Logo Lintasterkini

AKBP Beny Murjayanto Selalu Berpikir Manfaat Positip dari Miras Lokal

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Rabu, 25 November 2020 22:52

Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto.
Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto.

TAKALAR — Pemerintah telah berupaya mengambil berbagai kebijakan untuk menghentikan kasus penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia. Salah satu upaya dengan mengajak seluruh masyarakat tanpa terkecuali untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Seruan mematuhi protokol kesehatan ini dilakukan dengan memasifkan gerakan 3M yakni membiasakan diri memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, serta menjaga jarak fisik (social distancing). Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto, Rabu (25/11/2020) di ruang kerjanya kepada Lintasterkini.com mengatakan, keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 yang masih dihadapi secara global saat ini, bergantung pada kontribusi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Sebagai bentuk kontribusi untuk kemaslahatan masyarakat inilah, maka Kapolres Takalar ini berinovasi menciptakan cairan pembersih tangan agar steril dari pandemi yang biasa disebut hand sanitizer. Uniknya, handsanitizer yang dibuat dengan memanfaatkan minuman keras (miras) tradisional di daerah setempat dimana ia bertugas.

Baru beberapa bulan menjabat Kapolres Takalar, Perwira Polisi Berpangkat Dua Melati yang pernah bertugas di Polda Gorontalo ini langsung membuat terobosan baru. Berkat inovasinya, ia menciptakan handsanitizer berbahan baku miras tradisional Makassar yang disebut ballo (arak/tuak).

Handsanitizer dari miras jenis ballo ini telah diproduksi dan dilaunching oleh Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto, Senin (23/11/2020) di Mapolres Takalar. Ia mengungkapkan, terobosan untuk memproduksi handsanitizer berbahan baku miras jenis ballo ini berawal hasil analisanya bahwa tingginya angka kriminalitas, salah satu faktor pemicunya adalah karena dibawah kendali pengaruh miras jenis ballo tersebut.

“Dengan mengolah miras jenis ballo ini selain dapat menekan angka kriminalitas, tentunya juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga jika masyarakat yang memproduksinya, akan menambah pendapatan rumah-tangga mereka, dan ini sangat positip,” papar Beny Murjayanto.

[NEXT]

Kapolres Takalar ini menambahkan, manfaat lain dengan memproduksi handsanitizer berbahan baku miras jenis ballo ini, agar angka penyebaran virus corona (Covid-19) dapat ditekan, bahkan berguna untuk memutus mata rantai penyebarannya. Dengan demikian jika selama ini miras jenis ballo identik dengan kriminalitas, maka dengan mengolahnya menjadi handsanitizer, hal ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan, ide memproduksi handsanitizer dari miras tradisional bukan baru pertama kali dilakukannya. Dikatakannya, sepengetahuan dirinya Polda Bali telah membuat handsanitizer berbahan baku miras arak Bali, dan juga di Polda Gorontalo dengan memanfaatkan miras jenis cap tikus.

“Jadi, membuat handsanitizer dari miras ballo ini bukan hal baru. Yang saya tahu Polda Bali pernah juga membuat handsanitizer dari arak Bali dan Polda Gorontalo juga pernah membuat produk yang sama dengan memanfaatkan miras lokal jenis cap tikus. Saya pun berpikir bagaimana memanfaatkan miras lokal jenis Ballo ini untuk membuat handsanitizer, agar ada nilai positip dan ada manfaat bagi masyarakat,” jelas Beny Murjayanto.

Ia sangat berharap kesadaran masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam berkativitas sehari-hari. Selain memakai masker dan selalu menjaga kontak fisik dengan orang lain, masyarakat pun diingatkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun.

“Kalau memang tidak ada sabun pencuci tangan, minimal selalu memakai handsanitizer untuk membersihkan tangan, sebelum memakan sesuatu atau memegang bagian wajah. Ini merupakan bentuk perlindungan diri kita dari bahaya pandemi Covid-19,” terang Kapolres Takalar ini. (*)

Penulis : Suardi

 Komentar

 Terbaru

Pengungsi Gempa Sulbar di Makassar Batal Pulang karena Positif Covid-19
News25 Januari 2021 10:41
Pengungsi Gempa Sulbar di Makassar Batal Pulang karena Positif Covid-19
Herman mengatakan, para pengungsi gempa Sulbar saat tiba di Makassar menjalani pemeriksaan PCR yang difasilitasi Dinas Kesehatan Sulsel. Selama di Mak...
26 Januari-8 Februari, Mendagri Perpanjang PPKM Jawa-Bali 
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 02:56
26 Januari-8 Februari, Mendagri Perpanjang PPKM Jawa-Bali
JAKARTA — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali belum menunjukkan perkembangan menggembirakan. Untuk itulah, Pemerint...
Posko Daerah Berperan Tangani Krisis Pandemi dan Bencana
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 01:50
Posko Daerah Berperan Tangani Krisis Pandemi dan Bencana
"Keberadaan posko daerah ini berperan penting sebagai pusat bantuan dan koordinasi dalam masa darurat. Melalui posko ini, kami yakin penanggulangan pa...
Masyarakat di Lokasi Gempa Sulbar Abaikan Protokol Kesehatan
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 01:30
Masyarakat di Lokasi Gempa Sulbar Abaikan Protokol Kesehatan
"Kondisi di lapangan terlihat, masyarakat masih terlalu cuek dengan wabah (Covid-19) dan tidak menggunakan masker," kata Zecky Eko Triwahyudi, Minggu,...