Logo Lintasterkini

Anggota DPRD Makassar Minta ULP di Pemkot Lakukan Perombakan Gegara Banyak Proyek Gagal Tender

Muh Syukri
Muh Syukri

Senin, 03 Januari 2022 18:58

Anggota DPRD Makassar Minta ULP di Pemkot Lakukan Perombakan Gegara Banyak Proyek Gagal Tender

MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar meminta Unit Layanan Pengadaan atau ULP lingkup pemerintah kota melakukan perombakan. Hal itu untuk mengevaluasi program mandek pada tahun 2021 lantaran gagal tender.

Anggota Komisi C DPRD Makassar, Andi Suharmika mempertanyakan pengerjaan proyek yang masih banyak berjalan hingga awal tahun 2022. Padahal pengerjaan tersebut seyogyanya sudah rampung sejak Desember lalu.

“Ini hasil tinjauan kita banyak program yang jalan, padahal pagu anggaran itu di 2020-2021, ada beberapa titik yang belum terselesaikan, di Dapil itu banyak setelah kita pantau, semisal drainase, itu kan masih pengeringan artinya belum selesai,” kata Suharmika, Senin (3/1/2022).

Suharmika juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum untuk memberikan penjelasan terkait hal ini. Terlebih, kata dia, belum ada laporan yang masuk terkait pengerjaan-pengerjaan tersebut.

“Kita minta penjelasannya, apa dasar hukumnya sehingga pengerjaan hari ini tetap berlangsung?” ucapnya.

“Apakah itu diadendum atau apa karena tidak laporan ke kami, kita tahu memungkinkan adanya adendum, pengerjaan 20 sampai berapa puluh hari, ada baiknya PU memberikan keterangan ke publik,” sambungnya.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan bersama PU untuk merampungkan hal ini.

Sementara, Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli menilai persoalan ini sudah menjadi masalah tahunan.

“Mereka ini perlu disurati, 52 SKPD dan 15 Camat ini, supaya bisa berkoordinasi dengan baik,” terangnya.

Belum lama ini, kata dia, Komisi C menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah kontraktor lantaran banyaknya Pokja Pemkot yang bermasalah.

“Pokja kita ini sepertinya dia memperlambat proses tender. Sudah ada pemenang tapi barangkali dia tidak siap waktu untuk proses kerja, makanya dia batalkan beberapa tender. Banyak tender yang siap dikerjakan dia tidak kerjakan karena Pokjanya ini merasa tidak bisa rampung,” terangnya.

Dia berharap pelantikan 23 JPT 31 Desember 2021 lalu bisa mendorong realisasi pembangunan di tahun 2022 ini.

“Minim memang (pembangunan), jadi kiranya kita meminta semua usulan OPD di Makassar untuk ditender di awal tahun ini,” tegasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News29 September 2022 16:13
Fatma Wahyudin Minta Ojol Day Setiap Selasa Ditinjau Ulang
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyudin meminta penerapan Ojol Day setiap Selasa untuk ditinjau ulang. Khususnya pemberlakuannya u...
News29 September 2022 15:21
Operasi Zebra 2022, Ini Tujuh Prioritas Pelanggaran
MAKASSAR – Polri kembali melaksanakan operasi Zebra 2022. Pelaksanaannya mulai pada 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022, serentak di seluruh Indone...
Hukum & Kriminal29 September 2022 14:04
Dikejar OTK Pakai Busur, Dua Remaja di Makassar Luka Serius
MAKASSAR – Nasib nahas menimpa dua remaja yakni RR (18) dan W (18). Keduanya mengalami luka akibat terjatuh dari motor setelah dikejar OTK (oran...
News29 September 2022 08:26
Pemkot Makassar Siapkan 53 Unit Kendaraan Damtor
MAKASSAR – Pemkot Makassar bakal menyediakan kendaraan pemadam kebakaran motor (damtor). Penyediaannya melalui Dinas Pemadam kebakaran dengan ma...