Logo Lintasterkini

Kemenristekdikti Janjikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Korban Gempa Palu-Donggala

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Kamis, 04 Oktober 2018 08:42

Menristek Dikti, Muh Natsir meninjau lokasi gempa Palu dan Donggala.
Menristek Dikti, Muh Natsir meninjau lokasi gempa Palu dan Donggala.

PALU – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang tengah kuliah di Palu dan Donggala. Beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa asal Palu dan Donggala yang tengah menempuh studi di Perguruan Tinggi di luar Sulawesi Tengah.

Hal itu dikemukakan Menristekdikti RI, Muhammad Natsir saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi gempa di Palu, Rabu (3/10/2018). Selama berada di pusat bencana itu, Menristekdikti didampingi Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr. Jasruddin, M.Si serta Rektor Universtas Taddulako dan Universitas Gorontalo.

Dijelaskan, berdasarkan data Kemenristekdikti saat ini terdapat 3.530 mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang tengah menempuh studi di 35 Perguruan Tinggi di Indonesia. Ia berharap, jangan sampai mahasiswa terkatung-katung akibat bencana sehingga kuliah berhenti di tengah jalan.

“Jangan sampai terjadi. Nanti ada pembebasan biaya di kampus ataupun beasiswa, akan kita lakukan pembahasan bersama rektor,” ujar Muhammad Natsir.

Selain itu, berdasarkan data yang diperoleh dari tim penanganan bencana di Universitas Tadulako, sejauh ini tidak ada korban jiwa dari mahasiswa asing yang tengah menempuh studi di Perguruan Tinggi di Palu dan Donggala. Mahasiswa asing yang tengah kuliah di Palu dan Donggala antara lain berasal dari Vietnam, Timor Leste, dan Thailand.

Selama berada di Kota Palu, Menristekdikti mengunjungi Universita Tadulako, Universitas Terbuka serta Universitas Muhammadiyah Palu dan Posko Unisan Gorontalo. Sesuai data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Oktober 2018 menyebutkan bahwa bencana ini menyebabkan 1.234 orang meninggal dunia, 799 orang luka berat dan 99 orang hilang. (*)

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 Januari 2026 09:43
KUHP Baru Berlaku 2026: Sekolah hingga Panti Asuhan Jadi Lokasi Pidana Kerja Sosial, Efektif atau Sekadar Solusi Tambal Sulam?
JAKARTA — Pemerintah bersiap menerapkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mulai 2026. Salah satu kebijakan yang diklaim progresif adalah ...
News05 Januari 2026 08:59
BPBD Kota Selamatkan 13 Warga Makassar Terjebak di Air Terjun Saat Wisata Alam
MAKASSAR –Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Jeneberang berubah menjadi ancaman dalam hitungan menit. Air bah datang tiba-tiba, memutus ...
Nasional05 Januari 2026 08:28
Wamen Fajar Tinjau Pemanfaatan IFP di Kabupaten Blora
BLORA  — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan ...
Editorial05 Januari 2026 08:23
Setahun Tanpa Jawaban, Mengapa Kasus Penembakan Pengacara Rudy S. Gani Masih Gelap?
SUDAH setahun berlalu sejak pengacara Rudy S. Gani tewas ditembak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (31/12/2024) malam, tepat di malam perga...