Logo Lintasterkini

Korban Pemukulan Polisikan Kepala Seksi Bagian Sengketa BPN Selayar

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Rabu, 14 Februari 2018 02:02

Laporan polisi dengan korban pelapor bernama Syamsul Bahri (37).
Laporan polisi dengan korban pelapor bernama Syamsul Bahri (37).

SELAYAR – Dua pejabat Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Selayar adu mulut, yang akhirnya berujung pada aksi pemukulan. Aksi pemukulan dilakukan oleh pelaku bernama Irwan (48) yang menjabat Kepala Seksi Bagian Sengketa Tanah BPN Kabupaten Selayar.

Sedang korbannya yang dianiaya bernama Syamsul Bahri (37) alias Anchu, yang menjabat selaku Kepala Seksi Pengukuran Tanah pada kantor yang sama dengan pelaku. Aksi pemukulan yang dilakukan Irwan terhadap korban adalah yang ketiga kalinya.

Tindakan aksi jagoan ini akhirnya berbuntut panjang. Korban Anchu mempolisikan rekannya, Irwan ke Polres Selayar, Selasa (13/2/2018). Menurut pengakuan korban, dirinya sudah tiga kali dihajar oleh pelaku.

“Waktu pemukulan yang pertama dan kedua kalinya, saya tidak melapor ke polisi lantaran Kepala BPN (Pudjiamin) yang meminta agar persoalan saya dengan pelaku diselesaikan secara damai dan ada dibuat surat pernyataan di hadapan Pak Kepala BPN,” ungkap korban, Anchu saat melapor ke pihak Polres Selayar.

Diungkapkan korban, sebelum terjadi pemukulan yang ketiga kalinya, seorang rekan kerja bernama Saleh menyampaikan bahwa pelaku Irwan ingin menemuinya. Dalam pikiran korban, kemungkinan ada urusan berkas tanah yang diminta pelaku untuk ditanda tanganinya.

“Belumpa sempat ke ruangannya pelaku (Irwan), dia sudah datang ke ruanganku sambil membentak dan mengeluarkan kata-kata yang tak pantas. Dia bilang Weh tel***, mana berkasnya kakakku, lalu tiba-tiba terjadi pemukulan itu,” urai Anchu saat menyampaikan laporannya kepada petugas kepolisian setempat.

Menurut korban Anchu, aksi main pukul yang dilakukan pelaku merupakan kejadian yang ketiga kalinya kepada dirinya. Dikatakannya, selama ini ia cukup sabar menerima perlakuan pemukulan yang pertama dan kedua kalinya.

Namun pada kejadian pemukulan yang ketiga kali berulang, ia pun tak bisa mentolerirnya lagi. Pasalnya, dirinya merasa harga dirinya terinjak-injak, karena pemukulan yang dilakukan Irwan terjadi di depan istri korban dan disaksikan ibu-ibu pegawai BPN Kabupaten Selayar, yang sementara berkumpul mengadakan arisan bulanan di kantor.

“Saya laporkan secara resmi kasus pemukulan ini yang sudah ketiga kalinya dilakukan, selebihnya saya serahkan ke pihak Polres Selayar untuk menindak lanjuti dan memproses sesuai hukum yang seadil-adilnya,” papar korban.

Kapolres Kepuluan Selayar, Akbp Syamsu Ridwan yang dikonfirmasi oleh lintasterkini.com, Selasa (13/2/2018) di ruang kerjanya membenarkan terjadinya aksi pemukulan dengan korban bernama Syamsul dan pelakunya adalah rekan kerja korban bernama Irwan. Keduanya ini, baik korban maupun pelaku sama-sama memiliki jabatan di BPN Kabupaten Selayar.

“Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan pemukulan tersebut. Yang pastinya, kami akan bekerja profesional dan menyelesaikannya secara hukum yang berlaku,” janji Kapolres, Akbp Syamsu Ridwan. (*)

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

Hari Pertama Masuk Kantor, Kajari Pinrang Disambut Aksi Unras
Peristiwa01 Maret 2021 17:26
Hari Pertama Masuk Kantor, Kajari Pinrang Disambut Aksi Unras
PINRANG — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati (AMP) Pinrang menggelar aksi Unjuk Rasa (Unras) ke Kantor Kejaksaa...
Danny Pomanto Ganti Pelaksana Tugas di 15 OPD
Pemerintahan01 Maret 2021 15:28
Danny Pomanto Ganti Pelaksana Tugas di 15 OPD
Pergantian itu dilakukan karena sudah pada waktunya. Masa jabatan pelaksana tugas yang sebelumnya menjabat sudah berakhir....
Hari Pertama Berkantor, Danny Bersua Mendagri di HUT Damkar ke-102
News01 Maret 2021 13:51
Hari Pertama Berkantor, Danny Bersua Mendagri di HUT Damkar ke-102
Peringatan HUT Damkar kali ini, digelar virtual secara nasional. Dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian....
Kasus Suap NA, Peneliti Pukat UPA: KPK Harus Panggil Rudy Djamaluddin
Hukum & Kriminal01 Maret 2021 12:47
Kasus Suap NA, Peneliti Pukat UPA: KPK Harus Panggil Rudy Djamaluddin
Kasus Profesor Andalan ini adalah kali pertama terjadi di sepanjang sejarah di Sulsel....