Logo Lintasterkini

Covid-19 Belum Selesai, Penyakit Misterius Infeksi Ratusan Warga di India

Muh Syukri
Muh Syukri

Kamis, 10 Desember 2020 21:01

ilust
ilust

LINTASTERKINI.COM – Pihak berwenang India menemukan jejak partikel timbal dan nikel dalam sampel darah. Hal itu dilakukan setelah ratusan orang dirawat di rumah sakit karena penyakit misterius terjadi di negara bagian selatan Andhra Pradesh.

Tim dokter, termasuk yang berasal dari All-India Institute of Medical Sciences (AIIMS) terkemuka di New Delhi, sedang menyelidiki kematian satu orang akibat penyakit itu. Sementara hingga kini, yang dirawat di rumah sakit tercatat lebih dari 400 dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah negara bagian Andhra Pradesh mengatakan bahwa tim AIIMS telah menemukan jejak timbal dan nikel dalam sampel darah mereka. Untuk lebih memastikannya, rumah sakit kedua juga menjalankan tes serupa.

Penyakit ini telah menginfeksi lebih dari 300 anak. Gejala yang dialami kebanyakan dari mereka menderita pusing, pingsan, sakit kepala dan muntah. Selain itu, mereka telah dites negatif untuk COVID-19.

Dikutip dari VIVA, penemuan terbaru dari penyakit misterius ini bisa membahayakan. Sebab, partikel timbal yang tinggi dalam aliran darah dapat mengganggu perkembangan otak, sistem saraf, dan organ vital seperti jantung dan paru-paru.

Sebelumnya pada hari Selasa, anggota parlemen federal GVL Narasimha Rao, yang berasal dari negara bagian, mengatakan di Twitter bahwa dia telah berbicara dengan para ahli medis pemerintah dan bahwa penyebab yang paling mungkin adalah zat organoklorin beracun.

“Itu adalah salah satu kemungkinan,” kata Geeta Prasadini, direktur kesehatan masyarakat di negara bagian Andhra Pradesh, dikutip dari laman Channel News Asia.

Ia menambahkan, mereka sedang menunggu laporan tes untuk memastikan penyebabnya. Dia juga mengatakan tidak ada kasus serius baru yang terungkap dalam 24 jam terakhir. Namun, seorang pria berusia 45 tahun meninggal pada akhir pekan.

Diketahui, Organoklorin dilarang atau dibatasi di banyak negara setelah penelitian mengaitkannya dengan kanker dan potensi risiko kesehatan lainnya. Namun, beberapa polutan tetap berada di lingkungan selama bertahun-tahun dan menumpuk di lemak tubuh hewan dan manusia.

Belum jelas seberapa luas bahan kimia tersebut digunakan di India, meskipun bahan kimia tersebut ditemukan dalam DDT yang diterapkan untuk pengendalian nyamuk. Paparan pestisida organoklorin dalam waktu singkat dapat menyebabkan kejang, sakit kepala, pusing, mual, muntah, tremor, kebingungan, kelemahan otot, bicara cadel, air liur dan berkeringat. (*)

 Komentar

 Terbaru

KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Suap
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 02:39
KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Suap
Firli lalu bilang, KPK akan mengusut kasus dugaan korupsi lainnya atas informasi yang diterima dari masyarakat....
Kontraktor yang Terjaring OTT Disebut Dekat dengan Nurdin Abdullah
News28 Februari 2021 01:18
Kontraktor yang Terjaring OTT Disebut Dekat dengan Nurdin Abdullah
Hal itu diungkap Kadir Halid, yang saat itu menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket 2019....
Belum Ada Kabar Kepulangan Nurdin Abdullah, ini Kata Jubirnya
Hukum & Kriminal27 Februari 2021 23:52
Belum Ada Kabar Kepulangan Nurdin Abdullah, ini Kata Jubirnya
Nurdin Abdullah hingga saat ini masih dalam pemeriksaan bersama Edy dan empat orang lainnya....
Beli HP Curian, Pria di Makassar Ikut Diringkus
Hukum & Kriminal27 Februari 2021 23:29
Beli HP Curian, Pria di Makassar Ikut Diringkus
HD (Penadah) dijerat dengan pasal 480 KUHPidana tentang penadahan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara....