Logo Lintasterkini

Global Wakaf-ACT Sulsel Hadirkan Alat Sterilisasi Covid-19 untuk Lantai

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Selasa, 05 Januari 2021 18:00

Alat sterilisasi virus (Covid-19) berbasis sinar ultra violet untuk lantai.
Alat sterilisasi virus (Covid-19) berbasis sinar ultra violet untuk lantai.

PANGKEP — Pandemi COVID-19 yang tengah terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia membuat kita menjadi lebih waspada dalam menjaga kesehatan, keselamatan diri serta lingkungan. Para pengelola tempat-tempat umum menerapkan standar protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 sesuai arahan pemerintah, termasuk di antaranya adalah masjid.⁣⁣
⁣⁣
Di Masjid Raodhatul Muttaqin Kompleks Perumahan Tonasa, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan misalnya, shalat wajib berjamaah dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yakni menjaga jarak (social distancing) satu meter antar shaf. Selain itu, jamaah diwajibkan menggunakan masker dan disiapkan sabun pencuci tangan di tempat mengambil air wudhu.

Upaya tersebut dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.⁣⁣ Selain itu, untuk semakin meningkatkan proteksi jamaah terhadap virus corona agar dapat beribadah dan berkegiatan dengan lebih tenang dan nyaman, pihak pengurus masjid yang dikoordinir oleh PSIT (Persatuan Syiar Islam Tonasa) dan YDIP (Yayasan Dakwah Islam dan Pendidikan) menghadirkan sebuah alat sterilisasi virus. Alat ini didatangkan melalui Program Wakaf Salam yang diadakan oleh pihak Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (GW ACT) Sulawesi Selatan.⁣⁣
⁣⁣
Faizal Agunisman selaku Koordinator GW ACT Sulsel saat ditemui di tengah pengaplikasian Program Wakaf Salam di Masjid Raodhatul Muttaqin, Senin (4/1/2021) menjelaskan, program ini menghadirkan sebuah alat sterilisasi yang diberi nama Salam. Dimana dengan teknologi, alat ini mampu mematikan kuman, bakteri dan virus, termasuk covid-19.⁣⁣
⁣⁣
“Alhamdulillah, hadirnya Program Wakaf Salam ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam pencegahan penyebaran virus corona, utamanya di masjid,” kata Faizal Agunisman.

Disematkannya teknologi sinar UVC pada alat ini, terbukti mampu membunuh kuman, bakteri, dan virus yang ada di lantai masjid, termasuk virus corona. Bentuknya pun dirancang agar mudah digunakan seperti alat pel lantai.

“Untuk tahap awal, sebanyak 2 pcs alat Salam dipesan oleh pihak pengurus Masjid Raodhatul Muttaqin.” ujarnya⁣⁣.
⁣⁣
Sejak resmi dilaunching pada November 2020 lalu, kehadiran Program Wakaf Salam mendapat sambutan positif dari masyarakat utamanya para pengurus masjid. Bagi sahabat dermawan yang ingin berpartisipasi dalam Program Wakaf Salam ini, dapat menghubungi pihak Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap perwakilan Sulawesi Selatan di nomor telpon: 0411 898 6113 atau via whatsApp: 0821 9224 1414.

Dapat juga berkunjung langsung ke kantor cabang Global Wakaf-ACT Sulsel di Ruko Alauddin Plaza BB No.11 Jalan Sultan Alauddin Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Rappocini Kota Makassar. (*)

 Komentar

 Terbaru

Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 04:10
Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19
''Jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi di 13.525 fasilitas layanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi sudah mencapai leb...
Sepekan Pasca Gempa Sulbar, Kondisi Pengungsi Masih Memprihatinkan ⁣
News24 Januari 2021 03:49
Sepekan Pasca Gempa Sulbar, Kondisi Pengungsi Masih Memprihatinkan ⁣
MAMUJU — Hari mulai gelap saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan logistik pangan untuk pengungsi yang jarang tersentuh bantuan kemanusiaa...
Tenaga Ahl BNPB Ungkap Doni Monardo belum Divaksin Covid-19
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 03:17
Tenaga Ahl BNPB Ungkap Doni Monardo belum Divaksin Covid-19
“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal beliau akan divaksinasi pada pekan depan bers...
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tertular Virus Corona Saat Makan Bersama
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 02:52
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tertular Virus Corona Saat Makan Bersama
“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah te...