Makassar Harap Pejabat Kuasai Kendaraan Dinas Kooperatif
Dalam dua hari penertiban ini dilaksanakan, telah ditertibkan sebanyak 11 unit roda 4 (mobil)....
Danny Pomanto: Percepatan Kata Kunci Pembangunan
News26 Februari 2021 16:51
Danny Pomanto: Percepatan Kata Kunci Pembangunan
Dia lalu menegaskan akan segera memperbaiki tata kelola birokrasi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih....