Logo Lintasterkini

Pedagang Losari Menjerit, Dimintai “Double” Pungutan Jasa Kebersihan

Budi S
Budi S

Rabu, 31 Maret 2021 14:16

Suasana di kawasan kuliner Anjungan Pantai Losari (Istimewa)
Suasana di kawasan kuliner Anjungan Pantai Losari (Istimewa)

MAKASSAR – Pedagang Kaki Lima (PKL) di pelataran Anjungan Pantai Losari dibuat menjerit oleh oknum pemerintahan. Selama ini dimintaki setoran lebih atau double jasa kebersihan.

Nilai setorannya Rp10 ribu setiap gerobak per hari atau per malamnya. Hal tersebut diungkap salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya. Dia bilang, pungutan itu mengatasnamakan UPTD Losari.

Padahal kata dia, selama ini pedagang juga telah membayar jasa kebersihan ke pemerintah kelurahan atau pun kecamatan.

“Dulunya Rp64 ribu kita (pedagang) ditagih dari kelurahan jasa kebersihan. Saat ini berubahki. Ditagih Rp5 ribu dari kelurahan setiap satu minggu per gerobak. Beda itu lagi dari UPTD Losari Rp10 ribu,” ungkapnya kepada LINTASTERKINI, Rabu (31/03/2021).

Pungutan UPTD Losari itu kata pria berbadan kekar ini, berdalih jasa kebersihan.

“Pernah saya ikut rapatnya (UPTD). Saya datang karena mau dibahas itu mengenai jam operasional pedagang. Tapi saya tinggalkan. Karena bahasa tai terus disebut dirapat. UPTD terus bilang, masa saya pungut taimu saya cebokko juga. Saya ambil sampahmu baru tidak bayar. Seakan tidak hargai pedagang,” pungkasnya.

Kebijakan itu diakuinya membuat para pedagang kelimpungan. Belum lagi kurangnya pengunjung disebabkan pembatasan jam malam di masa pandemi covid-19.

“Kasihan kita ini. Berjualan dibatasi sampai jam 10 malam saja. Minta tolong juga pemerintah, tertibkan itu pedagang pisang epek di sekitaran masjid. Beroperasi sampai jam 3 malam. Kenapa kita hanya sampai jam 10 malam saja. Di mana keadilannya,” tandas dia yang sudah puluhan tahun berdagang di kawasan Losari.

Menyikapi dugaan pungutan liar (pungli) itu, Kasatpol PP Makassar, Iman Hud akan bertindak. Dia menegaskan bakal menelusurinya. Juga melibatkan aparat penegak hukum.

Dia mengakui telah mendapat laporan. Termasuk informasi soal beredarnya rekaman video dugaan pungli tersebut di media sosial.

“Saya sudah laporkan ke pimpinan, akan turun bersama kejaksaan dan kepolisian,” kuncinya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Miniatur F8 Bakal Sambut Muhibah Budaya dan Festival Rempah 2021
Wisata dan Budaya22 April 2021 04:23
Miniatur F8 Bakal Sambut Muhibah Budaya dan Festival Rempah 2021
Danny Pomanto mengapresiasi dan mendukung rencana festival pelayaran tersebut....
5 Pasangan Bukan Pasutri Kepergok Pesta Miras di Gowa
Ramadhan22 April 2021 03:39
5 Pasangan Bukan Pasutri Kepergok Pesta Miras di Gowa
Tim UKL 02 telah mengamankan lima pasangan pria dan wanita di salah satu indekos di wilayah Kecamatan Somba Opu....
Danny Maknai Hari Kartini Teladan Emansipasi Wanita Masa Kini
News22 April 2021 03:35
Danny Maknai Hari Kartini Teladan Emansipasi Wanita Masa Kini
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto menyampaikan harapannya pada peringatan Hari Kartini, Rabu (21/04/2021)....
Di Hari Kartini, Kapolsek Parangloe Berbagi Sembako ke Warga
News22 April 2021 00:38
Di Hari Kartini, Kapolsek Parangloe Berbagi Sembako ke Warga
Tidak hanya menyasar keluarga prasejahtera, bantuan bingkisan sembako itu juga diberikan kepada marbot Masjid....