Logo Lintasterkini

Kelompok Warga Inggris Layangkan Petisi ke Dubes Myanmar

Muh Syukri
Muh Syukri

Kamis, 24 November 2016 00:38

Ist
Ist

LONDON – Sebuah kelompok warga yang berbasis di Inggris menyampaikan petisi berisi ribuan tanda tangan ke Kedutaan Besar Myanmar di London. Petisi meminta pemerintah Myanmar menyelesaikan tragedi kemanusiaan yang terjadi.

Burma Campaign UK memberi petisi berisi 3.164 tanda tangan, meminta pemerintah Myanmar ijinkan bantuan kemanusiaan masuk, mencabut UU tahun 1982 yang melarang penyelidikan PBB.

Direktur Burma Campaign UK, Mark Farmaner, menilai, militer Myanmar memakai Aung San Suu Kyi sebagai perisai, dan mengabaikan kritik masyarakat internasional atas pelanggaran HAM yang dilakukan.

“Tindakan kekerasan militer di Rohingya sejak 9 Oktober lalu mengakibatkan ratusan warga Rohingya tewas, dan sedikitnya 30 ribu orang terpaksa mengungsi,” kata Farmaner seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (22/11/2016).

Farmaner turut mengkritik masyarakat internasional, yang terus-menerus memperlakukan Rohingya seperti tidak ada, dengan menyajikan berita seakan situasi itu cuma masa transisi yang membutuhkan bantuan teknis saja.

Padahal, Muslim Rohignya yang disebut PBB sebagai minoritas paling teraniaya di dunia, bertahun-tahun terus berusaha melarikan diri dari konflik di Myanmar, tersebar di negara-negara tetangga.

“Situasi hak asasi manusia warga Rohingya semakin para, tidak pernah lebih baik,” ujar Farmaner.

Sementara Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menjelaskan, kondisi kamp-kamp pengusian warga Rohingya yang ada sudah seperti penjara, dan mereka mau tidak mau harus hidup di sana.

Dia juga mengatakan, bahwa dari gambar satelit sudah menunjukkan kalau 820 struktur bangunan yang ada di desa Rakhine telah dihancurkan, selama kurang dari delapan hari terakhir saja.

Sejak pertengahan 2012, warga Rohingya sudah berbondong-bondong berusaha melarikan diri dari kekerasan komunal yang terjadi di Rakhine.

Kekerasan itu mengakibatkan banyak orang menjadi korban tewas, dengan sektiar 100 ribu orang terpaksa mengungsi ke kamp-kamp, dengan 2.500 rumah yang sebagian besar milik warga Rohingya sudah dihancurkan. (*)

 Komentar

 Terbaru

News22 Januari 2026 21:46
Luwu–Toraja Satu Rumpun Peradaban, Frederik Kalalembang: Sudah Saatnya Disatukan
JAKARTA — Gagasan pembentukan provinsi baru selalu berangkat dari akar sejarah, kebutuhan objektif daerah, serta kesiapan sosial masyarakatnya. Dala...
Nasional22 Januari 2026 18:48
Panglima TNI Tinjau Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut, Jawa Barat
GARUT – Panglima TNI melaksanakan peninjauan ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 890/Gardha Sakti di Desa Cijayana, Kecamata...
Ekonomi & Bisnis22 Januari 2026 10:17
Best Western Plus Makassar Beach Hadirkan Best January Culinary Stay Paket Menginap Nyaman dengan Sajian Kuliner Istimewa
MAKASSAR – Mengawali tahun 2026, Best Western Plus Makassar Beach menghadirkan penawaran spesial bertajuk Best January Culinary Stay, sebuah pak...
Ekonomi & Bisnis22 Januari 2026 10:09
Phinisi Hospitality Indonesia Hadirkan Beyond the Moment, Early Season Wedding Promo di HoRe Expo PHRI 2026 Claro Makassar
MAKASSAR – Phinisi Hospitality Indonesia (PHI), grup perhotelan nasional yang menaungi Claro Makassar, The Rinra Makassar, Dalton Makassar, dan ...