Logo Lintasterkini

Safaruddin, Tokoh Pemuda Pangkep Penggerak Pertanian Organik

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Sabtu, 01 Oktober 2016 22:45

Safaruddin, Tokoh Pemuda Pangkep Penggerak Pertanian Organik

PANGKEP – Tingkat kesuburan tanah mempengaruhi produksi suatu jenis tanaman yang dibudidayakan. Tanpa disadari, dalam proses waktu yang cukup lama dalam hal penggunaan pupuk kimiawi, sebenarnya dapat menggerus unsur hara alami dalam tanah.

Akibatnya, lama-kelamaan lahan yang kerap menggunakan pupuk kimiawi akan tak subur lagi. Sehingga hasil produksi tanaman pun akan semakin berkurang atau menurun dari tahun ke tahun.

Untuk mengembalikan kesuburan tanah tersebut, salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah kembali kepada penggunaan pupuk organik yang bersifat alami. Kegunaan pupuk organik salah satunya yakni mengembalikan kesuburan tanah serta ramah terhadap lingkungan.

Hal itu dikemukakan penggerak pupuk organik bernama Safaruddin, seorang tokoh pemuda didikan Pemuda Ansor NU asal Kabupaten Pangkep, Sabtu, (1/10/2016). Pemuda ini intens mensosialisasikan penggunaan pupuk organik, baik di daerahnya Kabupaten Pangkep sampai ke Kabupaten Maros.

Selain aktif mengajak masyarakat, khususnya petani untuk kembali ke unsur alami dalam menyuburkan tanah yang diolah dengan menggunakan pupuk organik, Safar, panggilan pemuda ini pun aktif mengembangkan pertanian organik.

“Saya telah mengembangkan juga berbagai jenis tanaman organik seperti kacang organik, padi organik dan juga tambak organik,” ungkap Safar.

Safaruddin, ayah satu anak ini memang terbilang masih muda. Di usia yang masih muda, dia pun mengaku menggeluti pertanian alami baru seumur jagung, sekitar enam bulan belakangan ini.

“Pada dasarnya sistem pertanian organik, sekali tidak menggunakan unsur kimia, maka selamanya tidak lagi menggunakan unsur-unsur kimia. Dengan menggunakan pupuk organik dan mengembangkan pertanian organik, maka kita dapat mengembalikan kesuburan tanah dengan cara-cara alami,” jelasnya.

Pemuda Pangkep ini mengaku aktif mensosialisasikan pupuk organik serta pertanian organik. Bahkan kemarin, dia beserta rekannya mendatangi warga Kampung Maros baru, Kabupaten Maros untuk melatih pertanian organik di daerah itu.

Menurutnya, seandainya Pemerintah dapat perhatikan persoalan pertanian organikini, maka produksi pertanian di Pangkep bisa lebih baik. Bahkan, ongkos kerja juga bisa relatif murah dengan pertanian organik, sehingga petani tidak terlalu terbebani.

Diakuinya, berbagai uji coba pertanian organik yang dia lakukan memberi hasil yang cukup positif. Pupuk kimia menurut Safar, selain dapat menghilangkan kesuburan tanah, juga memiliki biaya yang relatif tinggi.

“Budidaya udang kemarin kita hanya mengeluarkan biaya pupuk organik 150 ribu per hektar, itu dari pembibitan hingga panen, jadi cukup murah,” terang Safar.

Namun diakui Safar, untuk mengajak masyarakat beralih dari pupuk kimia ke organik tidaklah mudah. Alasan dia, masyarakat sudah sangat tergantung pada pupuk kimia, ditambah lagi Pemerintah yang tidak memperhatikan hal ini.

“Kenapa petani harus menggunakan pupuk organik ? Jawabannya adalah karena sehat. Kenapa harus pupuk organik ? Tentu karena pupuk organik itu menyangkut soal kesehatan dan ramah lingkungan,” paparnya.

Safar mengaku bahwa dirinya masih melakukan berbagai uji coba pertanian organik dengan swadaya. Minatnya menggeluti pertanian organik bukan tanpa alasan, sebab dia aktif terlibat dalam komunitas pertanian alami persaudaraan petani nusantara, PPNU.

“Ilmunya kita dapat dari pengembangam kader gerakan Pemuda Ansor,” ucapnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Rektor Unismuh Makassar dan Rombongan Temui Bupati Gowa
News22 Januari 2021 17:44
Rektor Unismuh Makassar dan Rombongan Temui Bupati Gowa
"Insya Allah saya akan siap membantu agar proses kepengurusan admistrasi aset Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Gowa ini dapat berjalan lancar," janj...
Ringkus Spesialis Penggelapan Mobil Rental, Polisi Sita 11 Kendaraan
Hukum & Kriminal22 Januari 2021 17:42
Ringkus Spesialis Penggelapan Mobil Rental, Polisi Sita 11 Kendaraan
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di tahanan Polsek Soreang....
KPU Batasi Undangan Penetapan Wali Kota Makassar Terpilih
News22 Januari 2021 16:29
KPU Batasi Undangan Penetapan Wali Kota Makassar Terpilih
Seluruh pasangan calon yang ikut berkontestasi ikut diundang. Termasuk Danny-Fatma....
Listyo Jabat Kapolri, IPW: Akan ada Mutasi Besar-besaran
Lintas Info22 Januari 2021 15:27
Listyo Jabat Kapolri, IPW: Akan ada Mutasi Besar-besaran
Tidak hanya itu, Neta juga meyakini bakal ada pergantian Kapolda di sejumlah daerah....