MAKASSAR – Ribuan detonator yang berhasil disita oleh pihak Polsek Soekarno Hatta dipimpin Kapolsek Soeta Akp Anita, sampai sejauh ini dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Meski demikian identitasnya sudah dikantongi polisi.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Wakapolda Sulsel) Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono, menyampaikan, pihak aparat Polres Pelabuhan yang bekerja sama dengan aparat Polsek Soekarno Hatta sudah menempatkan anjing pelacak dari Tim K9 Dit Shabara Polda Sulsel guna mengantisipasi benda yang dianggap berbahaya seperti bahan peledak, narkoba, senjata api dan sebagainya.
[baca juga : Polisi Sita 5600 Detonator Bom di Dermaga Pelabuhan Soekarno Makassar ]
Baca Juga :
“Pada pukul 19.23 Wita, ada kapal merapat dan seorang penumpang turun meninggalkan tas tersebut. Tak lama penumpang lain melihat tas itu dan membawanya ke Pos Penjagaan. Ternyata setelah di cek isinya detonator” papar Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Eddy Pranomo.
Ditambahkannya, menurut informasi yang ada, hal seperti itu biasa terjadi di Pelabuhan Makassar dikaitkan dengan Bom Ikan.
“Tapi kita masih melakukan penyelidikan, utamanya penumpang membawa tas atau koper ini. Barang itu berbentuk kotak yang berjumlah 56. Sekarang masih kita lidik. Pelaku meninggalkan tasnya lantaran melihat anjing pelacak.Tetapi ciri-ciri bersangkutan sudah kita ketahui dan polisi sedang mengejarnya. Ini masih tahap penyidikan tidak ada hubungannya teroris santoso. Ini mirip jaringan pare-pare tahun 2014. Sementara kita baru memeriksa satu orang. Kita masih menunggu pelakunya tertangkap” kunci Brigjen Gatot Eddy Pranomo. (*)


Komentar