Logo Lintasterkini

Kritik Balik BEM Unnes, Politikus PDIP: Dangkal Sekali Logika Berpikirnya

Andi Nur Isman
Andi Nur Isman

Kamis, 08 Juli 2021 15:05

Arteria Dahlan.
Arteria Dahlan.

JAKARTA — Politikus PDIP Arteria Dahlan ikut merespons kritikan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang dijuluki The Queen of Ghosting dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dia mengaku sedih sekaligus prihatin dengan para mahasiswa yang saat ini sangat mudah melontarkan stigma, khususnya kepada ketua DPR yang juga ketua DPP PDIP Puan Maharani.

“Saya tanyakan, paham nggak sih apa yang disampaikan? Kok dangkal sekali ya, hanya dengan mendasarkan pada beberapa fakta atau bahkan kepingan suatu fakta yang tidak utuh, tanpa terlebih dahulu melakukan penelitian, tiba-tiba melakukan simpulan yang seperti itu, bahkan cenderung menista, memfitnah dan menyerang kehormatan seseorang. Apalagi orang tersebut kepala lembaga tinggi negara,” ujar Arteria kepada wartawan, Rabu (7/7/2021) kemarin.

Anggota Komisi III DPR itu menuturkan, pada zamannya dulu, mahasiswa bersikap harus melalui rangkaian diskusi-diskusi yang melibatkan kegiatan riset, kajian dan uji publik.

Tidak seperti sekarang yang nilainya jauh berbeda, apalagi berlindung di balik kata “mengkritik”. Padahal sudah patut diduga itu bukan kritik tapi ada indikasi sengaja menista.

“Saya pertanyakan BEM KM Unnes kalian hidup di mana? Apa ada baca berita koran, media sosial dan lain-lain. Apa ndak terbiasa menggunakan akal sehat sedikitlah sebelum melontarkan hal-hal yang demikian? Dangkal sekali logika berpikirnya. Masak hanya karena RUU PKS yang tak kunjung disahkan, Ibu Ketua DPR dinilai tidak berparadigma kerakyatan dan tidak berpihak pada kalangan rentan,” tegas Arteria.

Menurutnya, para mahasiswa tersebut harus tahu arti “mahasiswa” sesungguhnya. Minimal memiliki intelektual dan mendasarkan pendapatnya pada ilmu pengetahuan dan akal pikirnya.

“Kan malu, kok disalahkan ibu ketua DPR, harusnya kalian tahu, dalam membentuk UU itu tidak hanya tanggung jawab DPR, karena harus melibatkan persetujuan pemerintah,” katanya.

“Makanya belajar dulu, ya gak usah sampai pinter deh, tapi paham aturan hukum sudah cukup sebelum komentar. Kalian pantau dong kerja-kerja legislasi di DPR kan sudah live video streamingagar tidak gagal paham,” sambung Arteria.

Arteria murka dan merasa miris, para mahasiswa itu mempersoalkan UU KPK, UU Minerba, UU Omnibus Law Ciptaker yang tak kunjung disahkan. Padahal, DPR juga akan segera membahas UU tersebut.

“Kalian harus paham prosedur pembentukan peraturan perundang-undangan. Apalagi sudah disepakati sebagai RUU prioritas untuk dibahas. Jadi belajar dulu sebelum bicara. Kan memalukan, mau terlihat smart padahal mempertontonkan kebodohannya sendiri, pakai contoh RUU PKS dan RUU PRT lagi. Harusnya kalian lihat itu di prolegnas prioritas tahun 2021, banyak hal yang kalian tidak ketahui sudah kami kerjakan untuk bangsa dan negara ini tanpa sekalipun mempertontonkannya kepada publik, karena kami anggap sebagai kewajiban,” ungkap Arteria.

Sebelumnya BEM KM Unnes memberikan julukan ke Ketua DPR RI Puan Maharani dengan memberi julukan The Queen of Ghosting.

Mereka menilai berbagai produk legislasi yang dihasilkan di tengah pandemi COVID-19 saat ini tak berparadigma kerakyatan dan tak berpihak pada kelompok rentan.

“(Contohnya, red) UU KPK, UU Minerba, UU Omnibus Law Ciptaker dan seterusnya, serta tidak kunjung disahkannya RUU PKS yang sebetulnya cukup mendesak dan dibutuhkan pengesahannya,” demikian dikutip dari Instagram @bemkmunnes pada Rabu, 7 Juli.(*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal25 Juli 2021 20:12
Gara-gara Tersinggung, Dua Pria di Pinrang Aniaya Tiga Pemuda Pakai Celurit
PINRANG– Dua pria di Kabupaten Pinrang diamankan jajaran Resmob Satreskrim Polres Pinrang lantaran telah melakukan pengeroyokan. Kedua pria itu ...
Hukum & Kriminal25 Juli 2021 16:24
Kenalan Lewat Game Online, Pemuda Sidrap Setubuhi dan Bawa Lari Gadis di Bawah Umur
MAKASSAR– Unit Jatanras Kepolisian Resor Kota Besar Makassar berhasil mengamankan seorang pemuda yang melarikan anak di bawah umur. Pelaku adala...
News25 Juli 2021 13:27
Besok, Makassar Sudah Terapkan PPKM Level IV, Apa Saja yang Dibatasi?
Dalam rapat tersebut terungkap penerapan PPKM level IV juga akan diberlakukan di Sulawesi Selatan ( Sulsel ). Untuk di Makassar, pemberlakuan dilaksan...
News25 Juli 2021 13:04
Si Jago Merah Hanguskan Tempat Laundry di Makassar, 11 Damkar Diterjunkan
MAKASSAR– Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah rumah warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (25/7/2021) sekitar pukul...